SISTEM ISLAM ADALAH SATU- SATUNYA SOLUSI


Oleh: Emy 
(ibu rumah tangga).


Pada saat ini memasuki musim hujan deras pemerintah Kabupaten Bandung, terus mengingat masyarakat untuk selalu waspada potensi ancaman bencana longsor dan banjir, karena berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika ( BMKG), hingga bulan Maret 2024 curah hujan masih berpotensi tinggi, terutama ancaman bencana longsor atau pergerakan tanah adalah daerah perbukitan atau pegunungan harus menjadi kewaspadaan bersama, terutama yang rumahnya dikawasan lereng kaki gunung maupun perbukitan, tutur kepala pelaksana BPBD kabupaten Bandung Uka Suska.


Belum lama ini banjir yang terjadi dikampung Cikopo, Desa Babakan peteuy Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, banjir dikawasan tersebut akibat debit air sungai Cibodas meningkat dan meluap kepemukiman warga, akibatnya 29 unit rumah yang dihuni 20 kepala keluarga terdampak banjir, dan akibat peristiwa itu ada beberapa rumah yang dinding temboknya tidak dapat menahan arus hujan tinggi dan mengakibatkan jebol, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.


Jadi bukan hanya disatu titik wilayah saja bencana banjir dan longsor terjadi  tetapi dibeberapa Desa dan kecamatan wilayah kabupaten Bandung, terutama pada wilayah yang posisi rumahnya berdekatan dengan sungai, apalagi pada masa sekarang ini berada pada musim hujan yang berkepanjangan.


Bukan lagi kejadian yang baru, musibah longsor dan banjir kerap sekali terjadi dinegeri ini khususnya daerah Kabupaten Bandung yang rentan dengan kejadian itu, seakan sudah menjadi banjir tahunan, banjir dan longsor terjadi  dari debit air tinggi akibat curah hujan deras yang terus- menerus.


Padahal hujan adalah sebagian rahmat dari Allah SWT tetapi kenapa selalu menjadi sesuatu yang dikhawatirkan ?, padahal ulah manusia itu sendirilah yang mendatangkan bencana, dengan membuang sampah sembarangan kekali dan menebang pohon tanpa aturan bahkan banyaknya pembangunan perusahaan swasta yang tidak peduli dengan keadaan penduduk setempat, hanya keuntunganlah yang ada pada benak mereka itulah para kaum kapitalis.


Permasalahan terkait seharusnya negaralah yang harus benar-benar mengatasi hal ini, berbagai upaya yang telah dilakukan tidak akan maksimal ketika posisi negara bukan sebagai pengurus rakyat, dan tidak menjadikan rakyat sebagai prioritas utama, padahal dalam sistem Islam pengelolaan lingkungan sangatlah diperhatikan dengan berbagai usaha maksimal, sehingga kerusakan dan bencana dapat dicegah.


Disini kita harus sadar bahwa Allah SWT telah memberikan kenikmatan begitu besar bagi umat manusia untuk dikelola sebaik-baiknya dan dinikmati hasilnya, tetapi bukan sebaliknya tidak bersyukur atas segala pemberiannya malahan tidak bisa menjaga apa yang sudah diberikannya, padahal jelas dalam Al Qur'an telah disebutkan: Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh tanganmu sendiri, Allah mengampuni sebagian besar (Qs.Asy Syura:30).


Walaupun berbagai macam cara untuk mengatasi masalah bencana banjir dan longsor tetapi semua itu tidak menghasilkan jalan keluar, selagi negeri ini mempertahankan sistem kapitalis sekuler yang hanya mementingkan golongan tertentu saja, yaitu para pemilik modal yang besar  tidak peduli nasib rakyat kecil yang terkena dampaknya.


Terbukti mekanisme menghasilkan kerusakan lingkungan yang luar biasa dan menimbulkan masalah kemiskinan, kebijakan negara tidak lagi memandang persoalan yang sebenarnya, tetapi keuntunganlah yang dilihat dari materi belaka, rakyat hanya dijadikan objek belaka  dalam hal inilah pemilik modal yang berkuasa.


Kapitalis tidak akan menghancurkan dirinya sendiri kecuali ada sistem lain yang tegak, disinilah sistem Islam menjadi satu-satunya solusi, sistem Islam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua umat, lebih dari itu akan mendatangkan keberkahan karena merupakan wujud ketundukan hamba kepada sang pencipta.


Wallahu alam Bisshowab

Post a Comment

Previous Post Next Post