Nusantaranews.net - Pasaman,

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat menggelar kegiatan bertajuk Goes to School. Aktivitas di tengah komunitas Pendidikan ini merupakan giat sosialisasi pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) di SMA Negeri 1 Bonjol , Kecamatan Bonjol , Kabupaten Pasaman , Sumatera Barat, Rabu ( 7/9/2022). 

Turut mendampingi, Hidayatul Irwan, Kepala Markas PMI Sumbar, wakil sekretaris PMI Sumbar dan juga sebagai Ketua Forum PRB Provinsi Sumbar, Antoni kartika, Kadiv Penangulangan Bencana (PB) PMI Sumbar serta pengurus di Forum PRB Provinsi Sumbar

Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan suatu upaya yang harus ditanamkan secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini dikarenakan bencana dapat terjadi setiap saat dan dimana saja. Kesiapsiagaan sebagai bagian pengurangan risiko bencana yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi hal terpenting untuk dilakukan.

Hal tersebut diselenggarakan sebagai salah satu upaya membangun ketangguhan masyarakat, khususnya yang berada pada satuan pendidikan agar memahami dan mampu menanggulangi potensi bencana di sekitar mereka.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bonjol Mardanis Darasan, menyampaikan, apresiasi atas kehadiran BPBD Provinsi Sumbar dan BPBD Kabupaten Pasaman dalam memberikan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada para siswa.

“Kami senang sekali mendapatkan sosialisasi langsung dari BPBD, yang merupakan pakar dari penanggulangan bencana,” ujar Mardanis dalam sambutannya pada pembukaan SPAB di sekolah tersebut.

“Kami berharap sosialisasi ini menjadi pengalaman baik bagi para guru dan siswa untuk lebih tanggap dan tangguh menghadapi potensi bencana di sekitar area sekolah ini,” tambahnya.

Wenny Thamsil sebagai Kabid penanggulangan Bencana juga menyampaikan dalam sambutannya, “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan di sekolah lainnya sehingga ketangguhan menghadapi bencana dapat tersampaikan ke seluruh sekolah yang rawan terhadap bencana,” ungkap Wenny.

Kemudian Rumainur Kabid kedaruratan dan logistik (KL) BPBD Provinsi Sumatera Barat menjelaskan bahwa kegiatan ini bukanlah suatu seremoni semata, namun sebuah aksi nyata untuk melatih kesiapsiagaan siswa terhadap ancaman bencana.

“Kegiatan ini adalah salah satu aksi dalam melatih kesiapsiagaan bencana pada satuan pendidikan,” tutur Nur.

“Penerapan konsep satuan SPAB dan penyusunan struktur TSBS diharapkan dapat menjadi suatu kebiasaan yang rutin untuk melahirkan budaya sadar bencana, sehingga ketika terjadi bencana tidak lagi gagap dan menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.

Selain sosialisasi terkait SPAB dan TSBS, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan penggunaan inaRisk dan simulasi bencana gempa sesuai dengan ancaman bencana yang ada di sekitar sekolah bersama para guru dan siswa.

Siswa kelas 11 SMA Negeri 1 Bonjol, Mutia dan Marchel mengungkapkan bahwa para siswa sudah lebih siap untuk menghadapi bencana setelah mengikuti kegiatan ini.

“Kegiatan hari ini seru banget dan saya dapat banyak pengetahuan untuk menghadapi bencana, menyebarkan informasi ke teman-teman sehingga kita semua lebih siap dan berani serta tidak panik menghadapi bencana,” ucap Marchel.

“Hari ini banyak yang bisa didapat dari kegiatan ini, salah satunya simulasi bencana untuk mengahadapi gempa” kata Safira, salah satu siswi kelas 11 siswa SMA Negeri 1 Bonjol.
Mereka juga berharap dengan adanya kegiatan ini siswa siswi bisa lebih siap menghadapi bencana.

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini siswa SMA Negeri 1 Bonjol, yang tadinya belum tahu tentang kegiatan mitigasi bencana bisa menjadi lebih siap untuk selamat menghadapi bencana,” tutup Safira.

Sebagai informasi, SPAB ini dilaksanakan pada sekolah-sekolah yang memiliki potensi ancaman gempabumi, tanah longsor dan banjir di tiga Kecamatan yakni, Kecamatan Bonjol, Simpati dan Tigo Nagari yang ada wilayah Kabupaten Pasaman, meliputi SMA Negeri 1 Bonjol, SD Tabing , SDN Batubadinding selatan dan SD Siparayo.(In Psm).