Derita Kaum Muslim Di Belahan Dunia Tanpa Islam


Oleh : Diah Setyarini

Aktivis Muslimah


Apa itu UNRWA ?

UNRWA adalah singkatan dari United Nation Relief and Works Agency For Palestine Refugees In The Near East, atau Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina di Timur Dekat.


Lembaga ini mengelola sekolah, layanan sosial pusat kesehatan dan mendistribusikan bantuan makanan kepada pengungsi Palestina di Gaza, Yerusalem Timur, Libanon, Suriah dan Yordania.


Baru baru ini Israel ingin menghentikan aktivitas kemanusiaan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA di jalur Gaza, ini semua mereka lakukan karena menganggap bahwa beberapa staff UNRWA terlibat dalam serangan 7 Oktober dengan membantu Hamas.


Philippe Lazzarini Kepala UNRWA melalui postingannya di salah satu platform X mengatakan bahwa "Bantuan kemanusiaan UNRWA akan segera terhenti, menyusul keputusan sejumlah negara yang memotong dana mereka untuk UNRWA." Kumparan, Senin (29/01/2024).


Lebih dari 12 negara termasuk Amerika, berencana melakukan penangguhan sumbangan kepada UNRWA. Lazzarini menekankan bahwa masyarakat internasional harus segara mendukung kembali UNRWA. Karena ini sangat penting untuk kelanjutan hidup pengungsi Palestina di Gaza.


Lazzarini juga memastikan bahwa UNRWA untuk segera melakukan penyelidikan atas tuduhan Israel dan memutuskan kontrak dengan pegawai yang telah di tuduhkan. VOA, Jum'at (02/02/2024).


Penderitaan kaum muslimin di Gaza tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kehidupan di sana bagaikan neraka dunia. Rumah dan gedung tinggi menjadi sasaran kaum Zionis-Israel. Mereka membumi hanguskan rumah, sekolah, tempat ibadah bahkan rumah sakit pun mereka bombardir.


Rasa kemanusiaan dunia terhadap rakyat Palestina tidak ada sama sekali, mereka hanya bisa mengecam tanpa berbuat apa apa. Dan semua ini terjadi akibat penerapan sistem kapitalisme sekuler, yang memisahkan urusan kehidupan dunia Dangan akhirat.


Negri-negri kaum muslimin pun sama, mereka tidak bisa berbuat apa apa saat saudara muslimnya di bantai dan di dzolimi. Bahkan banyak dari mereka yang bersekutu dengan kaum kafir, hanya untuk kepentingan politik negrinya. 


Ketika pengungsi Palestina di deportasi oleh Libanon dan Mesir, sama halnya saat ini pengungsi muslim Rohingya yang di tolak oleh Malaysia dan bahkan masyarakat Indonesia melakukan hal sama. Masyarakat Indonesia beranggapan bahwa pengungsi Rohingya bisa membahayakan Indonesia di kemudian hari.


Miris memang, ketika menyaksikan negri-negri kaum muslim tidak pernah perduli terhadap nasib kaum muslim lainnya. Padahal kewajiban mengurusi umat muslim jatuh kepada umat muslim seluruhnya.


Islam sangat menganjurkan membantu dan menolong orang yang kesusahan serta memudahkan urusan sesama. 

Rasulullah ﷺ bersabda :

"Tidaklah beriman kepadaku seseorang yang bermalam dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangga yang di sampingnya dalam keadaan lapar, padahal ia mengetahuinya." (HR.Ath Thabrani)


Dalam riwayat lain Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa merasa senang karena diselamatkan oleh Allah dari kesulitan hari kiamat, maka hendaklah ia menghilangkan kesusahan dari orang yang dalam kesukaran atau meninggalkan sesuatu yang ada padanya.” (HR Muslim).


Kewajiban seorang muslim tidak hanya pada membantu secara logistik saja, tetapi harus berusaha menghentikan serangan Zionis-Israel terhadap kaum muslim di Palestina yang menjadi masalah besar pengungsi saat ini.


Negri kaum muslim seharusnya memberikan bantuan berupa militer untuk Palestina, mengirimkan tentara terbaiknya untuk menghadapi Zionis-Israel, tapi sayang tentara yang di harapkan tak kunjung di kirim oleh negri kaum muslimin.


Sebab itulah, pentingnya untuk berjuang menerapkan syariat Islam dalam naungan Khilafah agar tercipta para pemimpin yang independen dan bebas dari setir Barat. Dengan itu, khalifah akan mampu membebaskan bumi Palestina dan para pengungsi dan bisa kembali lagi ke tanah kelahirannya dengan aman dan damai. 


Wallahua'lam Bisshawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post