Agar Ramadhan-mu Tak Sekedar Ramadhan Biasa.


Oleh: Neng Saripah S.Ag

Marhaban yaa Ramadhan..
Marhaban syahru siyyam..

Kurang lebih 12 hari lagi, jumpalah kita dengan bulan yang suci, bulan yang dirindukan, bulan yang penuh keberkahan dan pengampunan.
Dialah bulan terbaik sepanjang tahun, bulan ramadhan.

Pada bulan ini pintu ampunan dibuka seluas luasnya, pintu rahmat dan keberkahanpun dilapangkan. Namun tak sedikit dari umat manusia yang masih berleha, bahkan tak jarang pula yang menganggap ramadhan seperti halnya bulan yang biasa.

Agar Ramadhan-mu menjadi lebih bermakna dan luar biasa, berikut Tips dan trik terkait persiapan bulan ramadhan. Menurut KH siddiq al jawi;

▶️ *Pertama*, 
*Persiapan mental (nafsiyyah)*. Dengan datangnya bulan Ramadhan sikap mental umat adalah bergembira. Karena di bulan Ramadhan banyak hal-hal luar biasa. Pahala-pahala dilipat gandakan, maka  bagi seorang muslim, adanya keistimewaan tersebut perlu menyambutnya dengan gembira.

Ia menyampaikan sebuah hadis, Rasulullah saw telah bersabda: “Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga dan di tutuplah pintu-pintu neraka, kemudian setan-setan akan dibelenggu.” (HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim).

Maknanya, adalah ketika pintu surga dibuka, maka rahmat Allah akan banyak mengalir pada Umat Islam. ketika pintu-pintu neraka ditutup, maknanya azab-azab dari Allah itu ditiadakan selama bulan Ramadhan. Kemudian setan-setan dibelenggu maknanya adalah hamba-hamba Allah yang bermaksiat itu akan sedikit/berkurang di bulan Ramadhan.

▶️ *Kedua*, 
*Persiapan kesehatan*. Diusahakan jangan sampai sakit. Ketika sakit, maka untuk meraih keutamaannya bisa berkurang. Memang ada jalan keluarnya, bagi yang sakit bisa mengganti puasanya pada hari-hari di luar bulan Ramadhan namun tidak bisa meraih keutamaan Ramadhan. 

Bahkan dijelaskan bahwa kesehatan merupakan kenikmatan kedua setelah iman.

▶️ *Ketiga*, 
*Persiapan ilmu*. Menurutnya, penting ilmu sebelum beramal, termasuk ilmu sebelum berpuasa. Review kembali rukun-rukun dan syarat-syarat puasa. Termasuk sebab puasa yaitu rukyatul hilal.

Ia menyampaikan satu bab yang dibuat Imam Bukhori tentang ilmu sebelum amal dan sebelum berkata-kata(berucap). Jadi seseorang sebelum melakukan suatu perbuatan, harus ada ilmunya.

Disinilah persiapan ilmu, diulang lagi persoalan niat puasa dan banyak keilmuan lain termasuk juga aspek-aspek kontemporer atau kekinian yang perlu diketahui terkait fikih puasa.

▶️ *Keempat* 
*Persiapan harta benda*. Ustaz Shiddiq menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan ada amal shalih yang terkait dengan harta. Misalnya shodaqoh, ketika Allah menganjurkan bershodaqoh, dengan kata lain, harta harus punya. “Mana mungkin seseorang bershodaqoh kalau tidak punya harta. Misalnya zakat fitrah, harus punya harta,” jelasnya.

Selain 4 persiapan diatas,
Diperlukan pula rencana/to do list sukses di bulan Ramadhan yang disusun mengikuti tujuan atau hikmah dari puasa Ramadhan. 

Bagaikan mau berangkat perang, perang tanpa strategi tentu akan kalah jua.

Rencana penting memiliki tujuan yang jelas. Dan dari tujuan itulah, kita bisa menyusun, kegiatan apa saja yang akan kita lakukan sesuai prioritas yang kita tuju. Kegiatan dengan prioritas wajib, kemudian sunah, mubah, serta menjauhi yang makhruh (larangan yang tidak tegas) dan haram (larangan yang jelas).

Dengan begitu semoga di akhir ramadhan kita bisa memperoleh predikat taqwa. Sebagaimana yang terdapat dala QS. Al baqarah: 183

berfirman: 

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

Yang artinya: “Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.” 

Wallahu alam bishawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post