MENGAPA BERSIKERAS MEMBELA BAHA'I

Oleh : Ummu Fahri

Beberapa Bulan terakhir timbul kontroversi yang dilakukan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengucapkan hari raya Naw Ruz kepada masyarakat Baha'i. Sebagian kalangan sontak memberikan apresiasinya dan ada juga yang mengklaim bahwa itu bentuk toleransi yang kebablasan.

Indonesia adalah negara demokratis yang sekular mayoritas pemeluk agama Islam. Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama kepada semua orang, masing-masing menurut agama atau keyakinan sendiri. Seperti yg tertuang dalam UUD 45 Pasal 28 E disebutkan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya.Selanjutnya, dalam pasal 29 Ayat (2) di tegaskan, bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama.Pasal-pasal tersebut sangat jelas menjamin hak dan kebebasan beragama setiap warga negara.

Dalam beberapa unggahan nya Menteri Agama berpesan untuk selalu memperkokoh persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama bahwa agama perlu menjadi sarana yang memberikan stimulus rohani bagi bangsa Indonesia untuk senantiasa bekerja sama .moderasi agama diperlukan agar cara pandang, sikap keagamaan kita bersifat moderat, tidak melebih-lebihkan, tidak melampaui batas, tidak ekstrem.

Sebagai suatu negara yang menjamin adanya kebebasan beragama, menyebabkan munculnya paham-paham yang bersinggungan langsung dengan ajaran Islam.Yang pada hakikatnya memandang bahwa Islam adalah agama yang patut disamakan dengan agamanya lainnya.Kemudian membuka peluang besar untuk menentukan keyakinan dan ajarannya masing-masing. Karena negara sendiri menjamin kebebasan tersebut, Agama apa pun wajib dilindungi. Tidak boleh intoleransi mayoritas atau minoritas, sekalipun  agama itu sesat dan menyesatkan, seperti halnya Ahmadiyah dan Baha'i.

Kebebasan beragama selalu menjadi salah satu tolok ukur berjalannya pilar demokrasi. Jika beragama dihalangi dan didiskriminasi, maka hal itu dianggap bertentangan dengan prinsip negara demokrasi. Jadi, apa yang dilakukan Yaqut dan pembelaan aktivis kebebasan beragama sudah sesuai dengan prinsip demokrasi.

Sudut pandang negara Demokrasi selalu menganggap agama apapun bebas dalam berkeyakinan bagi pemeluknya. Disamping itu banyaknya paham-paham yang menyimpang disebabkan Demokrasi sendiri yang membukakan pintu masuk paham-paham yang menyesatkan, dengan mengatasnamakan keberagaman.

Di sisi lain ajaran Agama Islam yang luhur, selalu saja mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai dengan norma-norma keberagaman.ajaran Islam selalu didiskriminasi sebagai ajaran yang radikal, teroris dan ekstrim. Bagaimana mungkin lembut dengan agama lain, dan kasar dengan agama sendiri, benarkah ini bentuk keberagaman yang demokratis..?

Sistem penerapan Demokrasi Kapitalisme jelas-jelas telah gagal dalam melindungi warga negara nya dari paham-paham yang menyimpang, munculnya banyak aliran sesat telah memurtadkan ribuan kaum muslimin.demi menjajaki agama baru atas nama kebebasan.Disamping itu juga memberi banyak kerugian kepada umat Islam karena telah mengaburkan dan menyesatkan aqidah Islam yang lurus.

Hanya Islam lah satu-satunya yang dapat menjaga kemurnian aqidah dari segala macam paham-paham yang menyesatkan sebagaimana syariat Islam berkewajiban menjaga agama,akal ,jiwa,harta dan keamanannya.

Islam agama yang sangat toleransi seperti dalam Firman Allah SWT :

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ. لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ. وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang kafir), “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6).

Perlindungan Khilafah terhadap umat agama lain telah dibuktikan dalam lembaran sejarah bagaimana Khilafah memperlakukan non muslim dengan sangat baik. Hal ini sudah teruji bagaimana non-muslim hidup tenang dan damai di bawah pemerintahan Islam. 
Toleransi yang pas dan tidak kebablasan hanya bisa diterapkan dalam negara Khilafah.

Wallahu a'lam Bishshawab..

Post a Comment

Previous Post Next Post