Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gen Z dan Fast Food: Faktor Apa yang Membuat Mereka Memutuskan "Beli"?

Monday, December 08, 2025 | Monday, December 08, 2025 WIB Last Updated 2025-12-08T09:19:26Z
Gen Z dan Fast Food: Faktor Apa yang Membuat Mereka Memutuskan "Beli"?

Adhiba Khanza Azzahra, 

mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa


Generasi Z, yang lahir pada periode 1997 hingga 2012, menunjukkan pola konsumsi yang unik di sektor makanan cepat saji. Perilaku pembelian mereka terhadap produk fast food berbeda dengan generasi sebelumnya yang sederhana, melainkan terbentuk oleh sejumlah faktor yang rumit dan saling memengaruhi. Menguasai faktor-faktor tersebut sangat penting bagi para pelaku usaha makanan cepat saji agar dapat menjangkau kelompok konsumen ini, yang memiliki kekuatan beli yang cukup besar serta pola konsumsi yang terus berubah.


 *Faktor Harga dan Promosi* 

Sebagai kelompok yang sebagian besar masih berstatus siswa, mahasiswa, atau karyawan muda dengan penghasilan yang terbatas, Gen Z merespons dengan baik berbagai jenis promosi, seperti potongan harga, kupon, dan paket gabungan yang memberikan nilai tambahan. Mereka aktif mencari informasi tentang tawaran terbaik melalui aplikasi seluler, jejaring sosial, atau platform perdagangan elektronik lainnya. Konsep nilai yang setara dengan harga menjadi prioritas utama, di mana mereka mengharapkan kualitas dan jumlah yang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. 


 *Faktor Kemudahan dan Kecepatan Layanan* 

Ciri khas gen Z yang akrab dengan teknologi digital membuat mereka menuntut kemudahan dan kecepatan dalam segala aspek pelayanan. Ketersediaan berbagai saluran pemesanan merupakan faktor penting, mulai dari aplikasi, dan layanan drive-thru, seperti GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood. Proses pemesanan yang ramah pengguna, waktu tunggu yang cepat, dan sistem pembayaran tanpa uang tunai yang efisien sangat dihargai oleh kelompok ini. Lokasi gerai yang strategis dan mudah dijangkau dari area kegiatan mereka dan jam operasional yang fleksibel atau layanan 24 jam, mengingat pola hidup gen Z yang tidak selalu konvensional juga menjadi pertimbangan penting. 


 *Faktor Pengaruh Media Sosial dan Digital Marketing* 

Gen Z sangat dipengaruhi oleh apa yang sedang viral atau tren di media sosial dan cenderung memiliki ketakutan ketinggalan (FOMO) terhadap produk atau pengalaman yang sedang populer. Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Twitter yang tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sumber utama informasi untuk mencari rekomendasi kuliner. Dukungan dari influencer, atau selebriti yang memiliki banyak pengikut dapat memengaruhi persepsi dan minat membeli. Gen Z cenderung melakukan penelitian daring sebelum memutuskan, membaca ulasan dari konsumen lain, dan mengamati konten yang dibuat pengguna di media sosial. 


 *Faktor Kualitas dan Variasi Menu* 

Generasi ini tidak hanya memiliki harapan tinggi terhadap rasa, kesegaran bahan, dan standar kualitas yang terjaga. Variasi menu yang beragam juga menjadi daya tarik sendiri. Inovasi produk secara berkala, peluncuran menu edisi terbatas, atau kolaborasi dengan merek populer dapat mendorong percobaan pembelian. Opsi penyesuaian menu yang memungkinkan konsumen menyesuaikan produk sesuai preferensi pribadi memberikan sentuhan personal yang mereka hargai. Ketersediaan menu untuk berbagai preferensi diet, seperti vegetarian, halal, atau pilihan rendah kalori, juga menjadi pertimbangan bagi segmen konsumen yang lebih spesifik.


 *Faktor Brand Image dan Reputasi* 

Citra merek dan reputasi memiliki dampak kuat terhadap pilihan pembelian. Mereka cenderung memilih merek yang memiliki citra positif, dan sejalan dengan nilai-nilai yang mereka pegang. Merek yang mampu menunjukkan kepribadian yang relatable, rendah hati, dan tidak terlalu korporat dalam berkomunikasi akan lebih mudah membangun koneksi emosional. Kolaborasi strategis dengan merek lain yang sejalan dengan citra dan target pasar juga dapat meningkatkan nilai yang dirasakan dan memperluas jangkauan ke audiens yang lebih luas.


 *Faktor Pengalaman* 

Mereka tidak hanya mencari makanan yang enak dan terjangkau, tetapi juga pengalaman yang berkesan dan menyenangkan. Desain interior tempat yang modern, aestetic, dan layak untuk diunggah di Instagram dapat menjadi daya tarik tersendiri. Kemasan yang menarik, praktis, dan ramah lingkungan untuk take away juga berkontribusi pada kepuasan keseluruhan. gen Z menghargai penjual atau tempat yang dapat menyediakan ruang nyaman untuk berbagai kegiatan, seperti nongkrong dengan teman, mengerjakan tugas, atau sekadar waktu pribadi sambil menikmati makanan. 


 *Faktor Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial* 

Gen Z dikenal sebagai kelompok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Mereka memberikan penghargaan kepada merek makanan cepat saji yang menunjukkan komitmen nyata terhadap perlindungan lingkungan, seperti penggunaan kemasan yang dapat terurai atau didaur ulang, dan program pengurangan limbah. Merek yang aktif mendukung isu sosial yang relevan dengan nilai gen Z. Namun, komitmen terhadap keberlanjutan harus tulus dan bukan sekadar trik pemasaran.


Keputusan pembelian makanan cepat saji pada gen Z merupakan hasil dari berbagai faktor yang mencerminkan karakteristik unik mereka sebagai pengguna aktif digital. Gabungan dari aspek ekonomi, kenyamanan, pengaruh digital, kualitas produk, citra merek, pengalaman pelanggan, dan kepedulian keberlanjutan membentuk proses pengambilan keputusan. Strategi pemasaran yang autentik, berorientasi pelanggan, dan dengan memanfaatkan platform media sosial secara optimal akan menjadi kunci dalam membangun kesadaran merek, mendorong percobaan, dan mempertahankan loyalitas. Pemahaman mendalam tentang nilai, preferensi, dan pola perilaku gen Z, dikombinasikan dengan perubahan tren dan teknologi, akan memberikan keunggulan kompetitif dalam industri makanan cepat saji yang semakin kompetitif.



Sumber : 

Nur Pratama Julianto, dan Natal Indra. (2025). Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Konsumen dalam Pembelian Online di Kalangan Generasi Z pada Platform E-Commerce Shopee. MENAWAN : Jurnal Riset Dan Publikasi Ilmu Ekonomi, 3(4), 186–195.

Purnamasari, M., Saptadinata, A., Maryetti, dan Noviadi, A. (2024). Perilaku konsumen Gen Z dalam memilih Japanese food di Jakarta Selatan. Jurnal Sains dan Teknologi Pariwisata, 9(2), 87-104.

UK Food Standards Agency. (2020). The Future Consumer – Food and Generation Z: FSA Research Report.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update