Nn, Tanggerang – Kita akui, lembaga Perbankan merupakan salah satu perusahaan jasa yang ikut memberikan dukungan dalam perkembangan sektor jasa di Indonesia. Hampir semua sektor kegiatan keuangan selalu berhubungn dan membutuhkan jasa bank. Baik itu milik negara, swasta nasional, asing, maupun bank perkreditan rakyat.

Dampak dari itu semua, terjadilah persaingan yang semakin ketat, dimana sebuah bank dituntut untuk menguasai pangsa pasar yang ada, sehingga berbagai terobosan peningkatan kualitas jasa, harus diciptakan, agar terlihat lebih bagi nasabahnya.

Dibalik kelebihan yang dimiliki masing-masing Bank tersebut, malah ada yang beralih fungsi sebagai lintah darat atau gurita. Hal ini dialami Herman salah satu nasabah Bank Permata Finance Cabang Balaraja yang merasa diintimidasi dan perbuatan yang tidak menyenangkan oleh pihak perbangkan.

Menurut pengakuan Herman kepada wartawan www.nusantaranews.net bahwa ia salah satu nasabah dari Bank Permata Finance Cabang, yang terkendala atas keterlambatan pembayaran kredit untuk pembiayaan motor merek Yamaha Vega R. karena belum mampu membayar, iapun dipanggil untuk datang ke Bank Permata Finance Cabang.

Merasa ini sebuah tanggungjawab, sekitar pukul 8.00 Wib 11 November 2011, iapun datang dan menghadap pada pihak bank bagian perkreditan. Namun sayang, bukannya komunikasi yang baik diterima, tetapi ia dicaci dan dihina oleh oknum pegawai bank, bahkan kepalanyapun disentil.

Yang anehnya, pihak Bank Permata malah merampas dan menahan motor milik anak perempuan Herman jenis bebek merek suzuki satria fu dengan nomor polisi B 3647 NPW yang dipergunakannya  untuk datang ke sana. Dengan dalih, sebagai jaminan baru dan dipaksa membuat surat pernyataan oleh pihak bank, jelasnya.

Merasa mendapat perlakuan tidak menyenangkan, akhirnya ia melaporkan pihak Bank Permata Balaraja ke kantor polisi dengan No. 3362/KX1/2011/Sektor Balaraja, dan diterima oleh Aiptu Rahmadi pada tanggal 18 November 2011.

Manajer Bank Permata Finance Cabang Balaraja TM Tarigan saat dikonfirmasi, menuduh kejadian tersebut karena menganggap sdr. Herman berbelit - belit saat ditanya masalah motornya yang akan ditarik. Akibatnya, timbul emosi dari anak buahnya yang bernama Andi, sehingga mengeluarkan kata - kata kasar tersebut.

Sedangkan yang nyentilin kepala, belum diketahui namanya, namun Sdr. Herman masih mengenalinya sebagai salah satu pegawai Bank Permata Finance. Iqbal