Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

*Bahaya Bullying*

Thursday, January 01, 2026 | Thursday, January 01, 2026 WIB Last Updated 2026-01-01T04:20:17Z




Oleh Ummu Azimah, 

Aktivis Pendidikan dan Pegiat Literasi 


Bullying terus terjadi dikalangan remaja. Saat ini tidak hanya pelaku Bullying yang sangat ditakuti, namun ternyata lebih membahayakan lagi korban bullying. Seperti kasus yang terjadi di Aceh, korban bullying nekat membakar asrama pondok pesantren karena mengaku sakit hati selama ini sering dibully teman-temannya.

(Beritasatu.com)


Hal serupa terjadi di Jakarta Utara, dimana seorang siswa SMAN 72 diduga menjadi korban bullying. Siswa tersebut diduga melakukan aksi ledakan di sekolah karena pelaku mengalami tekanan sosial yang berat akibat ejekan, pelecehan dan pengucilan.(Cnnindonesia.com,07/11/2025)


Kasus Bullying Makin Marak Akibat Kegagalan Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalis


Bullying atau perundungan adalah tindakan agresif yang disengaja dan berulang kali dilakukan oleh individu atau kelompok yang merasa lebih kuat untuk menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan orang lain yang dianggap lebih lemah, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun psikologis, baik di dunia nyata maupun maya, menyebabkan korban merasa tidak nyaman, tertekan dan takut.

Contoh kasus bullying di Indonesia masih marak terjadi diberbagai jenjang pendidikan, seringkali melibatkan kekerasan fisik, verbal dan psikologis yang dampaknya bisa fatal. Seperti kasus siswa SMP yang tewas karena dipukul dengan besi oleh temannya.


Kasus bullying yang marak terjadi diberbagai daerah terutama dikalangan pelajar menjadi bukti bahwa sistem pendidikan sekuler kapitalistik tidak bisa menyelesaikan masalah ini. Baik pelaku maupun korban bullying sangat membahayakan dan meresahkan. Mereka berani melakukan aksi diluar nalar seperti percobaan bunuh diri, membunuh orang, hingga merusak fasilitas publik.


Bukti lain bahwa sistem pendidikan yang diterapkan saat ini telah gagal mencetak generasi berkepribadian Islam, karena hanya berorientasi kepada materi dan nilai. Alhasil, kebanyakan peserta didik melakukan segala cara  demi meraih materi dan nilai tersebut tanpa dasar iman yang kokoh. Mereka menjadi pribadi-pribadi yang tidak punya perasaan, egois,   zalim sehingga menyakiti dan merugikan banyak orang.


Pengaruh sosial media memperparah pelaku aksi bullying, bahkan bullying dijadikan candaan di medsos demi cuan. Hal ini menunjukkan telah terjadi krisis adab dan hilangnya fungsi pendidikan. Sosial media yang seharusnya bisa menjadi media pendidikan dan sarana menyebarkan kebaikan. Kini menjadi rujukan korban bullying untuk melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain sebagai pelampiasan kemarahan atau dendam.


Upaya pemerintah telah dilakukan untuk menanggulangi bullying, diantaranya sosialisasi aparat kepolisian, lagu anti bully, deklarasi, dan lain sebagainya. namun perilaku bully masih terus terjadi akibat dari penerapan sistem sekuler kapitalis menghasilkan individu yang individualis, apatis. Karena jauh dari akidah Islam, tidak takut kepada Allah menghasilkan individu yang tidak takut untuk berbuat kejam bahkan zalim terhadap dirinya sendiri dan orang lain.


*Sistem pendidikan dalam Islam*


Berbeda sekali dengan sistem pendidikan sekuler kapitalistik, sistem pendidikan dalam Islam bertujuan membentuk kepribadian Islam. Proses pendidikan dilakukan dengan cara pembinaan intensif, membentuk pola pikir dan pola sikap islami, tidak fokus pada nilai materi, tapi juga nilai maknawi dan nilai ruhiyah. Sehingga terbentuklah generasi yang kuat imannya, kokoh ketakwaannya, mulia akhlaknya, mampu membedakan yang benar dan salah, memperhatikan halal dan haram dalam berperilaku, al qur'an dan sunah dijadikan sebagai sandaran, Rasulullah teladan dalam menjalankan kehidupan serta mempunyai semangat juang yang tinggi untuk membela kemaslahatan umat. Tak lupa ditopang juga dengan kurikulum yang berbasis akidah Islam, menjadikan adab sebagai dasar pendidikan.


Islam juga sangat tegas terhadap pelaku bullying sehingga membuat jera, memberikan sanksi dengan adil. Perilaku bullying diharamkan dalam Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur'an surat Al Al-Hujurat ayat 11. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kaum lelaki dan perempuan mengolok-olok yang lain, boleh jadi yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah kefasikan sesudah iman, dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."


Negara (khilafah) wajib menjadi penjamin utama pendidikan, pembina moral umat dan perlindungan generasi dari kezaliman sosial.


Dengan demikian, sudah saatnya kita kembali kepada Islam kafah, yang sudah teruji memberikan ketenangan, ketentraman, kesejahteraan, kebahagiaan, rahmatan Lil 'alamin. Solusi bagi seluruh problematika kehidupan termasuk kasus bullying.


Wallahu'alam bi ash-shawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update