Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aktivisme Gen Z: Dari Viral ke Solusi Nyata Berbasis Islam

Friday, December 19, 2025 | Friday, December 19, 2025 WIB Last Updated 2025-12-19T11:43:55Z

Oleh. Afida Silmi, S.Pd

Era digital hari ini sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas terhubung dengan internet, dari belajar, bekerja, sampai bersuara soal isu sosial.Melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter, mereka leluasa mengekspresikan diri, menunjukkan minat, dan membagikan cara pandang hidup kepada publik. Namun di balik ruang yang terlihat bebas itu, muncul satu pertanyaan penting: apakah kebebasan tersebut benar-benar nyata, atau justru membuat mereka semakin terikat pada tekanan dan standar sosial yang dibentuk oleh media sosial sendiri? bersamaan dengan itu muncul juga dampak buruk yang sering tidak disadari, terutama dalam cara berpikir dan memandang hidup (https://news.detik.com/, 21/042025).

Generasi Z tumbuh di dunia digital dan sering dicap lemah atau gampang cemas. Padahal sebenarnya mereka peduli dengan hal-hal di sekitar. Contohnya, saat bencana alam terjadi di Sumatera dan sekitarnya, banyak anak muda yang langsung bergerak lewat media sosial seperti halnya membuat penggalangan dana, menyebarkan info tentang korban, sampai mengajak teman-teman ikut membantu. Walaupun lewat sosial media, aksi mereka bisa cepat menyebar dan orang lain bisa ikut peduli. Ini menunjukkan jika Gen Z nggak cuma sensitif, tapi juga punya kepedulian sosial yang nyata.

Masalahnya, ruang digital tempat Gen Z beraktivitas bukan ruang yang netral. Media sosial dan platform digital dibangun dengan logika sekuler dan kapitalistik, di mana popularitas, kebebasan tanpa batas, dan keuntungan menjadi ukuran utama. Nilai-nilai inilah yang perlahan membentuk cara berpikir generasi muda, sering tanpa disadari, di dalam ruang digital itu, memang ada banyak sisi positif. Gen Z bisa belajar dengan cepat, terhubung dengan isu global, dan melakukan aktivisme yang bersifat lokal sekaligus global. Namun bersamaan dengan itu muncul masalah serius, seperti tekanan mental, krisis identitas, dan cara pandang inklusif-progresif yang cenderung mengaburkan batas benar dan salah, termasuk dalam urusan agama.

Tidak sedikit anak muda yang akhirnya mempertanyakan ajaran agama bukan karena ingin memahami lebih dalam, tetapi karena terpengaruh narasi bahwa semua nilai bersifat relatif. Mereka pun membentuk nilai hidup sendiri yang sering kali berbeda jauh dari generasi sebelumnya, lebih mengikuti tren digital daripada tuntunan yang jelas.

Pergerakan Gen Z juga banyak yang bersifat melakukan sesuatu berdasarkan apa yang praktis atau menguntungkan, bukan karena prinsip atau tujuan jangka panjang. Aktivisme sering diukur dari seberapa ramai dukungan di media sosial, bukan dari kedalaman gagasan atau keberlanjutan solusi. Mencari validasi menjadi hal yang wajar bagi generasi digital native, tetapi jika dibiarkan, gerakan sosial mudah kehilangan arah.

Karena itu, penting untuk menyelamatkan generasi ini dari pengaruh hegemoni ruang digital yang sekuler kapitalistik. Masalah utamanya bukan pada teknologinya, melainkan pada nilai yang mendominasi dan membentuk cara berpikir, sehingga perlu ada upaya serius untuk mengembalikan arah hidup generasi muda. Cara paling mendasar untuk melakukan itu adalah dengan mengubah paradigma berpikir, dari paradigma sekuler menjadi paradigma Islam. Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi menjadi cara pandang hidup yang utuh, termasuk dalam menilai masalah sosial dan menentukan arah perubahan.

Jika pergerakan Gen Z diarahkan dengan paradigma Islam, energi dan kepedulian mereka dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan solusi yang sistematis dan ideologis. Hal ini tidak bisa berjalan sendiri, tetapi memerlukan sinergi keluarga, masyarakat, dan negara. Dalam kerangka sistem Islam, termasuk konsep khilafah, negara berperan sebagai payung yang menegakkan aturan Allah dan melindungi rakyat, sehingga setiap gerakan sosial atau perubahan dapat berjalan sesuai nilai Islam, adil, dan terarah. Dengan demikian, Gen Z tidak hanya aktif dan peduli, tetapi juga berkontribusi pada perubahan nyata yang berlandaskan prinsip Islam.

Wallahua’lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update