Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GENERASI ANTI BULLYING, HANYA SISTEM ISLAM YANG DAPAT MEWUJUDKAN

Monday, November 10, 2025 | Monday, November 10, 2025 WIB Last Updated 2025-11-10T07:12:36Z
Oleh : Ika Wulandriati, S.Tp


Kasus perundungan atau bullying di dunia pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, masih marak terjadi hingga kini. Salah satu kasus terbaru menimpa seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugrah Saputra yang meninggal dunia dan diduga menjadi korban perundungan.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, korban yang meninggal setelah terjatuh dari lantai empat gedung kampus Unud pada Rabu (15-10-2025), dinyatakan murni bunuh diri. Miris, berita kematian korban justru menjadi bahan olokan di kalangan mahasiswa. Ketika insiden tersebut mulai diselidiki, sejumlah mahasiswa Universitas Udayana menunjukkan sikap tidak berempati melalui percakapan di grup WhatsApp. Tangkapan layar percakapan ejekan terkait kematian Timothy itu tersebar di media sosial dan menuai kritik serta kecaman luas.

Setelah peristiwa itu mencuat, para mahasiswa yang bersangkutan akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kampus mencopot enam mahasiswa dari kepengurusan organisasi kemahasiswaan. Selain itu, tiga mahasiswa yang sedang menjalani koas di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah juga dipulangkan ke kampus.

Kasus bunuh diri juga pernah terjadi pada 2024. Mahasiswi PPDS Undip Aulia Risma juga mengakhiri hidupnya di kamar kos lantaran tidak tahan dengan berbagai tekanan dan perundungan yang dilakukan seniornya.

Miris sekali, kenapa kasus bullying ini terus meningkat? Kebanyakan bullying terjadi pada anak sekolahan dan dampaknya tidak bisa dianggap enteng, gangguan psikis dan cacat fisik dialami oleh korban, bahkan ada yang kehilangan nyawa, seperti kejadian  diatas.
Kasus bullying yang terus terjadi menunjukkan kegagalan sistem pendidikan saat ini.
Yang menjadi akar masalah adalah kurikulum pendidikan sekuler yang diterapkan di Indonesia saat ini,  yaitu memisahkan agama dari kehidupan, yang menjadikan para peserta didik jauh dari pemahaman Islam. Pemahaman yang didapatkan di sekolah tidak mampu menjadikan mereka memiliki kepribadian Islam, tidak berakhlak terpuji dan tidak saling menyayangi sesama teman.
Disamping itu,  lingkungan juga tidak mendukung generasi untuk berakhlak mulia, media informasi juga banyak menunjukkan kekerasan, keluarga pun sibuk dengan urusan pekerjaan (cari duit), sehingga banyak yang abai mendidik anak - anaknya, di lingkungan masyarakat pun semakin bebas/liberal dan tidak mampu menjadi teladan terbaik bagi generasi.

Oleh karena itu, penting saat ini untuk kembali kepada konsep Islam (khilafah). Khilafah akan menjamin pada setiap keluarga untuk berperan aktif mengokohkan akidah Islam dan mengamalkan syariah Islam, khilafah juga akan menerapkan kurikulum berbasis akidah Islam di setiap sekolah. Kurikulum ini terbukti mampu melahirkan generasi berkepribadian Islam dan menguasai sains dan teknologi, khilafah akan membangun media informasi Sebagai sarana edukasi dan menutup konten yang bertentangan dengan syariat, sistem sanksi pun akan diterapkan secara tegas, sehingga akan memberikan efek jera. Selain penerapan Islam secara menyeluruh, masyarakat pun melakukan Amar ma'ruf nahi Munkar kepada generasi.

Inilah jaminan sistem Islam yang mampu mewujudkan generasi Anti bullying, negara tidak hanya sekedar sosialisasi anti bullying tetapi secara paripurna menerapkan Kurikulum pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi berakhlak mulia.
Wallahu'alam bishshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update