Oleh : Ruji'in (Relawan Opini Andoolo, Sulawesi Tenggara)
"Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan". Kutipan dari pembukaan UUD 1945 alinea pertama, mengandung makna dasar filosofis kemerdekaan dan menunjukkan prinsip anti-penjajahan setiap bangsa sebagai upaya solusi perdamaian dunia.
Namun terpacu dari solusi perdamaian, yang menjadi pidato Bapak Presiden Prabowo terkait solusi dua negara untuk israel dan Palestina sebagai solusi diplomatik yang semu. Sebagimana ketika kita sandingkan dengan kutipan UUD 1945 alinea 1 sangat jauh bertentangan. Disini mengatakan adanya prinsip anti-penjajahan tapi dipidato mengatakan adanya prinsip menghormati dan memberi keamanan bagi kesejahteraan.
Sebagimana diungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto tiga kali secara eksplisit membahas solusi dua negara (two state solution) terkait konflik Israel Vs Palestina. Ia menegaskan posisi diplomatik Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina sebagai syarat utama perdamaian, sambil menawarkan pengakuan terhadap Israil jika Palestina diakui secara berdaulat (Tribunnews. Com, 21/9/2025).
Langkah Donal Trump dan rezim Zionis mengakui proposal perdamaian Gaza sesungguhnya bukan sekedar upaya untuk menghentikan perang melainkan strategi politik yang lebih halus untuk menguasai Gaza. Dengan adanya solusi kompromi ini agar perlawanan kepada gaza dapat dilemahkan. Sehingga mereka dapat membangun kontrol yang baru kepada rakyat gaza. Usulan dua negara ini merupakan bentuk keputusasaan AS atas keteguhan gaza. Hal ini membuktikan bahwa solusi dua negara merupakan jebakan politik.
Israel adalah penjajah sekaligus perampok tanah rakyat Palestina. Mereka mendirikan negara diatas tanah milik rakyat Palestina. Mengakui israel sama dengan mengakui penjajahan. Dan penjajahan adalah tindakan ilegal terhadap hak dasar setiap bangsa untuk merdeka. Oleh karena itu, solusi dua negara hanya akan mengukuhkan pengakuan terhadap isreal dan solusi yang tidak pernah menyelesaikan penjajahan.
Solusi dua negara (two state solution) yang katanya merupakan jalan damai antara israel dan Palestina. Tapi kita lupa, bahwa yang satu menjajah dan yang satu sebagai terjajah. Solusi damai yang ditawarkan penjajah sangat tidak rasional. Karena itu hanyalah ilusi politik. Palestina dipaksa untuk terima sebagian kecil tanahnya sendiri sementara penjajah zionis trus memperluas wilayah dengan tembok, militer, dan pemukiman ilegal sebagai perampasan zionis. Dan ironisnya sebagian pemimpin-pemimpin muslim ikut menormalisasikan hubungan. Termasuk pasang foto bareng zionis atau bersama presiden Amerika seolah itu simbol perdamaian. Padahal itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap darah para syuhada yang gugur ditanah suci membela Al-aqsa.
Pengakuan israel atas solusi dua negara merupakan bentuk menciderai rasa keadilan bagi Palestina. Gaza telah mengalami pengusiran, perampasan, bahkan pembunuhan. Ini merupakan penjarahan wilayah secara brutal oleh zionis kepada Palestina. Alih-alih negara besar muslim mau membebaskan gaza, sebagian dari mereka malah mengulurkan tangan untuk membuka hubungan diplomatik dengan entitas yahudi. Inilah bukti kegagalan kepemimpinan dalam sistem sekuler yang tidak bertumpu pada hukum Allah. Allah memerintah kaum muslim untuk melakukan perlawanan terhadap pihak yang mengusir dan memerangi mereka. Dalam Q. S. Al Baqarah:191 , yg artinya:" Perangilah mereka dimana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian."
Islam tidak mengakui Perserikatan kecuali ukhuwah islamiyah. Islam mendorong umatnya untuk bersatu menolong kepada sesama saudaranya muslim tanpa melihat ras, suku dan bangsa. Syaikh Taqiyuddin An-nabhani dalam kitab ask-syakhsiyah al-islamiyah mengatakan bahwa jihad adalah fardu 'ain saat kaum muslim diserang oleh musuh. Dalam konteks Palestina fardhu 'ain ini bukan hanya berlaku untuk muslim disana tetapi juga berlaku untuk sekitar Palestina. Karena berdiam diri merupakan pengkhianatan yang besar dihadapan allah. Umat sangat membutuhkan kepemimpinan Islam global yaitu khilafah yang akan melindungi setiap wilayah dan tidak akan membiarkan darah muslim jatuh ditangan yahudi. Sebagaimana rosul bersabda: "imam atau khalifah adalah perisai orang-orang berperang dibelakangnya dan berlindung dengan dirinya". (H.R. Muslim)
Waallahu 'alam Bish-Shawab

No comments:
Post a Comment