Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gedung Pondok Pesantren Ambruk, Tanggung Jawab Siapa ?

Monday, October 13, 2025 | Monday, October 13, 2025 WIB Last Updated 2025-10-12T23:10:17Z

 


Oleh : Lia Ummu Adibah

(Pegiat Literasi) 


Pondok Pesantren seharusnya menjadi tempat yang paling tepat dan aman bagi para penuntut ilmu. Namun, sayangnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Alhasil, kini menjadi keraguan tersendiri bagi para orang tua untuk menjadikan tempat yang aman untuk anak-anak. Terlebih, setelah kejadian di Pon-Pes Al-Khaziny ambruk yang banyak memakan korban jiwa.


Dilansir dari Detik News Jakarta, Minggu 5 Oktober 2025, Pon-pes Al-khaziny buduran Kab, Sidoarjo, Jawa timur. Gedungnya runtuh disaat anak-anak melaksanakan sholat Ashar. Pondok ini terkenal sebagai pondok tertua yang berdiri dari lebih seabad dan menjadi pusat pengajian besar di daerah selatan kota. Pondok ini berdiri selama 125 Tahun. 


BNPP mengupdate data jumlah korban yang meninggal dunia 37 orang, bahkan masih ada 26 orang tertimbun reruntuhan, ujar Deputi bidang Penangganan. Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan juga meminta tim ahli dari institut teknologi Surabaya untuk melakukan investigasi vorensik struktur bangunan secara menyeluruh sehingga bisa memberikan proses evakuasi. Karena dikhawatirkan evakuasi puing- puing bisa merusak bangunan lainya. Proses evakuasi berakhir pada hari Selasa 7 Oktober 2025 tim gabungan mengevakuasi 1721 korban dimana 104 orang diantaranya selamat. Sementara sebanyak 67 orang meninggal dunia. 


Dari fakta tersebut, yang lebih menarik perhatian dibalik reruntuhan pondok Al-khazany ditemukan mobil mewah yaitu merk mercy yang ringsek. Penyelidikan polisi Arif Prakoso mengungkapkan bahwa tragedi ini bukan semata takdir melaikan ada kejahatan yang disembunyikan dibalik nama amal, tapi diduga kuat ada praktik korupsi. Dimana, dibawah reruntuhan tersebut ada mobil merk mercy yang terkena imbasnya. Mobil tersebut merupakan mobil milik pimpinan pondok. Dari hasil penyelidikan juga diketahui bahwa bangunan ponpes ini tanpa izin dari tim administrasi BB, gedung tidak terdaftar di diknas perizinan. Bukan hanya itu pengecoran yang dilakukan berlapis lapis tanpa menunggu pengeringan yang sempurna.


Inilah fakta suatu kelalaian yang dilakukan pihak pondok sehingga gedung mushollah runtuh akibat bangunan yang tidak kuat dan pengawasan yang buruk. Mereka tidak lagi memperhatikan dan mempertimbangkan kelayakan suatu bangunan. Dana yang masuk di kas rekening bendahara, umumnya para wali santri dan donatur yang terbatas. Tapi pihak pihak yang rakus dengan dunia, mereka memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan mereka sendiri. Pihak penyelidikan melakukan pemeriksaan kembali, laporan keuangan yayasan didalam berkas manual dan sebagian lainya. Dikomputer lama yang nyaris tak pernah dihidupkan, setelah menelusurinya ditemukan rekap donasi dari berbagai sumber, yaitu wali santri, alumni dan lembaga bantuan lainya. Angka totalnya luar biasa besar, tapi catatan pengeluaran hanya menunjukkan sebagian kecil digunakan untuk pembangunan. Sementara, dana pendukung kesejahteraan pengasuh jumlahnya ratusan juta, dan tanggal pencairannya bersamaan dengan waktu pengecoran, ujar Arif Prakoso 7 Oktober 2025.


Inilah potret kehidupan sekarang, tidak memperhatikan lagi halal dan haram. Mereka hanya ingin mencari kehidupan dunia semata. Sistem sekuler yang mendukung mereka. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan. Mereka mengikuti hawa nafsunya. Yang mana seharusnya pemerintah menjadi tanggung jawab terhadap penyediaan fasilitas pendidikan. Namun hanya dibebankan kepada masyarakat. Ini sangat miris potret kehidupan disistem sekuler sekarang. Negara lepas tangan dari sesuatu yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka. 


Disaat ini hanyalah sistem Islam yang bisa diharapkan. Dimana, negara wajib memenuhi kebutuhan rakyatnya. Termasuk layanan pendidikan. Semua lapisan masyarakat dapat mengakses layanan pendidikan, baik itu tingkat dasar, menengah atas, dan perguruan tinggi. Pendidikan dinikmati masyarakat dengan gratis baik masyarakat muslim maupun non muslim. 


Dalam Islam negara menyediakan berbagai fasilitas pendidikan dengan standar keamanan dan kenyamanan serta kualitas yang baik. Negara akan mencegah berbagai upaya yang menjadikan pendidikan sebagai bisnis atau komuditas ekonomi, sebagaimana yang terjadi saat ini. Negara Islam wajib menyediakan sarana prasarana pendidikan yang berkualitas bagi setiap warga negara. Negara Islam juga memberikan alokasi keuangan penuh dari Baitul maal dan mendorong individu yang kaya untuk mewakafkan hartanya dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.


Adapun tujuan pendidikan dalam Islam adalah untuk mewujudkan generasi berkepribadian Islam, disamping penguasaan ilmu pengetahuan,sains dan teknologi. Sehingga output pendidikan dalam Islam akan menghasilkan peserta didik yang kokoh keimanan dan keilmuannya. Dengan begitu, pastinya akan lahir generasi cemerlang pemimpin peradaban. Semoga saja sistem Islam segera tegak dan masyarakat dapat merasakan lahirnya pemimpin peradaban. Wallahu'alam bisshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update