Oleh : Nina Iryani S.Pd
Presiden Prabowo Subianto mengatakan masih banyak koruptor yang mencuri uang rakyat dan kekayaan negara dalam jumlah yang sangat besar. Hal itu disampaikan langsung Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila di Gedung Pancasila.
Prabowo juga mengajak seluruh pihak yang diberi kepercayaan oleh rakyat untuk dapat kembali ke nilai-nilai Pancasila. Ia kemudian mengancam tidak akan segan-segan memberhentikan pejabat yang menyeleweng.
Dilansir dari kompas.com, presiden Prabowo Subianto meminta agar jangan menjadikan Pancasila sebagai mantra atau bahkan hanya sebagai slogan. Hal ini ditegaskan Prabowo saat memimpin upacara peringatan hari lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementrian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2025).
"Jangan Pancasila menjadi mantra, jangan Pancasila menjadi slogan," ujar Prabowo.
Prabowo lantas menyinggung bahwa kegagalan menerapkan Pancasila dalam praktek bernegara menjadi akar dari banyak permasalahan nasional, termasuk korupsi, penyelewengan kekuasaan serta ketimpangan sosial.
Sejak dikeluarkannya keputusan Presiden nomor 24 tahun 2016, pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Tanggal ini merujuk pada pidato Ir Soekarno si hadapan sidang BPUPKI, saat ia untuk pertama kalinya menyampaikan gagasan "philosophisch grondslag" atau "landasan filosofis" untuk negara Indonesia merdeka yang akan didirikan yang akan diberi nama "Pancasila". Namun penetapan ini perlu di kaji ulang secara hukum tata negara dan logika legislasi, karena justru Pancasila yang sah dan mengikat secara konstitusional baru lahir pada 18 Agustus 1945.
Pancasila yang notabene:
1. Ketuhanan yang maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
4. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Harusnya Tuhan Esa itu hanya Allah, adil, bersatu dan keadilan yang merakyat merata dan sempurna.
Kenyataan nya agama dan kepercayaan bahkan aliran-aliran sesat membanjiri negeri ini hingga menyisakan korban kejahatan akibat mengikuti arahan yang tidak jelas. Belum lagi umat yang tidak bersatu akibat nation state yang kemerdekaan didambakan hanya untuk Indonesia, adil dan sejahtera hanya untuk Indonesia. Sibuk melulu menatap Pancasila dan UUD yang tiada henti mendatangkan kebijakan-kebijakan baru, merevisi dan pertemuan yang tidak membuahkan hasil hingga ke akarnya Indonesia sendiri sibuk dengan urusan korupsi tiada henti, miskin ekstrim, sulit lapangan pekerjaan, krisis ekonomi, krisis ilmu bahkan krisis moral.
Dengan peringatan hari lahir Pancasila ternyata belum membuahkan perubahan yang diharapkan. Semua sekedar seremonial belaka. Sistem sekuler kapitalis mengusung Pancasila dan UUD yang katanya agar rakyat sejahtera, nyata nya kesengsaraan terus menerus makin menjepit.
Semua kata-kata yang tertuang dalam Pancasila dan UUD sekedar kata-kata manis yang dibaca setiap upacara peringatan dan hari Senin upacara bendera. Nyatanya segalanya hanya ilusi.
Allah SWT berfirman:
Dan berpegang teguh lah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka. Lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk"
(TQS. Ali Imran ayat 103).
Rasulullah SAW bersabda:
"Dan barangsiapa yang berperang dibawah bendera kejahilan, ia marah karena Ashobiyah, lalu ia dibunuh maka kematiannya adalah kematian orang yang jahil"
(H.R Muslim).
Allah SWT berfirman:
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka"
(TQS. Al-Maidah ayat 49).
Artinya bahwa:
1. Hukum terbaik untuk memutuskan segala perkara harusnya menggunakan hukum-hukum Allah.
2. Dengan kita hanya mengharap kebaikan untuk Indonesia saja, negeri muslim yang lain tidak kita harapkan kebaikannya maka termasuk nasionalisme, egois, apatis dan Ashobiyah yang jelas dilarang Allah dan Rasulullah. Sebab sesama muslim adalah satu tubuh dan kita 3/4 belahan bumi ini pernah bersatu atas perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat serta Khulafaur Rasyidin para ksatria Allah selama 13 abad. Dan janji Allah kita 3/4 belahan bumi ini seluruh kaum muslimin sedunia akan bersatu kembali dalam satu bendera yaitu:
"Laa ilahailalloh muhammadarrosululloh"
3. Keadilan serta sejahtera harusnya bukan hanya untuk Indonesia tapi seluruh umat manusia baik muslim maupun non muslim yang pernah terjadi saat Islam berjaya selam 13 abad silam dengan penerapan Islam kaffah hingga bahagia seluruh umat dibawah perlindungan Islam dunia akhirat.
Oleh karena itu kita sama-sama perbanyak menimba ilmu, dakwahkan melalui lisan dan perbuatan, perjuangkan penerapan Islam kaffah yang akan tegak kembali seperti janji Allah kepada keluarga, masyarakat dan pemerintah agar kita semua sejahtera dunia akhirat.
Wallahu 'alam bissawab

No comments:
Post a Comment