Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Generasi Rusak Dalam Penerapan Sistem Pendidikan Kapitalisme

Wednesday, May 28, 2025 | Wednesday, May 28, 2025 WIB Last Updated 2025-05-28T12:20:10Z

 

Generasi Rusak Dalam Penerapan Sistem Pendidikan Kapitalisme

Oleh : Nanik Listiana


            Di tengah gempuran globalisasi dan kemajuan teknologi, kita menyaksikan krisis generasi yang kian nyata. Publik baru-baru ini tengah dihebohkan dengan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Alih-alih menjadi pondasi utama peradaban yang membentuk karakter dan kecerdasan yang utuh, pendidikan hari ini justru direduksi menjadi mesin pencetak tenaga kerja.

 Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pun buka suara menanggapi hal ini. Dalam keterangan resminya, panitia SNPMB menyayangkan dan mengutuk kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025. Pasalnya, hal ini dianggap mencederai prinsip keadilan, integritas dan kejujuran yang menjadi dasar seleksi nasional.


  “Panitia SNPMB menjamin bahwa paket soal UTBK sudah disiapkan sejumlah sesi yang diselenggarakan sehingga tidak ada soal yang sama”. (Beritasatu.com, 25/4/2025). Pada hari pertama UTBK SNBT, Rabu (23/4/2025) tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menemukan ada sembilan kasus kecurangan. Lalu, pada hari Kamis (24/4/2024), tercatat ada lima kasus. Mereka mengambil soal dengan bermacam-macam cara dan sarana teknologi baik dengan perantara hardware atau software. Contohnya pakai HP recording desktop dan lainnya maupun cara konvensional,” Kata Eduart. (Kompas.com, 25/4/2025).

Dampak Pendidikan Kapitalisme


     Pemanfaatan Teknologi untuk mengakali test UTBK menggambarkan buruknya akhlak calon mahasiswa. Hal ini dikuatkan oleh survey KPK, yang menyebutkan banyak siswa SMA dan mahasiswa yang menyontek. Hal ini juga mengukuhkan gagalnya sistem Pendidikan dalam mewujudkan generasi berkepribadian Islam dan memiliki keterampilan. Selain itu juga menggambarkan hasil menjadi orientasi, abai pada halal dan haram. Hal ini adalah buah dari sistem hidup saat ini yang berlandaskan kapitalisme, yang menjadikan ukuran keberhasilan atau kebahagiaan berorientasi pada hasil maupun materi. Oleh karena itu sudah tampak jelas bahwa generasi tidak perduli bagaimana proses yang dilakukan asalkan bisa mendapatkan nilai yang bagus dan unggul yang nantinya akan menghasilkan materi maka itu menjadi sah-sah saja. Maka seperti itulah sistem kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan dan paham yang mementingkan keuntungan materi saja. Akibat dari penerapan sistem kapitalisme di negeri ini banyak melahirkan manusia yang miskin iman, dan jauh dari nilai-nilai agama. Mereka tidak memahami bahwa setiap perbuatan yang dilakukan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.


Berbeda dengan kapitalisme, dalam sistem Islam negara wajib mengurus rakyatnya. Negara peduli terhadap pembentukan kepribadian warga negaranya untuk menjadikan kepribadian yang taat dan bertakwa. Negara memberikan sistem pendidikan Islam melalui pendidikan sekolah dengan kurikulum berlandaskan pada akidah Islam yang akan mencetak generasi unggul berkepribadian Islam, terikat pada syariat Allah, memiliki ketrampilan yang handal, dan menjadi agen perubahan. Islam juga menjadikan ukuran kebahagiaan adalah keridhoan Allah. Negara Islam akan menjaga agar setiap individu senantiasa terikat dengan aturan Allah. Dengan kuatnya kepribadian islam, kemajuan teknologi pun akan dimanfaatkan sesuai dengan tuntunan Allah, dan untuk meninggikan kalimat Allah. Selain melalui pendidikan di sekolah, pendidikan Islam juga melalui pendidikan keluarga. Sehingga keluarga akan merasakan suasana damai karena di dalam keluarga tercipta kasih sayang dan ketakwaan. Lingkungan keluarga yang seperti ini nantinya akan membentuk karakter generasi yang cemerlang, berakhlak karimah dan bertindak sesuai syariat Islam. 


Sistem Islam akan membentuk generasi yang nantinya berpola pikir dan bersikap sesuai dengan aturan Islam. Sedangkan sistem kapitalisme melahirkan generasi yang rusak, liberal, berpikiran pragmatis dan jauh dari nilai agama. Tidak lagi mementingkan halal dan haram. Oleh karena itu, dengan menerapkan sistem Islam akan menciptakan masyarakat yang bertakwa dan bermartabat.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update