Oleh: Anindya Vierdiana
Baru-baru ini pengguna media sosial dikejutkan dengan munculnya grup di FB _Fantasi Sedarah_ yang mencapai 32 ribu anggota sejak dibuat 24 Agustus 2024 lalu. Munculnya grup ini menghebohkan jagat Maya dan memancing perdebatan di berbagai platform media sosial.
Grup fantasi sedarah ini berisi konten-konten Inses dan beberapa unggahan berisi fantasi seksual yang objeknya adalah anak-anak. Konten tersebut termasuk dalam kejahatan pornografi anak atau Child Sexual Exploitation Material (CESM).
Bareskrim Polri dan penyidik Direktorat Siber Polda Metro Jaya membongkar kasus grup Facebook 'Fantasi Sedarah' dan 'Suka Duka'. Enam pelaku telah ditangkap.
Enam pelaku yang ditangkap adalah admin grup serta member aktif yang mengunggah foto dan video pornografi anak di bawah umur dan perempuan. Barang bukti yang disita antara lain komputer, handphone, SIM card, dokumen video, dan foto.
"Diamankan penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Metro pada Sabtu, 17 Mei, di Jawa Barat," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (21/5/2025 detik.news).
Grup fantasi sedarah yang muncul saat ini merupakan fakta yang mengerikan, bahwa betapa rendahnya pola pikir dan menjijikannya perilaku kaum laknat ini. Bayangkan, kehidupan keluarga yang seharusnya dilingkupi dengan keamanan, kenyamanan, kasih sayang dan cinta namun harus terenggut oleh perilaku bak binatang yang dilakukan anggota keluarganya sendiri.
Mengapa perilaku Inses dapat muncul?
Ini adalah akibat dari kesalahan dalam memahami perspektif kehidupan yaitu memisahkan antara agama dan kehidupan (sekulerisme).
Bercokolnya sekulerisme dan kapitalisme dalam kehidupanlah yang memberi pengaruh dalam perilaku dewasa ini. Oleh karenanya, tidak heran jika perilaku Inses sampai muncul dan menjadi suatu kejahatan di dalam keluarga.
Sistem kapitalisme membawa kita pada kehidupan yang hanya mengedepankan kepuasan materi dan fisik saja, sementara sudah jelas jika sekuler membuat kita semakin jauh dari sang pencipta. Bahkan tak peduli dengan pengawasanNya.
Hal ini juga bisa dilihat dari pandangan orang-orang barat penganut ideologi kapitalisme dan orang-orang timur penganut ideologi komunisme, yang mana mereka menganggap hubungan antara pria-wanita hanya sebatas hubungan seksual. Bukan pandangan dalam tujuan untuk melestarikan jenis. Maka mereka dengan diiringi nafsu, sengaja melahirkan fakta-fakta yang terindera dan pikiran-pikiran yang sarat hasrat seksual, dengan ambisi untuk menggugah naluri seksual demi mendapatkan kepuasan.
Dalam pandangan orang-orang seperti ini, bahwa ketiadaan pemuas naluri dapat membahayakan bagi manusia, baik fisik, psikis dan akalnya. Maka sampai dibuat oleh mereka konten-konten pembangkit syahwat. Inilah potret masyarakat kapitalisme sekulerisme, yang dipikirkannya hanya keuntungan materi dan kepuasan diri.
kemudian banyaknya aktivitas pemicu syahwat seperti campur baur antar pria-wanita ini seolah sudah menjadi gaya hidup, tak ada aturan syar'i yang membatasi pergaulan sehingga kemungkinan-kemungkinan terjadinya kemaksiatan tinggi. Padahal aktivitas-aktivitas seperti itu menyebabkan rusaknya pikiran dan fantasi kotor yang merusak naluri berkasih sayang.
Kondisi di tengah-tengah masyarakat inilah yang melahirkan kenyataan pola pemikiran rendahan dan menjijikan, layaknya grup fantasi sedarah di Facebook. Allah menciptakan manusia disertai dengan gharizah nau (naluri berkasih sayang) agar mereka memiliki rasa cinta kasih. Dan disalurkan pada yang Allah ridhoi, dengan tujuan supaya manusia dapat melestarikan jenis. Bukan malah menjerumuskan diri dalam perbuatan yang dibenci Allah seperti ini.
Allah SWT berfirman :
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada hal itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
(QS.Ar Rum:21)
Pada dasarnya rasa kasih sayang itu sangat penting dalam membangun suatu hubungan. Baik itu terhadap pasangan, anak, orang tua, keluarga ataupun kepada sesama. Dan Allah telah memerintahkan kepada manusia untuk membangun rasa sayang dengan tepat. Seperti halnya kasih sayang orang tua terhadap anak, di mana anak merupakan amanah yang harus di rawat, dilindungi, di bimbing, diberi curahan kasih sayang.
Begitupun anak kepada orang tua.
Maka sandarannya adalah Al-Qur'an yang dijadikan sebagai tolok ukur dalam melakukan suatu perbuatan. Dengan begitu, peristiwa Inses tidak akan ada, sebab tau bahwa inses merupakan dosa besar. Kemudian baik keluarga dan masyarakat pun akan sama-sama memandang inses sebagai perbuatan hina lagi menjijikan.
Namun dalam memberantas dan meniadakan Inses tidak hanya di butuhkan peran masyarakat secara individu saja. Melainkan di perlukan peran negara, sebab negara sebagai institusi pelaksana dan penjaga hukum syara.
Maka yang dapat menumpas praktik Inses secara tuntas adalah negara yang mengadopsi sistem Islam.
Buang sistem kufur sekuler kapitalisme dan beralih ke sistem Islam, niscaya konten-konten maupun aktivitas pemicu pelampiasan syahwat menyimpang akan tiada. Masyarakat akan hidup sesuai dengan fitrahnya dan melakukan berbagai aktivitas dalam keridhoan Allah. Wallahu a'lam bishawaab

No comments:
Post a Comment