Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anshorulloh yang Yakin dan Ikhlas

Monday, May 19, 2025 | Monday, May 19, 2025 WIB Last Updated 2025-05-19T13:24:12Z
Anshorulloh yang Yakin dan Ikhlas

Oleh : Nina Iryani S.Pd


Anshorulloh adalah penolong agama Allah, berbuat amar makruf nahi mungkar, berusaha berjuang demi tegaknya kembali kehidupan Islam dimana seluruh hukum-hukum Allah diterapkan sempurna.


Allah SWT berfirman:


"Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah lah kesudahan segala urusan"

(TQS. Lukman ayat 22).


Allah SWT berfirman:


"Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya)"

(TQS. Al-Anfal ayat 51).


Allah SWT berfirman:


"Allah memberikan hikmah kepada yang dikehendaki-Nya. Siapapun yang diberi hikmah, sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat"

(TQS. Al-Baqarah ayat 269).


Allah SWT berfirman:


"Dibumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang yakin, dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"

(TQS. Az-Zariyat ayat 20-21).


Allah SWT berfirman:


"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"

(TQS. Al-Anbiya ayat 30).


Allah SWT berfirman:


"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya, melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh Allah maha pengasih, maha penyayang kepada manusia"

(TQS. Al-Baqarah ayat 143).


Allah SWT berfirman:


"Dan tahukah kamu apa Saqar itu? Ia tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Yang menghanguskan kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat. Dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin. Agar orang yang beriman bertambah imannya. Agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan agar orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata) 'apakah yang di kehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?' demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada orang-orang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia"

(TQS. Al-Muddatsir ayat 27-31).


Allah SWT berfirman:


"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku"

(TQS. Az-Zariyat ayat 55).


Allah SWT berfirman:


"Sesungguhnya Kami menurunkan kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak. Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya"

(TQS. Az-Zumar ayat 2).


Allah SWT berfirman:


"Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan merasa ridha dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan (kehidupan itu) dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya di neraka karena apa yang telah mereka lakukan"

(TQS. Yunus 7-8).


Menjadi pengemban dakwah, sebagai anshorulloh memang tidak mudah. Apalagi di tengah era gempuran sekuler kapitalis yang terus menghimpit ekonomi, merusak tatanan individu, keluarga, masyarakat dan negara. Dimana segalanya dipersulit. Hanya memudahkan oligarki, pejabat dan para pemilik modal semata. Pendidikan mahal, kesehatan mahal, biaya hidup meningkat, sulitnya lapangan pekerjaan (persyaratan dan birokrasinya), melonjaknya harga-harga pokok. Sandang, pangan dan papan yang makin sulit terjangkau. Minim nya moralitas yang baik, legalisasi miras, meningkatnya tindak kejahatan, tawuran dimana-mana, narkoba, sex bebas, LGBT yang semakin terang-terangan, meningkatnya stress, depresi bahkan bunuh diri.


Dunia ini memang tidak baik-baik saja. Kalau bukan kita yang memperjuangkan keadaan lebih baik, siapa lagi?


Tanpa iman yang kuat kita rapuh, tanpa keyakinan dan keikhlasan untuk berjuang kita mudah terkontaminasi orang-orang yang rugi, tanpa perjuangan dan dakwah menjadi anshorulloh kehidupan makin suram.


Dakwah atau tidaknya kita, kita tetap akan mati. Berjuang untuk agama Allah atau tidak, kita tetap dihisab. Bergabung dengan jamaah dakwah atau tidak, Allah tetap janjikan akan ada generasi gemilang, tangguh dan kembalinya kehidupan Islam ala Rasulullah SAW tetap akan terlaksana. 


Maka tugas kita:


1. Terus menimba ilmu. 

2. Terus ajak keluarga, masyarakat dan negara untuk berjuang dan menerapkan kehidupan Islam ala Rasulullah SAW demi kehidupan dunia akhirat yang lebih baik.

3. Yakin dan ikhlas atas segala pengorbanan karena Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan kita.

4. Tidak pernah ada sedikit pun usaha kita yang luput dari pandangan Allah, maka teguh dan Istiqomah lah meski banyak rintangan menghadang.


Solusi untuk segala masalah adalah Islam. Aturan terbaik untuk sejahtera dunia akhirat adalah aturan Allah. Bahkan janji Allah adalah kepastian. Yakni tegak nya kembali kehidupan Islam seperti masa Rasulullah SAW.


Wallahu 'alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update