Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keluarga Tak Lagi Aman, Siapa yang Bisa Diandalkan?

Sunday, March 09, 2025 | Sunday, March 09, 2025 WIB Last Updated 2025-03-09T12:20:24Z

Keluarga Tak Lagi Aman, Siapa yang Bisa Diandalkan?

Oleh: Annisa Putri, S.Pd

 (Pendidik)


Ketua Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait menyebut kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah. Sepanjang 2024 hingga bulan Februari 2025, Komnas Perlindungan Anak sudah menerima sebanyak 4.388 kasus pengaduan hak anak. 


Dari data tersebut, paling banyak kasus yaitu  kekerasan seksual sebanyak 2457 atau 56 persen. Sedangkan berdasarkan tempat kejadian kekerasan terhadap anak, lingkungan Keluarga terdekat paling mendominasi, yaitu sebesar 60 persen. (metrotvnews.com)


Selaras dengan fakta diatas, baru-baru ini seorang remaja berusia 14 tahun yang masih menempuh pendidikan SMP di Samarinda, diduga menjadi korban persetubuhan. Peristiwa tersebut terungkap saat seorang anak mendatangi polsek untuk membuat laporan atas dugaan persetubuhan.  


Anak ini datang seorang diri untuk melaporkan dugaan persetubuhan oleh orang terdekatnya. Korban sudah memberi tahu ayahnya, tetapi ayahnya tidak mau memberikan keadilan, makanya dia kecewa, sehingga memberanikan diri datang ke polsek untuk melaporkan hal itu. (korankaltim.com)


Keluarga Tak Lagi Aman


Sungguh miris melihat realita yang ada, keluarga yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan aman dari berbagai bahaya dan ancaman, namun kini nampak perannya mulai terkikis justru orang-orang terdekat dalam keluargalah yang menjadi predator kejahatan bagi anak-anak. Dengan banyaknya kasus yang bermunculan, tentu hal ini bukan lagi masalah individu atau keluarga saja melainkan soalan sistemik, ada sesuatu yang mengaruskan keluarga hari ini menjadi krisis keamanan dan kepercayaan.


Pada kenyataanya, dunia saat ini sedang dalam kungkungan ide Kapitalisme Sekuler tak terkecuali tanah air. Pemikiran yang datang dari Barat inilah yang memporak-porandakan keimanan umat Islam. Alhasil, terbentuklah pribadi-pribadi yang bebas, menjalani kehidupan tanpa aturan agama, tak lagi memandang halal-haram. Sehingga wajar berani untuk melakukan hal-hal yang keji.


Selanjutnya, ide kapitalis-sekuler  merasuk pada semua lini kehidupan termasuk keluarga. Merapuhkan fungsi sentral didalamnya, sosok Ibu dan Ayah tidak lagi maksimal sebagai penjaga Anak, bahkan lahirlah generasi fatherless, di mana keluarga seakan tidak memiliki sosok ayah. Ayah pun gagal menjadi ayah.


Berikutnya, bisa kita lihat hari ini dalam sistem Kapitalisme Sekuler Keluarga atau orang terdekat tidak menjamin perlindungan terhadap anak. Belum lagi lingkungan yang individualis, tidak adanya amar ma'ruf nahi munkar sehingga kemaksiatan merajarela karena tidak adanya kontrol masyarakat. Ditambah nampak belum maksimalnya negara menjadi pelindung dan perisai yang memberikan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan rakyatnya.


Dengan demikian, amatlah bahaya jika persoalan ini dibiarkan terus menerus, harus segera dibenahi. Dibutuhkan support sistem oleh negara. Bukan hanya ketika terjadi kasus tapi terkait dengan perlindungan berupa ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan aturan oleh negara. Namun, sayangnya hal itu sulit diwujudkan selama Kalpitalisme Sekuler masih mengekang saat ini. 


Islam Solusi Hakiki


Dalam paradigma Islam, negara adalah khodim al ummah. Yakni pelayannya umat mengurusi kepentingan dan kemaslahatan umat. Negara bertugas memberi jaminan dan pelayanan, menjamin penghidupan, kesejahteraan, keamanan, serta kebutuhan dasar rakyat. Termasuk tentu memberikan perlindungan optimal pada anak-anak.


Adapun terkait penanganan jika terjadi kemaksiatan atau kerusakan seperti pelecehan seksual, Islam pun mengaturnya. Sistem Islam  memiliki sistem sanksi yang tegas bagi siapa saja pelaku kejahatan seksual, pun sanksi tersebut memberikan efek jera bagi pelaku dan orang sekitar, sehingga akan meminimalisir terulangnya kembali kejahatan serupa.


Berikutnya tak lupa, Islam memiliki sistem kontrol sosial berupa amar makruf nahi munkar. Saling menasihati dan mengingatkan dalam ketakwaan, tidak membiarkan suatu kemaksiatan terus menerus dilakukan. Sehingga terbangun suasana keimanan yang tinggi kepada Allah. Dengan begitu,  bisa kita pahami bersama bahwa hanya Islam lah yang bisa diandalkan untuk terwujudnya keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupan manusia. Wallahu’alam bisshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update