Oleh: Qoulan Sadida
(Aktivis Muslimah)
Di tengah gemuruh perubahan zaman, Generasi Z yang sering disebut sebagai generasi digital, menghadapi tantangan yang tak terelakkan dalam memahami dan berpartisipasi dalam sistem politik. Demokrasi, yang selama ini dianggap sebagai pilar utama dalam tata kelola negara, mulai menunjukkan retakan yang mengkhawatirkan. Demokrasi, dengan segala janji manisnya tentang kebebasan dan keadilan, sering kali hanya menjadi ilusi yang menipu. Sistem ini, yang seharusnya mengedepankan suara rakyat, justru kerap kali dimanipulasi oleh segelintir elit yang haus kekuasaan. Dalam demokrasi, suara mayoritas sering kali menenggelamkan kebenaran dan keadilan, menciptakan tirani baru yang lebih halus namun mematikan. Gen Z, sebagai generasi penerus, perlu disadarkan akan kenyataan pahit ini.
Pendidikan politik Islam menawarkan solusi yang lebih adil dan beretika. Dalam Islam, politik bukan sekadar permainan kekuasaan, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran. Sistem politik Islam, yang berlandaskan pada syariat, menawarkan keadilan yang sejati karena hukum yang diterapkan adalah hukum Allah, bukan hasil rekayasa manusia yang penuh dengan kelemahan dan kepentingan pribadi.
Demokrasi adalah kapal yang tampak megah dari luar, namun lambungnya penuh dengan lubang yang siap tenggelam kapan saja. Sementara itu, politik Islam adalah kapal yang mungkin tampak sederhana, namun kokoh dan mampu menghadapi badai dengan tenang. Gen Z perlu diajarkan untuk memilih kapal yang benar, agar mereka tidak tenggelam dalam ilusi demokrasi yang rapuh.
Pendidikan politik Islam seharusnya melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama dan pakar politik Islam yang kompeten. Selain itu, teknologi dan media sosial yang akrab bagi Gen Z harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pengetahuan ini secara luas dan efektif.
Kritik terhadap demokrasi juga harus disampaikan dengan cara yang konstruktif dan berbasis fakta. Misalnya, fakta bahwa banyak negara demokrasi yang justru mengalami ketidakstabilan politik dan ekonomi bisa dijadikan contoh untuk menunjukkan kelemahan sistem ini. Gen Z perlu diajarkan untuk berpikir kritis dan tidak menerima begitu saja apa yang disajikan oleh media atau pihak-pihak yang berkepentingan.
Selain itu, penting untuk menyoroti bagaimana demokrasi sering kali gagal dalam memberikan solusi yang nyata bagi masalah-masalah sosial dan ekonomi. Banyak negara yang mengklaim diri sebagai demokrasi maju, namun masih bergulat dengan masalah kemiskinan, ketidaksetaraan, dan korupsi. Gen Z perlu memahami bahwa sistem politik yang ideal bukan hanya tentang kebebasan memilih, tetapi juga tentang bagaimana sistem tersebut mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat.
Pendidikan politik Islam bukanlah upaya untuk menakut-nakuti atau memaksakan pandangan tertentu. Ini adalah ajakan untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas dan mendalam. Dengan memahami politik Islam, Gen Z akan menyadari bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengelola negara dan masyarakat. Mereka akan melihat bahwa keadilan, dan kesejahteraan, dan beretika bukanlah hal yang mustahil dicapai.
Untuk mewujudkan perubahan yang hakiki, Gen Z harus bergabung dengan partai politik yang sahih. Kriteria parpol sahih meliputi:
1. Ideologi Sahih (Islam): Ideologi yang menjadi ikatan yang menghimpun para anggotanya.
2. Konseptual Politik yang Jelas: Mengadopsi fikrah politik tertentu untuk menjalankan perubahan.
3. Metode Perubahan yang Teruji: Langkah-langkah perubahan yang relevan dengan problem sistem.
4. Anggota yang Berkesadaran Benar: Bukan sekadar karena ketokohan, kepakaran, atau jabatan.
Penting untuk membangun narasi kepada pemuda agar menghentikan kepercayaan kepada partai-partai sekuler, apapun basis massa yang dimiliki. Partai-partai sekuler telah terbukti gagal dalam memperbaiki kehidupan masyarakat dan negara. Oleh karena itu, Gen Z harus diarahkan untuk bergabung dengan partai politik yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk mewujudkan tata dunia baru yang lebih adil dan beretika.
Negara memiliki tanggung jawab besar dalam mengadakan pendidikan politik Islam kepada para pemuda. Khilafah akan melakukan pendidikan politik Islam kepada Gen Z, karena politik dalam Islam adalah satu kebutuhan dan umat Islam, termasuk Gen Z, wajib berpolitik sesuai dengan tuntunan Islam. Dengan demikian, Gen Z akan menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan yang signifikan dalam politik dunia.
Gen Z memiliki potensi besar untuk membawa perubahan yang signifikan dalam perpolitikan. Namun, untuk mencapai itu, mereka membutuhkan pendidikan politik yang benar dan komprehensif. Dengan pendidikan politik Islam adalah langkah yang tepat untuk menyadarkan mereka akan bobroknya demokrasi dan memutus rantai kepercayaan terhadap sistem yang kian usang ini. Saatnya Gen Z bangkit dan menyongsong masa depan dengan sistem yang adil dan mensejahterkan, yaitu sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah.
Selain itu, pendidikan politik Islam harus mencakup pemahaman tentang sejarah politik Islam dan bagaimana sistem ini telah berhasil menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera di masa lalu. Contoh-contoh dari sejarah Islam, seperti kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan para khalifah yang adil, dapat dijadikan inspirasi bagi Gen Z untuk memahami bagaimana politik Islam dapat diterapkan dalam konteks modern.
Pendidikan politik Islam juga harus mengajarkan Gen Z tentang pentingnya partisipasi aktif dalam politik. Mereka harus diajarkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Partisipasi aktif ini tidak hanya terbatas pada pemilihan umum, tetapi juga dalam berbagai bentuk kegiatan politik yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dalam kesimpulannya, pendidikan politik Islam sebuah keharusan untuk menyadarkan Gen Z akan bobroknya demokrasi dan memutus rantai kepercayaan yang selama ini terjalin. Dengan pendidikan yang tepat, Gen Z akan mampu melihat kebenaran di balik ilusi demokrasi dan memilih jalan yang lebih adil dan beretika dalam politik. Masa depan bangsa ini ada di tangan mereka, dan pendidikan politik Islam adalah kunci untuk menyelamatkan masa depan tersebut.
Dengan demikian, pendidikan politik Islam bukan hanya tentang memahami sistem politik yang berbeda, tetapi juga tentang membentuk karakter dan moral yang kuat. Gen Z perlu diajarkan bahwa politik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan pendidikan yang tepat, mereka akan mampu menjadi pemimpin yang adil, beretika dan amanah, yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.
No comments:
Post a Comment