Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kriminalitas Pemuda Makin Marak, Buah dari Sistem Sekuler

Saturday, October 12, 2024 | Saturday, October 12, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:36:49Z

Oleh Vina Meilany

Aktivis Muslimah dan Pendidik Generasi

 

Kriminalitas yang dilakukan pemuda makin marak dan terus berulang, termasuk tawuran yang terus terjadi. Dilansir dari TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN (Minggu (22/09/2024). Saat hendak melakukan tawuran, satu orang anggota geng motor ditangkap polisi di Jalan Durung, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Remaja berinisial WW yang masih di bawah umur tersebut mengaku sebagai anggota geng motor Mce_boys. Remaja tersebut ditangkap oleh personel gabungan, menurut Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Janton Silaban, pada Minggu (22/9/2024) dini hari.

“Pengakuannya, bersama teman-temannya remaja ini berencana melakukan aksi tawuran di Hamparan Perak dengan geng motor lain,” kata Janton kepada Tribun-medan.

Melihat maraknya kasus tawuran dikalangan pemuda ini, termasuk pelajar, dipicu oleh banyak faktor, diantaranya adalah krisis identitas, lemahnya kontrol diri, disfungsi keluarga dan tekanan ekonomi, lingkungan rusak, lemahnya hukum dan penegakannya. Adapun penyebab krisis identitas pemuda dan lemahnya kontrol diri pada pemuda yaitu disebabkan jauhnya para pemuda dari Islam, sehingga tidak ada hubungan kesadaran antara mereka dengan Allah Swt. Sang pencipta.

Lemahnya para pemuda zaman ini, karena buah dari diterapkannya sistem sekuler yang merusak. Di mana kehidupan sekuler yaitu memisahkan agama dari kehidupan, yang membentuk para pemuda memiliki pola pikir sekuler dan pola sikap liberal di dalam dirinya. Alhasil, tujuan hidup pemuda hanya mencari kesenangan duniawi dan aspek materi saja, termasuk menyalurkan emosi melalui tawuran.

Terbentuknya pemuda yang sekuler dan liberal, tidak lepas dari disfungsi peran keluarga, terutama ibu. Seorang ibu memiliki peran sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Tapi fakta yang ada, seorang ibu justru malah abai terhadap perannya, sehingga lahirlah generasi pemuda yang jauh hubungannya dengan Allah Swt.

Di sisi lain, faktor ekonomi pun telah memaksa para ibu untuk bekerja membantu ekonomi keluarganya, belum lagi banyak orang tua yang tidak memahami peran dan tanggung jawabnya terhadap anak. Di saat yang sama, pengaruh media saat ini telah memengaruhi anak-anak, media yang hanya mengedepankan bisnis dibandingkan edukasi. Tayangan-tayangan media mengarahkan potensi pemuda pada hal-hal yang negatif atau kemaksiatan, salah satunya terlibat dalam tawuran.

Terlihat jelas dari sini, bahwa negara kapitalisme yang menerapkan sistem pendidikan sekuler telah merusak pemikiran generasi. Kebijakan-kebijakan terkait generasi sangat jauh dari kebijakan yang manusiawi dan berujung pada menyia-nyiakan potensi besar pemuda. Sehingga, potensi pemuda tersalurkan pada kerusakan bukan kebangkitan. Inilah bukti bahwa negara telah abai terhadap pembentukan kepribadian generasi yang mulia.

Solusi Islam

Berbeda dengan aturan Islam secara kaffah dalam sebuah negara yang berasas akidah Islam. Sebagai penanggung jawab segala urusan umat, Islam menetapkan negara. Termasuk dalam pembentukan generasi yang berkualitas, unggul dan bertaqwa. Untuk menjauhkan generasi dari kerusakan ada beberapa mekanisme yang akan dijalankan sistem Islam. Mekanisme tersebut bersumber dari syariat Islam.

Dalam Islam menempatkan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak, terutama ibu memiliki tanggung jawab mengenalkan anak identitas dirinya sebagai Muslim. Anak berpikir dan beramal bersandarkan Islam, agar anak tidak mudah berbuat maksiat.

Untuk mencegah anak terutama para pemuda dari pelaku kriminal, Islam memiliki sistem pendidikan yang akan menghasilkan generasi berkepribadian mulia. Anak tidak hanya disiapkan untuk terjun ke dunia kerja untuk mendapatkan materi, tetapi anak disiapkan menjadi generasi hebat untuk berkarya dalam kebaikan, mengkaji Islam dan mendakwahkannya.

Negara juga menyiapkan kurikulum pendidikan dalam keluarga, sehingga terwujud keluarga yang harmonis dan memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan sekitar. Adapun sistem ekonomi Islam yang diterapkan menjamin kesejahteraan masyarakat per individu, sehingga fungsi keluarga berjalan sesuai dengan syariat Islam.

Media dalam Islam akan menjaga konten-konten yang mengandung unsur kekerasan dan ide-ide yang bertentangan dengan Islam. Konten-konten media yang diperbolehkan hanyalah konten yang mengedukasi dan menguatkan ketaqwaan generasi.

Oleh karena itu, hanya Islam yang mampu memberantas budaya tawuran yang sudah menggejala dalam sistem kapitalisme. Hanya Islam satu-satunya solusi yang dapat mencegah pemuda dari kerusakan di tengah-tengah masyarakat dan membangun generasi peradaban Islam mulia.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update