Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalisme Dalang Genosida Palestina dan Diamnya Dunia

Monday, September 16, 2024 | Monday, September 16, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:38:14Z

Oleh: Dewi Rohmah, S. Pd

(Aktivis Muslimah)

 

Jalur Gaza adalah wilayah pesisir sepanjang 141 mil persegi atau 365 kilometer persegi yang memiliki populasi lebih dari 2 juta penduduk. Meskipun dengan wilayah sekecil itu, nama Gaza dikenal dunia. Penduduk Gaza merupakan mayoritas muslim yang taat dan pencetak generasi islami.

 

Akan tetapi sejak pecahnya perang pada 07 oktober tahun lalu, jumlah penduduk Gaza semakin sedikit, hal tersebut diakibatkan oleh serangan Zionis-Israel yang membabi buta membunuh ribuan warga sipil mulai dari perempuan, lansia bahkan anak-anak.

 

Sebuah kajian yang dipublikasikan jurnal medis Inggris, The Lancet, mengindikasikan bahwa jumlah korban tewas sebenarnya akibat agresi Israel ke Jalur Gaza bisa melampaui 186 ribu orang atau sekitar 8 persen dari seluruh populasi Gaza.(ANTARA. 09/07/2024).

 

Adapun laporan Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS), mengatakan bahwa jumlah korban tewas warga Palestina mencapai lebih dari 36.000 ribu jiwa dan 86 ribu lainnya luka-luka. Sebanyak 36.171 korban jiwa berada di Jalur Gaza dan 519 korban jiwa di Tepi Barat. Jumlah anak yang menjadi korban mencapai 15.162 dan puluhan ribu lainnya terpisah-pisah dari keluarga mereka. Jumlah perempuan tewas dalam serangan Israel mencapai 10.018 sementara 7.000 lainnya hilang. Pemberitaan media massa mencatat, dalam 100 hari pertama konflik, lebih dari 1.000 anak Palestina di Gaza terbunuh. Jumlah pengungsi warga Palestina 1,2 juta dan sebagian dari mereka telah mengungsi beberapa kali untuk mencari ruang aman. (Komnas Perempuan, 10/06/2024)

 

Tidak hanya di jalur Gaza, fakta menunjukan bahwa sebenarnya pendudukan yang dilakukan oleh zionis dilakukan terhadap seluruh wilayah Palestina, dan hal ini telah terjadi selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Jika tahun lalu di jalur gaza saja telah menewaskan ratusan ribu jiwa, tidak bisa dibayangkan berapa banyak kah penduduk tidak bersalah yang menjadi korban kebengisan yang dilakukan oleh tentara zionis terhadap seluruh Palestina selama ini.

 

Donasi Bukan Solusi 

Sejak mendunianya kabar bahwa palestina telah diduduki oleh Zionis-Israel, Banyak dari kalangan kelompok-kelompok ataupun individu yang berupaya untuk mengirimkan bantuan melalui dibukanya donasi peduli Palestina. Donasi tersebut disalurkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan saat itu. Saat warga Palestina kelaparan maka bantuan yang dikirimkan adalah makanan. Ketika krisis air melanda, bantuan air pun didatangkan. Ketika krisis obat-obatan, pasokan obat pun diberikan.

 

Namun, apakah bantuan tersebut dapat menyelesaikan masalah Palestina? Sayangnya tidak, karena pada oktober lalu, Israel telah memutus pasokan listrik ke Gaza, menghentikan pengiriman bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikan satu-satunya pembangkit listrik di wilayah itu, serta menghentikan pasokan air, komunikasi, makanan, dan bantuan medis, serta menutup perbatasan. Blokade yang berlangsung di Gaza pun telah menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Akibat serangan zionis secara terus menerus mengakibatkan sebagian besar wilayah dalam kondisi hancur.

 

Bak mengolesi saleb pada kulit luar, padahal penyebab sakit yang mereka (Palestina) derita adalah luka dalam parah yang terus menggerogoti tubuhnya. Donasi bukan solusi. Memberikan bantuan terhadap gaza memang perlu tetapi hal itu saja tidak dapat menyelesaikan masalah, hanya sedikit meringankan rasa sakit, namun tetap membiarkan luka dalam semakin parah.

 

Kapitalisme Dalang Kehancuran 

Banyak kepala negara, para pejabat yang mengecam tidakan zionis Israel. Hal itupun sering dirapatkan dalam sidang PBB, hingga dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi No. 2728 Tahun 2024 tentang Gencatan Senjata di Gaza dan menjamin akses kemanusiaan ke Gaza. Namun yang terjadi hingga kini para pihak terkait tidak menjalankannya dan Israel terus melancarkan operasi militer serta mengancam keselamatan warga sipill.

 

Sungguh mengecewakan, sekelas negara hanya mampu mengecam, bahkan PBB yang katanya menjadi dewan keamanan, pemersatu dan polisi dunia, tidak bisa memberikan keamanan, keadilan dan ketentraman bagi seluruh warga dunia.

 

Telah jelas bahwa bantuan individu, kelompok bahkan negara (yang hanya mampu mengecam) saat ini tidak dapat memberikan kebebasan untuk saudara muslim kita di Gaza Palestina, sebab solusi ketika terjadi perang ataupun pendudukan seperti yang dilakukan zionis Israel adalah dengan mengirimkan bantuan tentara. Perang harus berhadapan dengan perang. Tentara harus dengan tentara. Negara harus berhadapan dengan negara.

 

Semua kerusakan yang terjadi pada saat ini adalah hasil dari penerapan ideologi kapitalisme, yang membentuk manusia menjadi individual, tidak mampu berbuat apa-apa karena negara harus mengikuti aturan dari negara besar yang lebih berkuasa. Ideologi kapitalisme menjadikan segala sesuatu harus memiliki keuntungan, sehingga untuk membantu saudara muslim yang terjajah pun, harus menimbang untung dan rugi.

 

Solusi Hakiki

Penerapan ideologi Kapitalisme telah membunuh jutaan jiwa tidak hanya di Palestina melainkan di seluruh Dunia dengan berbagai cara. Dan ini menjadi bukti sistem dunia hari ini merupakan sistem yang jahat. Para pemimpin muslim tak peduli, bahkan menjadi antek musuh Islam. Ini mencerminkan rusaknya kepemimpinan dunia saat ini.

 

Genosida di Gaza merupakan bentuk perang ideologi. Sayangnya ideologi Islam baru diemban oleh individu dan belum diemban oleh negara. Karena itu yang melawan adalah muslim palestina dan individu yang berideologi Islam saja.

 

Perang ini adalah perang melawan negara, sehingga membutuhkan tegaknya negara berideologi islam, yaitu khilafah yang akan mendorong adanya jihad, jihad untuk melawan kebatilan yang terjadi di dunia. Tegaknya Khilafah tidak bisa dilakukan oleh individu melainkan membutuhkan kesadaran yang sama di tengah umat,, dan untuk mewujudkannya kita butuh bersatu, dalam sistem Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah untuk mengembalikan kehidupan islam di muka bumi.

Wallahua’lam BI shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update