Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalis Sekulerisme Mengakibatkan Matinya Naluri Ibu

Thursday, September 12, 2024 | Thursday, September 12, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:38:30Z

Oleh: Reni Sumarni

Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Jawa Tengah. Juni lalu, seorang ibu tega menjual anak gadisnya pada selingkuhannya untuk diperkosa. Kejadian terungkap saat korban
mengadukan kepada ayah kandungnya. Ibu kandung korban sendirilah yang menyerahkan anak gadisnya untuk diperkosa bahkan itu terjadi berulang kali hingga pelakunya sendiri mengaku sudah lima kali melakukannya, parahnya pelaku adalah selingkuhan ibu korban sendiri.

Seorang ibu yang seharusnya menjadi tempat anaknya berkeluh kesah mencurahkan isi hatinya malah menjadi penyebab hancurnya masa depan anaknya sendiri. Seorang ibu yang begitu tega berbuat hal di luar nalar manusia apalagi sosok ibu yang begitu mulia dihadapan Allah. Hal ini membuat kita para ibu atau perempuan merasa malu akan perbuatannya.

Problem yang memicu masalah ini mulai dari hal ekonomi, hubungan suami istri yang kurang baik. Dan hal yang paling utama adalah pondasi keimanan kaum muslim saat ini sangat lemah hingga maraknya angka kejahatan yang tinggi.

Buah dari sistem sekuler kapitalis nyatanya sudah mengakar kepada tubuh kaum muslim termasuk seorang ibu yang seharusnya secara naluriah melindungi anak-anaknya malah sebaliknya seolah-olah naluri keibuannya telah hilang hanya demi uang dan menutupi skandal dia sendiri.

Faktor keluarga sendiri sangatlah berpengaruh dimana seorang imam/pemimpin keluarga yaitu suami/ayah yang harusnya berperan untuk mendidik istri dan anaknya agar menjadi pribadi yang bersaksiyah dan berakliyah Islam juga melindungi keluarganya dari kejahatan, sudah jarang sekali ditemukan dalam keluarga kaum muslim saat ini. Yang ada hanyalah sebuah ikatan saja, tanpa adanya ruhiyah yang dibangun untuk membuat keluarga menjadi sumber dakwah, menciptakan kehangatan dan memberikan kenyamanan dalam rumah sendiri. Ditambah minimnya pemahaman tentang syariat Islam membuat anggota keluarga jauh sekali dari nilai-nilai Islam.

Begitu juga negara yang harusnya memberi pembinaan kepada keluarga kaum muslim dan individu akan pentingnya menerapkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari nyatanya tidak demikian. Negara abai akan persoalan yang terjadi di masyarakat, bahkan banyak negara yang membebaskan masyarakatnya berbuat seenaknya dengan dalil HAM.

Penerapan sistem sekuler kapitalis yang membebaskan berbuat apa saja hingga akhirnya masalah pun bermunculan, dari mulai masalah keluarga, masyarakat bahkan negara. Masihkah mau bertahan dengan sistem ini?

Dalam sebuah petikan hikmah mengatakan “Jika kau ingin merusak sebuah keluarga, maka rusaklah dahulu ibunya.” Fitrahnya seorang ibu yang harusnya melahirkan, menyusui, mengasuh juga mendidik dan menanamkan anaknya dengan akidah Islam yang benar dan kuat untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya sudah jarang ditemukan saat ini dalam keluarga muslim.

Islam melihat permasalahan yang terjadi saat ini tidak lain dan tidak bukan karena aturan dari sang Pencipta tidak diterapkan. Yang ada negara memakai hukum dan undang-undang buatan manusia yang tidak memecahkan problem kehidupan secara paripurna tapi malah menambah masalah. Islam memberikan solusi yang tertuang dalam Al Qur’ an dan As Sunah dimana masalah apapun bisa selesai apabila diterapkan aturan Islam. Kejahatan akan berkurang bahkan tidak akan ada. Negara juga menjamin kehidupan masyarakat sejahtera dalam urusan ekonomi, membatasi pergaulan, memberikan pembinaan dan pemahaman Islam secara Kaffah juga mengatur akan hak dan kewajiban rakyatnya agar mereka tidak bertindak semaunya.

Islam memiliki sanksi-sanksi tegas untuk menindak setiap kejahatan yang membuat efek jera (jawazir) dan penebus dosa (jawabir). Sungguh indah negeri ini apabila diterapkan aturan Islam secara Kaffah. Umat pun akan hidup tentram, sejahtera dan aman tanpa harus khawatir lagi memikirkan kondisi ekonomi dan sosial di masyarakat dan Islam datang membawa Rahmatan lil A’lamiin untuk seluruh umat seperti bunyi hadist Rasulullah SAW bersabda : “Aku tinggalkan kepada kalian dua hal yang jika kalian berpegang teguh kepada keduanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunah Rasul- Nya.” (HR.Malik)

Ini hanya bisa terwujud apabila diterapkan aturan Islam secara Kaffah di bawah naungan Daulah Khilafah. Islam akan menjaga kehormatan seorang wanita terutama ibu, karena ditangannyalah lahir generasi umat akan menjadi sosok tangguh dan berakhlak Islam hingga menjadi generasi pejuang yang akan membangkitkan peradaban Islam kembali. Wallahu a’ lam bishshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update