Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Demokrasi Bukan Jalan Perubahan Hakiki Umat Islam

Thursday, September 05, 2024 | Thursday, September 05, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:38:48Z

Oleh Hasna F.K
Pegawai Swasta

Ribuan demonstran berkumpul di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Perwakilan Rakyat (DPR/MPR) di Senayan, Jakarta untuk menolak revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Mereka menilai bahwa revisi ini akan membatalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pilkada.
Para demonstran tersebut berasal dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk buruh, mahasiswa, dan beberapa komika, yang mendesak pemerintah dan anggota legislatif untuk mematuhi keputusan MK yang dikeluarkan pada Selasa (20/8) lalu. Keputusan MK tersebut menyatakan bahwa partai politik atau koalisi partai politik peserta pemilu dapat mengajukan pasangan calon kepala daerah meskipun tidak memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (www.voaindonesia.com, 23/8/2024)

Sungguh memprihatinkan negeri ini, rakyat terus hidup menderita akibat kebijakan politik yang dilegalkan penguasa. Penguasa tidak mengurus rakyat dengan benar dan tidak fokus memberikan solusi atas kebutuhan rakyat. Giliran rakyat bergerak untuk memprotes penguasa, penguasa justru menutupi aibnya. Masyarakat beranggapan negara telah melanggar konstitusi, tatkala DPR menganulir keputusan MK terkait ambang batas parlemen dan batas usia calon kepada daerah.

 

Demokrasi Biang Kerusakan

Dengan kondisi tersebut, sejatinya umat mulai merasakan keresahan dengan apa yang berlaku di negeri tercinta ini. Sayangnya, gejolak pergerakan umat belum berlandaskan pada pemahaman yang benar atas akar masalah dan solusi yang harus diambil, karena masih bersandar pada demokrasi yang sejatinya menjadi penyebab kerusakan saat ini. Hal itu wajar, karena rakyat, terbiasa dalam sistem demokrasi senantiasa berfikir pragmatis dan tidak mendalam. Rakyat dibuat susah memenuhi kebutuhan pokok maupun kebutuhan publiknya. Akhirnya rakyat hanya akan berfikir bagaimana mereka bisa makan untuk hari esok agar bisa bertahan hidup, sehingga kesadaran politik mereka juga rendah.

Hal ini, menjadi momok mengerikan, karena rakyat pada akhirnya tidak memahami hak dan kewajiban penguasa terhadap rakyatnya. Alih-alih menjadi solusi, demokrasi yang berasal dari sistem kapitalisme ini justru memperdalam krisis, merusak tatanan sosial, dan mengabaikan hak-hak asasi manusia.

Demokrasi adalah sistem yang berlandaskan sekularisme dan menjadi alat penjajahan bagi kapitalisme. Demokrasi tidak bisa diharapkan menjadi jalan perubahan menuju kebaikan apalagi untuk pelaksanaan aturan Islam. Maka dari itu, opini yang muncul di kalangan intelektual, aktivis, dan ulama untuk menyelamatkan demokrasi yang telah ternodai, ternyata di balik gerakan itu terdapat kepentingan elit global. Amerika mempunyai peran penting dalam gerakan tersebut agar kapitalis terus menguasai dunia.
Penguasa dalam logika demokrasi, adalah representasi rakyat. Namun, saat mereka menjadi penguasa sesungguhnya mereka lupa terhadap rakyat. Karena saat mereka menjadi penguasa yang menjadi dasar adalah kepentingan mereka sendiri, sehingga hukum tidak pernah berpihak ke pada rakyat. Sejatinya, demokrasi hanya memihak pada oligarki/pemilik modal besar dan tidak akan pro terhadap perubahan jika kepentingan para oligarki terancam. Oleh karena itu, mustahil bila demokrasi bisa menjadi dasar perubahan.

Visi Perubahan yang Sahih

Dalam hal ini, umat membutuhkan visi perubahan yang sahih, yang tidak hanya berfokus pada siapa yang memimpin, tetapi juga memahami dengan jelas apa yang menjadi penyebab utama dari segala bentuk kezaliman ini.

Visi perubahan yang sahih adalah mengembalikan Islam sebagai sistem kehidupan yang diterapkan dalam bingkai khilafah. Islam menetapkan khilafah sebagai metode satu-satunya untuk menerapkan Islam sebagai jalan perubahan. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. yang berjuang mempersiapkan tegaknya Islam dalam sebuah institusi di Madinah melalui gerakan dakwah berjamaah yang dipimpin oleh Rasulullah saw. sendiri. Inilah yang disebut thariqah umat dalam menjemput perubahan yang hakiki.

Maka, saatnya umat merapat kepada partai politik ideologis yang berjalan mengikuti manhaj Rasulullah saw., dakwah yang diembannya yaitu memahamkan umat tentang Islam kafah, tidak menggunakan kekerasan dan tidak bekerja sama dengan sistem yang rusak, yaitu sistem kapitalisme demokrasi.

Wallahu a’lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update