Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kunjungan Influencer Dibalik Sengkarut Pembangunan IKN

Wednesday, August 21, 2024 | Wednesday, August 21, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:39:31Z

Oleh: Supriatin S.E

(Aktivis dakwah)

Diberitakan lewat kanal travel.tempo.com/04/08/2024 disebutkan presiden joko widodo batal mengajak 500 relawan ke IKN alias ibu kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada awal Agustus ini.
Ternyata bukanlah batal hanya ditunda saja yang rencananya diawal bulan. Lalu diubah menjadi pertengahan bulan, disebabkan bertumburan dengan agenda lain. Sebelumya Presiden Joko Widodo sudah pernah mengajak influencer ke IKN.
Masih di canal yang sama, disebutkan juga bahwa “Ajakan Presiden Joko Widodo pada para influencer atau pesohor pemengaruh untuk melakukan kunjungan ke IKN alias Ibu Kota Nusantara menuai pro-kontra. Diketahui Jokowi didampingi sejumlah influencer untuk meresmikan jembatan Pulau Balang dan meninjau pembangunan jalan tol menuju IKN.

*Tidak efektif dan Efisien*

Sejumlah pengamat politik menilai, kehadiran influencer di IKN pada akhir pekan kemarin tidak begitu diperlukan.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Anggaran Politik sekaligus Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai mengajak artis, influencer, hingga 500 relawan ke IKN tersebut merupakan pemborosan uang negara.

“Iya, ini hanya menghambur-hamburkan duit negara alias hanya sebuah pemborosan anggaran negara. Presiden Jokowi dengan mengajak artis dan influencer, sejumlah 500 relawan hanya sebuah keputusasaan saja,” ujar Uchok kepada SINDOnews, Rabu (31/7/2024).

Dikatakan dalam media online (koran.tempo.co/05/08/2034) Para influencer yang diundang datang ke ibu kota baru itu justru menggaungkan IKN dalam kondisi yang berkebalikan dari pemberitaan selama ini. Mereka yang hadir di sana menampilkan seolah-olah IKN tak menghadapi masalah apa pun. Mereka kagum atas pembangunan yang sedang berlangsung dan menarasikan bahwa impian pemindahan ibu kota negara akan segera berjalan.

Kita tahu para pemengaruh yang diundang Presiden memiliki jutaan bahkan puluhan juta pengikut di media sosial. Lewat tindakan ini, Jokowi seolah-olah hendak mengatakan ia lebih percaya pada narasi yang dibuat oleh para influencer—karena bisa diarahkan—ketimbang berita yang dibuat media, terutama yang memiliki dimensi independen, kritis, cover both sides, check-recheck, dan lain-lain. Dari sini bisa dibilang IKN terancam gagal.

Solusi yang diambil presiden dengan menghadirkan para artis dan influencer tidaklah memberikan dampak kemajuan IKN, justru hanya membebani anggaran negara dan juga hanya sebagain pencitraan, sesuai dengan beberapa berita online yang sudah disebutkan diatas. Padahal banyak masalah yang dihadapi dalam IKN. contohnya target pembangunan yang tak tercapai, mundurnya ketua dan wakil ketua Otorita IKN, nihilnya minat investor asing di IKN, penyingkiran masyarakat adat, sulitnya air bersih, serta banyak masalah lainnya. Banyaknya masalah IKN serta solusi presiden ajak para arti ke IKN, menggambarkan bahwa kebijakan yang dilaksanakan tidak efektif dan efisien. Demikian pula influencer yang ikut pun seolah menutup mata atas semua persoalan pembangunan IKN.

*Sistem yang Rusak*
Hal ini wajar terjadi dalam sistem sekulerisme, kapitalisme. Anggaran negara diperoleh dari rakyat, tetapi uangnya dipakai untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya buat rakyat, hanya sebagai pencitraan. Nyatanya ketika kunjungan ke IKN, masyarakat yang terdampak pembangunan IKN tidak diikutsertakan. Negara sekulerime, kapitalisme abai terhadap kepentingan rakyat. Proyek IKN dibuat bukan untuk kepentingan rakyat melainkan untuk para kapitalisme. Diproyek ini, rakyak tidak diuntungkan, justru sebaliknya, buntung. banyaknya lahan yang dibabat, masyarakat yang tersingkirkan, sulitnya air bersih dll.

*Pembangunan dalam Sistem Islam*

Islam memandang bahwa pembangunan ditujukan untuk kepentingan umat. Sehingga membangun pun harus dengan memperhatikan umat serta dengan keridaan umat. Jangan sampai merugikan umat apalagi membahayakan dan mengambil hak umat. Pembangunan didalam islam akan memperhatikan permintaan riil, memperhatikan fasilitas publik, pertimbangan sosial, ekonomi dan lingkungan serta akan mengerahkan tugas perencana kota (planner) yang mumpuni. Dengan mempertimbangkan banyak hal, maka pembangunanpun akan bisa dilakukan, jika terdapat kendala maka akan bisa diselesaikan, karena sudah banyak persiapan yang sudah direncanakan. Yang paling penting adalah jangan sampai pembangunan merenggut hak rakyat. Sebagai contoh dimasa khalifah Umar bin Khatab, yang memberikan tulang bergaris tegak lurus kepada seorang yahudi yang mengadu, karena rumahnya mau digusur oleh gubernur mesir, Yaitu Amr bin Ash. Saat itu gubernur mesir berniat membuat masjid dengan menggusur rumah seorang yahudi. Namun tindakan itu diketahui oleh khalifah setelah adanya pengaduan dari yahudi tersebut. Setelah gubernur menerima tulang itu, gubernur mengurungkan niatnya menggusur rumah yahudi tersebut. Disini kita tau bahwa islam memang menjaga dan melindungi hak rakyar ataupun individu, sekalipun seorang non muslim.

*Influencer dalam Sistem Islam*

Didalam islam tidak ada influencer yang mau mengikuti kehendak seseorang untuk sebuah pencitraan. Karena influencer dalam sistem islam akan membentuk dengan sendirinya menjadi influencer yang independen. Memberitakan sesuatu sesuai dengan kenyataan dan tidak menutup nutupi sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta. Influencer dalam sistem islam, faham bahwa perbuatan dan ucapanya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Sehingga akan berusaha menjadi influencer untuk meraih ridha Allah. Bukan ridha manusia untuk mendapatkan materi.

*Pemimpin Amanah*
Disisi lain pemimpin dalam islam haruslah memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sehingga ia takut kepada Allah jika menzalimi atau mengambil hak rakyat. Hal ini akan membuat pemimpin tidak menolak masukan atau aduan dari rakyat. Pemimpin seperti ini tidak akan mementingkan para pengusaha diatas kepentingan rakyatnya. Pemimpin yang takut pada Allah tidak memerlukan pencitraan, karena baginya menjadi pemimpin adalah amanah yang besar. Kalau bisapun dia tak mau menjadi pemimpin, karena besarnya amanah diemban seorang pemimpin.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (HR Muslim). Wallahu A’lam Bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update