Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bara Bangladesh, Despotiknya Beleid Penguasa Tiran Produk Kapitalisme Global

Sunday, July 28, 2024 | Sunday, July 28, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:23Z

Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty

(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Dikutip dari Suara.com 21-07-2024, total sudah ada 110 orang tewas pada aksi mahasiswa di Bangladesh yang meminta kuota pekerjaan pemerintah, Sabtu (20/7/2024) waktu setempat. Saat ini berdasarkan berita yang dimuat NDTV, para Tentara Bangladesh berpatroli di jalan-jalan sepi di ibu kota Dhaka pada hari Sabtu dan memasang penghalang jalan selama jam malam. Bahkan, Layanan internet dan pesan teks telah dihentikan sejak Kamis, memutus hubungan negara ini dengan dunia luar ketika polisi menindak protes yang terus berlanjut meskipun ada larangan pertemuan publik.

Panggilan telepon luar negeri sebagian besar gagal tersambung, sementara situs web organisasi media yang berbasis di Bangladesh tidak diperbarui dan akun media sosial mereka tetap tidak aktif. “Menghapuskan negara berpenduduk hampir 170 juta orang dari Internet adalah langkah drastis, yang belum pernah kita lihat sejak revolusi Mesir tahun 2011,” kata John Heidemann, kepala ilmuwan divisi jaringan dan keamanan siber di USC Viterbi’s. Institut Ilmu Informasi, dikutip Minggu (21-07-2024). Selain korban jiwa, bentrokan tersebut telah melukai ribuan orang, menurut data dari rumah sakit di seluruh Bangladesh. Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Dhaka menerima 27 jenazah antara jam 5 sore. dan jam 7 malam. (1100-1200 GMT) pada hari Jumat.

Demonstrasi mahasiswa ini terjadi karena kekecewaan rakyat pada Hasina. Mahasiswa menuntut penghentian sistem kuota yang menyediakan 30% pekerjaan di pemerintahan untuk keluarga veteran perang saat kemerdekaan Bangladesh pada 1971 melawan Pakistan. Ini karena sistem kuota dianggap hanya menguntungkan pendukung Hasina.

Pasalnya, pada saat yang sama, rakyat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Ada 32 juta anak muda yang menganggur. Meski ada lapangan pekerjaan di sektor swasta, tetapi bekerja di pemerintahan tetap menjadi dambaan karena dianggap lebih stabil dan menguntungkan.

Akumulasi kekecewaan rakyat terhadap pemerintahan Hasina dengan beleidnya yang tak anti krisis memunculkan demonstrasi puncak dari kebobrokan luar biasa yang terjadi di sana. Ketimpangan sosial di masyarakat, kondisi perekonomian yang buruk, dan tingginya korupsi, sebagai penyebab utama. 20 tahun memerintah Hasina tak mampu wujudkan kesejahteraan. Duka nestapa terus melanda.

Saat ini perekonomian Bangladesh mengalami berbagai krisis. Krisis bahan bakar, inflasi tinggi, rapuhnya sektor perbankan, menipisnya cadangan devisa, dan defisit perdagangan, menjadikan stabilitas ekonomi makro Bangladesh melemah.

Bangladesh mengalami tingkat inflasi yang sangat tinggi. Juni 2024 mencapai angka 9,72%. Harga BBM melejit. Dengan kondisi ekonomi yang kian buruk dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat, wajarlah jika protes rakyat terjadi secara massal.
Kapitalisme yang mendunia terus saja merangsek di berbagai belahan dunia. Multikrisis di Bangladesh adalah salah satu negara yang merasakan akibatnya.

Kesengsaraan demi kesengsaraan memunculkan ledakan dahsyat di tengah rakyat. Rakyat melawan. Mereka berontak. Mereka menuntut perubahan. Walhasil konflik antara rakyat dengan negara memunculkan korban jiwa.

*Islam Ciptakan Kebijakan yang Menyejahterakan*

Seharusnya menjadi pembelajaran yang penting saat reformasi di berbagai negeri terjad hanya berhenti pada perubahan orang. Pengaruh sistem yang ada dalam hal ini kapitalisme, akan semakin besar dengan monster oligarki dalam bangunan kekuasaan.

Penerapan kapitalisme di manapun dan kapanpun tidak akan pernah membawa pada kebaikan. Krisis berganti krisis terus terjadi sampai munculnya konflik antara rakyat dengan penguasa.

Kapitalisme sebagai produk pemikiran manusia yang serba terbatas tak mampu merealisasikan terwujudnya pengurusan yang baik dari negara untuk rakyatnya. Produk yang bukan berdasarkan tuntunan wahyu Ilahi meniscayakan kerusakan demi kerusakan.

Di belahan dunia manapun sekularisme dengan ekonomi kapitalismenya hanya memunculkan masalah, memperburuk masalah, bahkan akan selalu mewujudkan masalah baru. Berbagai ketimpangan ekonomi terjadi di mana-mana. Semua karena SDA dikuasai para pengusaha kapitalis. Investasi asing merajalela. Para kapitalis makin kaya, rakyat jelata makin merana. Kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin kian meluas. Pengangguran merajalela, rakyat terpuruk, krisis ekonomi kian membawa petaka, fenomena yang umum terjadi di berbagai negara. Kapitalisme gagal total mewujudkan sejahtera.

Sistem kapitalisme hanyalah menempuh jalan tambal sulam. Menutup masalah dengan masalah hingga tumpukan kegetiran hidup rakyat kian rumit.

Berbeda dengan sistem Islam. Sistem Islam mengatur seluruh aspek kehidupan sampai pada taraf menyolusi. Semuanya terselesaikan secara tuntas. Demikian juga dengan krisis Bangladesh, Islam akan menyelesaikan problem sistemis yang terjadi di negara tersebut dengan penerapan Islam kafah. Penerapan sistem ekonomi Islam yang akan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Harta milik umum akan dikelola negara sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat, yang di antaranya berupa layanan kesehatan dan pendidikan yang gratis berkualitas. Walhasil bara di Bangladesh tak akan terjadi.

Oleh karena itu butuh perubahan hakiki. Dan itu hanya terwujud dengan penerapan Islam kafah. Hal ini karena Islam merupakan sistem yang sempurna dan menyeluruh.

Sungguh sistem Islam mampu menyolusi seluruh problem manusia secara tuntas, baik problem ekonomi, sosial, politik, maupun yang lainnya yang semuanya mampu diwujudkan dalam naungan Khilafah Islamiyyah. Dan ini sangat membutuhkan effort perjuangan yang luar biasa dari kelompok yang mengikuti jalan Rasulullah saw. dalam menegakkannya.

Wallaahu a’laam bisshawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update