STIGMA TERORIS ADALAH ALAT POLITIK PENGUASA

 


Oleh: Fathonah Salman Alfarisi


Menurut Kamus Besar Indonesia (KBBI), Terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha untuk mencapai tujuan, terutama tujuan politik. Akhir-akhir ini terjadi lagi penangkapan sejumlah orang terduga teroris. Seperti yang sudah-sudah pelakunya di tangkap tanpa alasan, pembelaan, dan barang bukti. Bahkan sebagian ada yang langsung di "eksekusi" di tempat tanpa proses pengadilan.


Pada kasus terorisme ini banyak sekali kejanggalan. Jika kita melihat pada definisi terorisme, sebenarnya siapa yang selalu menimbulkan ketakutan dengan cara kekerasan? Apakah para Aktivis Islam yang ingin memperjuangkan keyakinannya ataukah OPM ( Organisasi Papua Merdeka)? Ataukah kapitalisme yang selalu memaksakan kehendaknya dengan berbagai cara agar kemaslahatannya tercapai?


Dari sini kita dapat menilai bahwa terorisme menjadi stigma negatif yang diarahkan penguasa kepada rival politiknya dalam tataran ideologis dan hal ini merupakan black propaganda, sehingga kasus terorisme tidak akan pernah selesai. Isu terorisme akan selalu diopinikan, terutama kepada orang yang berbicara tentang syari'at Islam dan khilafah. Mereka akan dicap radikal bahkan teroris, sedangkan OPM yang jelas-jelas ingin memisahkan diri dari NKRI dan membantai TNI hanya dihukumi sebagai kelompok bersenjata tanpa disematkan cap teroris.


Begitu pula dengan kapitalis demokrasi dengan ide kebebasannya telah merusak generasi muda yang merupakan aset bangsa. Hingga terjerumus dalam seks bebas, narkoba, kekerasan, dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan para pejabat negara yang banyak menjadi koruptor, merusak negara dengan ketamakannya.


Oleh karena itu, isu terorisme jika dilihat lebih luas lagi merupakan rancangan politik kafir barat dalam membidik umat Islam sehingga dengan isu terorisme ini umat Islam takut akan Islam itu sendiri dan memusuhi para aktivis yang berjuang untuk menegakan hukum Allah SWT. dalam bingkai khilafah. Maka, umat Islam tidak usah takut terhadap isu terorisme ini.


Wallahua'lam bishshowwab.

Post a Comment

Previous Post Next Post