Perbaikan Jalan Rusak di DesaTenjolaya


 


Oleh Lilis Lediana 

Aktivis Muslimah


Bupati Bandung Dadang Supriatna gerak cepat tangani jalan rusak parah dikawasan Kampung Dawata, Desa Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu  Kabupaten Bandung. Ia terjun langsung mengecor jalan penghubung Desa Tenjolaya dengan Desa Sugihmukti.


Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur, selama puluhan tahun kebelakang  kondisinya rusak parah, bahkan dalam vidio yang beredar jalan tersebut hanya menyisihkan jalan tanah bercampur lumpur dan sulit dilalui kendaraan, bahkan sering terjadi kecelakaan. 


Bupati Dadang Supriatna berinisiatif memerintahkan pengecoran ruas jalan tersebut, selain dicor ruas jalan dibuat semakin nyaman karena memiliki lebar sekitar 6-8 meter sehingga mobil bisa berpapasan dengan mudah. 


Saat ini upaya perbaikan jalan terasa begitu lamban padahal kerusakan jalan tersebut tidak hanya terjadi di satu daerah saja, namun diberbagai daerah. Realitasnya banyak jalan yang dibiarkan rusak sampai parah, seolah pemerintah menutup mata dan telinga dengan kerusakan jalan walaupun sering terjadi kecelakaan atau korban jalan berlubang. Ada kalanya perbaikan jalan akan segera dilakukan jika sudah viral dan menjadi topik utama di media sosial. 


Hal ini disebabkan karena sistem kapitalisme sekularisme, yakni sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, sistem ini memaknai pelayanan kepada masyarakat sebagai sesuatu yang harus ada timbal baliknya, ada manfaat ataupun nilai materi. Aturan dalam sistem kapitalisme memang dibuat sesuka hati oleh para pembuat kebijakan karena dalam sistem ini, untung rugi menjadi tolok ukurnya.


Jauh berbeda ketika sistem Islam yang diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, Islam adalah agama yang Allah hadirkan bukan sekedar ibadah ritual saja, namun Islam memberikan solusi atas segala problamatika manusia.


Dalam Islam pemimpin mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagai raa'in dan junnah. Dalam Islam penguasa adalah penanggung jawab utama terpenuhinya sarana prasarana penghubung didalam masyarakat, seperti jalan dan jembatan 


Umar bin Khattab hebat bukan karena dirinya, tetapi keislamannya dan sistem yang menaunginya, yaitu sistem Islam. Sehingga beliau merasa khawatir dengan terperosoknya seekor unta dikarenakan jalan yang rusak dan berlubang, apalagi terhadap keselamatan manusia, dan itu menjadi prioritas utama bagi pemimpin dalam sistem Islam.


Pemimpin dalam Islam tidak akan memikirkan diri sendiri dan keuntungan pribadi atau kelompok saja. Namun beliau (khalifah) akan berpikir bagaimana caranya agar rakyat terlayani dengan baik, baik muslim ataupun non muslim, semua mendapatkan perlakuan yang sama.


Wallahualam bissawab

Post a Comment

Previous Post Next Post