Banjir lagi, Rakyat Perlu Solusi

 




Oleh. Nasywa Adzkiya 

(Aktivis Muslimah Kalsel)

Indonesia adalah negara yang hampir setiap tahunnya mengalami berbagai macam bencana terutama banjir. Seperti tahun ini, baru saja memasuki tahun 2024 banjir sudah melanda berbagai daerah di negeri ini.  Mirisnya permasalahan banjir di Indonesia dari tahun ke tahun tak pernah ada solusi tuntasnya.

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, terdapat 66 bencana alam di Indonesia selama 1-12 Januari 2024.Banjir merupakan bencana alam terbanyak pada awal tahun ini, yaitu 42 kejadian. Jumlah ini setara 63,64% dari total bencana alam di tanah air. Berdasarkan wilayahnya, bencana alam paling banyak terjadi di Jawa Barat sebanyak 17 kejadian, Jawa Tengah sembilan kejadian, Riau tujuh kejadian, serta Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat masing-masing lima kejadian. (databoks, 12/01/2024)

Beberapa daerah di Sumatera, Jawa dan Kalimantan mengalami banjir. Bahkan di Demak dan Sumatera Selatan yaitu Palembang mengalami banjir yang parah. Tidak ketinggalan Kalimantan Selatan, seperti di kabupaten Tanah Bumbu yang merupakan wilayah pertambangan tak luput juga dari banjir.

BNPB pun menyebutkan, setidaknya 21.000 warga mengungsi akibat banjir di Demak tersebut. Mereka tersebar di 59 titik pengungsian. Angka ini (21.000 pengungsi) tercatat sebagai salah satu kejadian bencana dengan jumlah pengungsi terbanyak di awal 2024. (Kompas, 13/02/2024)

Penyebab Banjir di Indonesia

BMKG mengungkap dalam sepekan terakhir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat turut memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di beberapa daerah, adanya potensi tersebut sesuai dengan rilis BMKG sebelumnya dimana potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia perlu diwaspadai selama periode akhir tahun 2023 hingga awal Januari 2024. (bmkg, 3/1/2024)

Memang betul bahwa bencana banjir adalah qadha dari Allah Swt. Selain itu, faktor curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor pemicu banjir. Namun kita dapat menganalisis di lapangan faktor yang menyebabkan banjir tersebut apakah ada faktor kelalaian manusia yang telah merusak alam. Selain itu bagaimana mitigasi bencana apakah telah disiapkan dengan matang atau belum. Jika hal ini tidak dilakukan maka bencana banjir akan terus menerus terjadi di negeri ini. Karena Allah berfirman dalam Q.S Ar-rum 41 bahwa kerusakan yang terjadi di muka bumi tidak lain adalah karena ulah tangan manusia.

Plt. Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan Ediar Usman menyampaikan bahwa wilayah Pantura Jateng, seperti Pekalongan, Semarang, dan Demak, tersusun dari tanah sedimentasi yang belum terkonsolidasi dengan baik sehingga sangat memungkinkan terjadi pemadatan atau penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah lebih cepat terjadi di kawasan permukiman, terlebih yang padat penduduk. Adanya beban bangunan di atasnya, menyebabkan terjadinya pemadatan tanah yang lebih cepat.

Selain itu aktifitas pertambangan dan alih fungsi lahan juga telah menyebabkan daerah serapan air semakin berkurang. Aktivitas pembangunan gedung-gedung bertingkat yang tidak memperhatikan bagaimana dampak lingkungan tentu memiliki andil besar atas terjadinya banjir di negeri ini.

Kapitalis Biang Kerok

Kepentingan kapitalis sungguh mendominasi di negeri ini sehingga membuat luka rakyat semakin menganga. Rakyat kecil menjadi korban atas kerakusan para kapitalis. Para pemilik modal di negeri ini semakin jor-joran dalam melakukan pembangunan dan pertambangan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan dan kondisi rakyat.

Memang betul pembangunan juga harus dilakukan untuk semakin memperbaiki kualitas hidup masyarakat, namun apalah artinya jika pembangunan tersebut hanya akan membuat alam semakin rusak dan yang menjadi korban adalah rakyat kecil. Sementara para kapitalis dapat menikmati hidup mereka dengan nyaman.

Belum lagi pertambangan terutama yang terjadi di daerah Kalimantan Selatan. Pertambangan semakin massif hingga ketika musim hujan tiba banjir pun tak dapat dielakkan.

Solusi Tuntas dengan Islam

Persoalan banjir yang terus terjadi dari tahun ke tahun sudah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Sayangnya solusi yang diberikan hanyalah bantuan ketika banjir melanda. Setelah itu tak ada solusi yang mengiringinya agar banjir tak terjadi lagi di waktu yang lain. Mirisnya pemerintah justru membiarkan para pemodal untuk dapat membangun usaha mereka tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan nasib rakyat ke depannya.

Hal ini sangat berbeda dengan Islam sebagai agama yang paripurna. Bukan hanya mengurusi soal ibadah namun juga urusan pemerintahan. Islam memiliki aturan sempurna yang dapat mengatur hidup manusia. Dalam Islam negara lah yang hadir untuk mengayomi masyarakat. Negara yang hadir untuk melakukan pembangunan dan pengelolaan SDA. Semuanya dilakukan negara semata untuk rakyatnya. Bukan diberikan kepada para kapital seperti yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu, selama kita masih berada dalam sistem yang berpijak pada aturan kapitalisme maka tidak akan pernah kita dapatkan kesejahteraan yang berpihak kepada rakyat. Dengan demikian penerapan syariah islam secara sempurna dalam bingkai bernegara lah yang dapat memberikan kesejahteraan di muka bumi ini.

Wallahu a'lam bishawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post