Sekularisme Melahirkan Generasi Gemar Aborsi


Oleh : Helmi Susanti


Dilansir dari KBRN pada 21 Desember 2023, kasus aborsi ilegal kembali mencuat ke permukaan dengan tangkapan lima perempuan, yaitu D (49), OIS (42), AF (43), AAF (18), dan S (33) pada kamis (14-12-2023) terduga di sebuah klinik yang berlokasi di salah satu apartemen kelapa gading, Jakarta Utara. 


Mirisnya, para pelaku aborsi ilegal adalah para remaja lulusan SMP atau SMA tanpa latar belakang medis. Adapun faktor terbesar yang menyebabkan para remaja melakukan aborsi adalah pergaulan bebas, sex bebas dan ini menjadi trend pergaulan bebas remaja saat ini.


Selain itu hal yang menyebabkan para remaja melakukan aborsi ialah kondisi ekonomi yang sulit, dan terbatasnya latar belakang pendidikan di negeri inilah yang membuat mereka krisis akhlak dan moral. 


Tak heran jika para remaja tidak merasa jera melakukan aborsi berkali kali. Karena negara kita saat ini tidak mempunyai hukum yang jelas dan bagi para pelaku. Maka tidak diragukan lagi bahwa para remaja akan terus melakukan tindakan aborsi. 


Kerusakan generasi dan masyarakat tak akan terjadi bila masyarakatnya hidup berlandaskan akidah islam. Ketakwaan menjadi nafas bagi setiap individu muslimnya . Keridhaan Allah menjadi tujuan utama dalam beramal sholih dan takut akan hari penghisaban amal. 


Bila hukum Islamnya juga tegak secara adil tidak berat sebelah. Inilah ketenangan hidup yang hakiki yang seharusnya dinikmati oleh seluruh kaum muslimin termasuk kaum remajanya. Namun apa daya, hari ini kaum remaja terjebak dalam kehidupan yang hedonis berlumuran dosa maksiat. Padahal remaja adalah aset peradaban gemilang suatu bangsa dan negara. Inilah kenapa pentingnya menyelamatkan kehidupan kaum remaja dengan penerapan Syariat Islam Kaffah.


Allah Ta'ala telah berfirman :


وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرا


"Dan janganlah kamu membunuh anak anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka, dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh dosa besar" (QS. Al Isra' : 31).


Syariat Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan. Mereka dibatasi berkomunikasi hanya mengenai pendidikan, kesehatan, dan jual beli. Negara Islam juga akan menjamin perekonomian umat serta adanya sanksi bagi para pezina baik yang sudah menikah (rajam) maupun yang belum menikah (dijilid 100x). 


Dengan pelarangan pergaulan bebas dan dengan adanya sistem sanksi seperti maka akan mencegah mereka berzina yang dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan dan mencegah terjadinya tindakan aborsi ilegal. Ini semua terjadi karena negara hari ini tidak mau menerapkan Syariat Islam Kaffah. 


Oleh karena itu penting bagi kita semua segera menyelamatkan kaum remaja kita dari berbagai tindakan maksiat. Satu-satunya cara adalah dengan menerapkan Syariat Islam Kaffah dalam naungan Khilafah sebagai sebuah negara yang akan menjamin keselamatan hidup dunia dan akhirat kaum remajanya. Wal'Lahu'alam.

Post a Comment

Previous Post Next Post