Nyawa Seakan Tak Berharga

 


Oleh: Suci Nuraini


Kasus aborsi ilegal kembali mencuat ke permukaan dengan tangkapan lima perempuan terduga pelaku di sebuah klinik yang berlokasi di salah satu apartemen Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menariknya, beberapa terduga pelaku diberitakan hanya lulusan SMA dan SMP, tanpa latar belakang medis. (rri.co.id/21/12/2023)


Polisi berhasil membongkar praktik aborsi ilegal yang berada di salah satu apartemen Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lima orang wanita ditangkap, termasuk pelaku yang berperan sebagai dokter.


"Lima wanita itu berinisial D (49), OIS (42), AF (43), AAF (18) dan S (33)," kata Kepala Kepolisian Sektor Kelapa Gading, Komisaris Polisi Maulana Mukarom kepada wartawan di Jakarta Utara, Rabu, 20 Desember 2023. (medcom.id/21/12/2023)


Semua ini berpangkal dari penerapan Kapitalisme Sekulerisme dalam kehidupan. Sistem ini membuahkan pemikiran Liberalisme, nilai moral dan agama telah di cabut asas ini sehingga melahirkan paham kebebasan dan mengagung-agungkannya. Baik itu kebebasan beragama, berpendapat, bertingkah laku, dan lain sebagainya. Sehingga tindakan aborsi seolah-olah hal biasa. Sudah tren dikalangan anak remaja sekarang ini.  yang membuat pergaulan menjadi salah satu celah terjadinya aborsi. Lemahnya sanksi dan dampak penggerusan pemikiran hak reproduksi yang di kampanyekan global juga menjadi penyebab tindak kejahatan ini.


Berbeda halnya dengan Islam yang menjaga setiap nyawa sejak masih dalam kandungan. Islam memberikan perhatian serius terhadap persoalan nyawa manusia, bahkan perlindungan atas nyawa manusia merupakan salah satu maksud tujuan utama diturunkannya syari'at yaitu menjaga serta melindungi nyawa manusia ( Hifdzun nafs).


Sebagaimana firman Allah SWT. ;


"Barangsiapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi ini, maka seolah-olah telah membunuh manusia seluruhnya."  (TQS. Al Maidah: 32)


Demikianlah, sangat jelas bahwa tindak kejahatan pembunuhan atau aborsi akan terus terjadi bahkan semakin sadis, karena sistem kehidupan yang diterapkan adalah sistem buatan manusia. Maka, ini hanya bisa diatasi secara tuntas jika hukum islam secara keseluruhan diterapkan dalam segala aspek kehidupan baik itu individu, keluarga, masyarakat dan negara.


Wallahu'alam bishshowwab.

Post a Comment

Previous Post Next Post