MENEGUHKAN IMAN DAN IDENTITAS ISLAM


Oleh : Neng Sri 
(Ibu Rumah Tangga)


Kata toleransi sering disampaikan khususnya kepada umat Islam apalagi menjelang perayaan natal seolah bagaimana sikap kita terhadap perayaan natal, yang dijadikan tolak ukur seberapa jauh umat Islam bersikap toleran.


Islam memberikan ketentuan yang sangat jelas tentang bagaimana toleransi terhadap orang kafir yang harus dilakukan.


Pertama: Toleransi dengan orang kafir tidak boleh mengurangi keyakinan Islam sebagai satu-satunya agama yang benar (yang lain salah) dan satu-satunya jalan keselamatan di Akhirat (yang lain tidak). Allah SWT berfirman : "Sungguh agama yang diakui oleh Allah hanyalah Islam (TQS Ali Imran {3} : 19)


Yang kedua: Toleransi tidak boleh mengurangi keyakinan bahwa penerapan syariah secara kaffah akan memberikan Rahmat bagi seluruh umat manusia (Muslim dan non Muslim). Allah SWT berfirman : "Tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam {TQS Al-Anbiya' {21} : 107).


Ketiga: Toleransi tidak boleh mengurangi semangat dakwah mengajak non Muslim masuk Islam. Allah SWT berfirman 8TQS an-Nahl {16} 125).


Keempat: Toleransi dilakukan dengan tidak memaksa non Muslim untuk meyakini Islam. Mereka cukup didakwahi atau diajak masuk Islam. Jika menolak, mereka dibiarkan memeluk agama yang mereka yakini. Allah SWT berfirman: (TQS al-Baqarah {2} : 256).


Kelima: Islam membolehkan bermuamalah dengan non Muslim (jual beli, sewa-menyewa, ajar-mengajar dalam saintek, dll). Islam pun memerintahkan agar berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka. Allah SWT berfirman (TQS al-Mumtahanah {60} : 8).


Toleransi bukanlah partisipasi, bahkan Rasulullah Saw.dengan tegas menolak melakukan toleransi dalam bentuk terlibat apalagi mengamalkan agama lain.


Adapun sikap seorang muslim kepada kaum Nasrani harus seperti nabi Muhammad Saw. Beliau tegas mengajak kaum Nasrani juga yahudi, untuk masuk Islam. Dalam hadis riwayat Imam Muslim ditegaskan tidak ada seorang pun baik yahudi dan nasrani yang mendengar tentang Nabi Muhammad Saw., kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran Nabi Muhammmad Saw, kemudian ia akan menjadi penghuni neraka.


Islam adalah agama yang toleran. Islam memberikan kebebasan kepada setiap manusia dalam memilih agamanya. Islam pun menjamin perlindungan terhadap darah, harta dan kehormatan serta ibadah dan tempat ibadah non Muslim.


Allah SWT telah memerintahkan hambanya agar masuk Islam secara kaffah, dalam seluruh aspek kehidupan : "Wahai orang orang yang beriman masuklah kedalam Islam secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sungguh ia musuh yang nyata bagi kalian (TQS al-Baqarah {2} : 208).


Setiap muslim wajib memegang teguh Islam. Ia haram meninggalkan keyakinan Islamnya. Ia juga haram meninggalkan identitas keislamannya. Sebaliknya identitas Islam harus dipegang teguh oleh setiap muslim dalam seluruh aspek kehidupan. Apalagi dalam urusan peribadatan. Ikut perayaan natal bersama jelas mencederai identitas Islam seorang Muslim dan yang pasti haram hukumnya.


Wallahu a'alam bi ash shawwab

Post a Comment

Previous Post Next Post