Marak Aborsi, Buah Busuk Sekularisme Dan Liberalisme


Oleh : Adelusiana 


Medcom - Jakarta : polisi berhasil membongkar praktik aborsi ilegal yang berada disalah satu apartemen kelapa Gading. Jakarta Utara, lima orang wanita ditangkap, termasuk pelaku yang berperan sebagai dokter.


"Lima wanita itu berinisial D (49), OIS (42) AF (43), AAF (18), dan S (33)," kata kepala kepolisian sektor kelapa Gading,

Komisaris polisi Maulana Mukarom kepada wartawan di Jakarta Utara, Rabu, 20 Desember 2023.


Berulangnya kasus aborsi ilegal mencerminkan rusaknya banyak Hal. Liberalisme pergaulan/perilaku, aturan yang memberi celah terjadinya aborsi, lemahnya sistem sanksi dan juga dampak pengarusan pemikiran. Hak reproduksi yang dikampanyekan global. Semua berpangkal pada penerapan kapitalisme sekulerisme dalam kehidupan.


Maraknya kasus aborsi menunjukkan buruknya sistem kehidupan kita hari ini. Muda mudi bisa berduaan secara terang-terangan tanpa ada yang menegur. Mereka berinteraksi layaknya suami istri hingga berujung kehamilan yang tidak direncanakan. jika sudah demikian, kemungkinannya hanya dua, diaborsi atau dibuang, Sungguh tragis!

Sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan saat ini memang begitu liberal.

Pornografi dan pornoaksi ada di mana-mana, aurat bebas ditampakkan tanpa batas. Dorongan terhadap syahwat bertebaran di media, Zina pun merajalela.


Di sisi lain, dakwah amar makruf nahi mungkar malah dijegal. Ajakan menerapkan Islam kaffah di kriminalisasi. Seruan melindungi generasi dengan sistem Islam di anggap berbahaya. Jadilah Pergaulan tanpa kendali, apalagi 

Kontrol dari masyarakat yang sudah tidak berjalan karena sudah individualis akibat penerapan sistem kapitalisme.


Sistem pergaulan yang bebas tanpa batas

(Liberal) ini akhirnya berdampak buruk pada hilangnya nyawa. Janin manusia seolah tiada berharga dibuang begitu saja disaluran pembuangan setelah sebelumnya dihancurkan dengan cairan kimia. Sementara itu di media massa kita sering mendengar adanya kasus pembuangan bayi di jalan, tempat sampah,sungai dan sebagainya. Mereka dibuang begitu saja hingga terluka, bahkan sampai tidak bernyawa.


Maraknya aborsi dan pembuangan bayi ini menunjukkan bahwa sistem liberal gagal melindungi nyawa manusia, padahal nyawa manusia sangatlah berharga. Dalam Islam, hilangnya satu nyawa manusia merupakan urusan yang sangat berat timbangannya.

Rasulullah Saw, bersabda :

"Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah

dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak."

(HR.Nasai 3987, Turmudzi 1455).


Islam sangat menjaga nyawa manusia. Tidak boleh ada orang yang menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak (izin syar'i). Dengan demikian orang tidak akan mudah menyakiti orang lain. Jika ada yang demikian, negara akan memberikan sanksi yang tegas.

Allah taala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu kisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh." (QS. Al-Baqarah: 178).


Adapun terkait aborsi, para ulama sepakat bahwa aborsi yang dilakukan setelah ditiupkannya roh (120 hari) adalah haram, pelaku aborsi akan dikenai sanksi berupa membayar diat. Para ulama berbeda pendapat mengenai pelaku aborsi harus membayar kafarat atau tidak. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang melakukan aborsi, selain harus membayar diat, juga harus membayar kafarat dengan membebaskan budak atau berpuasa dua bulan berturut-turut.


Untuk mencegah terjadinya aborsi, Negara akan menerapkan sistem pergaulan Islami. Kehidupan laki-laki dan perempuan dipisah, hanya bertemu jika ada hajat syar'i. Zina, khalwat, dan ikhtilat akan dilarang. Kewajiban menutup aurat ditegakkan. Laki-laki dan perempuan diperintahkan untuk menundukkan pandangan. Pornografi dan pornoaksi dilarang, pelaku dan pengedarnya akan dihukum. Media massa dan media sosial akan diawasi oleh polisi siber secara ketat agar tidak ada konten yang bertentangan dengan Islam.


Sistem Islam juga akan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam sehingga terwujud ketaatan pada aturan Islam.

Dakwah amar makruf nahi mungkar diserukan ke seluruh penjuru negeri sehingga seluruh masyarakat bertakwa. Hasilnya, kontrol sosial pun berjalan efektif dan merata. Semua inilah yang bisa mewujudkan kehidupan yang bebas dari zina, termasuk menutup rapat pintu-pintu aborsi.


Wallahu a'lam bisshowwab []

Post a Comment

Previous Post Next Post