Lagi, Warga Terampas Ruang Hidupnya Akibat Pertambangan Kapitalisme


Yuni Yartina

Aktivis Muslimah


Warga di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bukiwaras dan Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung gelar aksi resahkan aktifitas perusahaan batubara di wilayah setempat. Guntoro warga RT 05, Kelurahan Way Lunik mengatakan, adanya aktifitas stockpile batubara berakibat pada lingkungan yang tercemar, bahkan masyarakat mulai merasakan sakit tenggorokan. ”Justru ini kita mempermasalahkan, warga di perizinan awal tidak setuju tapi mengapa perizinan itu terbentuk, saya pernah nanya ke RT dan Lurah agar musyawarah lagi dengan masyarakat, karena dari awal perizinan dengan warga masih simpang siur karena banyak masyarakat tidak setuju”. (Lampung Pos, 22 Desember 2023) 


Entah sudah kasus ke berapa, pertambangan batubara meresahkan masyarakat sekitar. Sistem Demokrasi yang katanya dari Rakyat oleh Rakyat dan untuk Rakyat nyatanya mengabaikan keinginan rakyat. Menjadi-jadi, rakyat semakin banyak dirugikan. Mana yang bermodal, mana yang menguntungkan, itulah yang diambil di Sistem Kapitalis Sekuler saat ini. Belum lagi jika dikembalikan kepada syarat perizinan yang masih menjadi tanda tanya besar. Yakni, siapa yang membuat aturan dan siapa pula yang kendor dalam membuat izin. Kita dapat menyaksikan, masih longgarnya pemerintah dalam hal alihfungsi lahan. Masyarakat bingung harus mengadu kemana, jika penguasa lembek kepada pengusaha, siapakah lagi yang seharusnya menjadi penjaga masyarakat? 


Kita bukan tidak butuh pertambangan. Hanya saja, jika aktivitas tambang dilakukan tanpa menganalisa dampak pada lingkungan dan  masyarakat sekitar, tentu hal tersebut memberikan dampak yang sangat buruk. Dari sisi kesehatan, bisa menyisakan penyakit pernapasan, tenggorokan, yang paling parah menjadi kanker. Alih-alih hasil tambang kembali kepada rakyat, yang terjadi malah dikuasai korporasi bahkan asing. Rakyat kecil sengsara karena hanya mendapatkan sisa berupa dampak buruknya. Sungguh miris!


Lantas, bagaimana Islam dalam aktivitas pertambangan ?

Allah Taala telah menyediakan bumi dengan segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya agar dapat dikelola dan dimanfaatkan manusia untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran hidup secara bersama. 

Yang pertama, terkait pertambangan. Aktivitas pertambangan tidak dilarang dalam Islam. Dari sisi kepemilikan Islam menetapkan bahwa hasil tambang dikembalikan untuk kemaslahatan ummat, bukan untuk keuntungan korporasi dan penguasa, bahkan negara hanya akan diberikan hak mengelola saja yang hasilnya wajib dikembalikan untuk ummat dengan penuh pertanggungjawaban. 

Sebagaimana dalam HR Ibnu Majah bahwa kaum muslim berserikat dalam tiga hal, yakni air, padang rumput, dan api, dan harganya adalah haram. Alhasil, kepemilikan tambang haram diserahkan kepada individu atau korporasi.

Hal ini secara otomatis mencegah munculnya penambang-penambang ilegal, sebab semua kekayaan tambang dikelola oleh negara. Negara yang mengelola tambang dengan asas Islam tidak akan menjadikan aktivitas tambang berbahaya bagi lingkungan ataupun masyarakat sekitar. Karena hal tersebut adalah perbuatan dzalim yang sangat merugikan. 


Yang kedua, dalam Islam klasifikasi lahan akan diteliti sesuai peruntukannya. Yang mana untuk pertanian, pemukiman, industri, pertambangan dan area hijau. Tidak boleh mengalihfungsikan lahan hanya untuk kepentingan korporasi. 


Yang ketiga, Islam tidak hanya mengutamakan aktivitas produksi namun juga memperhatikan distribusi dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dari aktivitas produksi. Apakah berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Negara akan menempuh upaya-upaya khusus agar tidak memakan korban jangka panjang. 

Kesehatan dalam Islam gratis, bahkan tanpa harus mengeluarkan iuran bulanan. Karena dalam Islam, kesehatan umat adalah tanggung jawab negara. Baik untuk pemeriksaan, pengobatan atau pencegahan. 

Masyarakat harus terus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sehingga tidak ada keterlambatan deteksi penyakit. Agar langsung ditangani dan dicegah jika muncul tanda-tanda penyakit tertentu. Kemudian diberi pengobatan optimal. Semua pelayanan tentunya diberikan gratis. 


Sungguh Maha Besar Allah membuat berbagai aturan dalam Islam yang memuliakan setiap aktivitas manusia hingga semua mampu bernilai ibadah. Semoga kita menjadi orang yang selalu merindukan penerapan syariah Islam secara menyeluruh. Wallahu’alam bish shawwab.

Post a Comment

Previous Post Next Post