Oleh : Fitri
Berbicara mengenai gen z yang di juluki istilah strawberry generation di era digital saat ini sungguh sangat kompleks. Meski terkesan rapuh, namun generasi ini menyimpan berbagai potensi. Secara positif, generasi stroberi memiliki beberapa karakteristik yang dapat diamati, antara lain memiliki kemampuan beradaptasi dan kreativitas yang tinggi. Memiliki sifat terbuka terhadap hal atau ide-ide baru. Memiliki sikap percaya diri dan toleran terhadap pendapat, keyakinan, dan latar belakang orang lain yang berbeda darinya. Sikap ambisius bagi dirinya sendiri dan juga untuk orang lain, dimana dapat menumbuhkan motivasi untuk masa depan.
Menyukai tantangan dan cenderung menghindari sesuatu yang monoton. Beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berani menyampaikan pendapat dan tidak segan mengutarakan apa yang dirasakannya.
Namun kondisinya tidak seideal itu, beragam pemberitaan yang di suguhkan oleh platform media sosial tentang gen z banyak menjadi menjadi trending topik. Mulai dari prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama bangsa, baik dari segi akademis dan non akademis. Namun, tidak sedikit pula pemberitaan negatif yang terjadi bahkan di luar akal manusia yang bisa di lakukan oleh remaja pada saat ini. Mirisnya hal ini hampir merata diseluruh belahan dunia.
Mengakhiri hidup karena hal sepele dilakukan ketika live disalah satu platform medsos adalah fakta dari berbagai kasus yang di lakukan oleh remaja saat ini, belum lagi kasus yang lainnya seperti pembunuhan, pemerkosaan, gangguan kesehatan mental, korban judol, narkoba, aborsi dan berbagai kasus kriminal lainnya mewarnai sederet pemberitaan yang viral pada saat ini. Hal ini tentu saja membuat kekhawatiran akan wajah masa depan generasi, mau dibawa kemana bangsa ini jika penerus peradaban nya selemah ini.
Salah satu akar permasalahan kemunduran generasi saat ini adalah dari penggunaan gadget yang tidak terkontrol, konten yang tidak berfaedah dan menyesatkan akal pikiran ditambah dengan sistem algoritmanya yang membuat kecanduan. Hal ini tidak lepas dari peran sistem sekuler kapitalis, dimana tidak ada batasan terkait konten yang di tampilkan.
Para pemilik platform hanya mementingkan keuntungan yang didapat, tanpa memikirkan dampak setelahnya. Begitu pula dengan pemerintah saat ini, seharusnya menjadi garda terdepan yang memfilter serta membatasi konten-konten yang tidak bermanfaat dan jauh dari norma agama, karena itu bagian dari tanggung jawabnya.
Maraknya fenomena mengerikan yang diakibatkan oleh media sosial, maka Australia membuat kebijakan lewat Undang-Undang. Australia akan memblokir media sosial untuk anak remaja dibawah 16 tahun mulai 10 Desember. Pelarangan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan mental dan demi kebaikan generasi muda di negaranya (BBC News Indonesia 21/11/2025).
Lalu bagaimana dengan indonesia? negara dengan mayoritas muslim, adakah upaya serius mengembalikan peran gen z agar menjadi mercusuar peradaban dunia. Sayangnya secara jujur kita harus berkata bahwa masih jauh panggang dari api, yang tampak malah jarak antara kita dan generasi z, padahal amanah yang dibebankan sama, li i'lai kalimatillahi hiyal ulya. Sepuluh atau duapuluh tahun kedepan merekalah yang akan memimpin dunia ini, berharap peradaban Islam yang gemilang akan kembali ditangan mereka, dan saat inilah idealnya menempa mereka dengan berbagai ilmu dan memenuhi benak mereka dengan hebatnya hidup dibawah naungan Islam.
Rasululullah SAW. telah memberi uswah bagaimana peradaban mulia dimulai di Madinah dengan dasar akidah dan syariat Islam sebagai solusi dari berbagai masalah kehidupan, baginda sukses membina generasi muda, membuat mereka berbaur dalam tugas yang sama yakni menyinari dunia dengan cahaya Islam. Mereka memiliki iman dan semangat perjuangan yang tinggi, disibukkan dengan kegiatan yang bermanfaat, tujuan yang sama yakni meraih ridha Allah Swt. tidak ada waktu untuk berleha-leha, membuang waktu apalagi berbuat maksiat. Saat itu algoritma mereka sama, yakni kejayaan Islam, dua generasi satu amanah.
Bukan hal yang mustahil jika saat ini kita mulai mempersiapkan generasi tangguh dengan landasan aqidah Islam, tentu saja akan memerlukan effort yang serius untuk menyelesaikan PR besar ini, bahu membahu menyelamatkan generasi emas. Generasi bervisi syurga dengan aturan yang berlandaskan hukum Allah yaitu Islam. Sebagaimana firman Allah yang tertuang dalam Al Qur'an
"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah kepada yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung" (QS. Ali Imron : 104).
Wallahu A'lam
No comments:
Post a Comment