Islam Menjaga dan Memuliakan Peran Ibu


Oleh : Febriani Safitri, S.T.P


Peringatan hari ibu dilaksanakan setiap tanggal 22 Desember. Secara Filosofi lahirnya Peringatan hari ibu sebagai bentuk penghormatan dan memuliakan para Ibu, yang secara subtansial punya peran yang sangat urgen dalam menentukan kondisi suatu negara atau bangsa.


 Namun secara praktis peringatan tersebut hanya menjadi ritual dan seremonial belaka, kenapa? Karena peringatan hari ibu, justru tidak relevan yang katanya untuk mengangkat derajat perempuan namun tidak dapat terealisasi.  Kenapa demikian, karena para ibu atau perempuan sering kali mendapat pelecehan ataupun tindakan kekerasan.


Bagaimana Potret penderitaan perempuan yang terus terjadi  diseluruh penjuru tak terbendungkan, sejumlah rekan mengeluarkan hasil survei kuantitatif yang menyebut 94% dari 1.240 responden mengalami pelecehan seksual di tempat kerja. Sekitar 76% pernah mengalami pelecehan lisan; 42% mengalami pelecehan isyarat; 26% mengalami pelecehan tertulis/gambar; 13% lingkungan kerja yang tidak bersahabat; 7% ditawari imbalan untuk melakukan sesuatu; 1% penyerangan seksual; dan 2% lainnya. Survei dilakukan antara 19 November hingga 9 Desember 2018 secara online; membuktikan pelecehan seksual di tempat kerja bukan barang langka.


Dalam aspek sosial, hingga hari ini belum ada pula jaminan keamanan dan kenyamanan bagi perempuan untuk beraktivitas di ruang publik. Komnas Perempuan mencatat angka kekerasan terhadap perempuan di ruang publik selama 2018 sebanyak 3.915 kasus (cnnindonesia.com).


 Dari fakta dan data diatas menunjukkan bahwasannya ada kesalahan dalam memahami kodrat perempuan yang memperburuk penderitaan mereka hingga saat ini. 


Sejak dicanangkan peringatan hari ibu, peran perempuan telah disorientasi .

 Hal tersebut tidak lepas dari paradigma kapitalisme yang menganggap bahwa perempuan tidak boleh berbeda dengan perempuan, dalam hal ini perempuan harus keluar kerja untuk mencari nafkah sebagaimana laki- laki atau dikenal ide kesetaraan gender. Ide ini yang menjadikan perempuan berlomba untuk mencari materi sebanyak-banyaknya agar tidak mudah direndahkan bahkan mereka rela meninggalkan kewajiban nya dalam mengurus anak, rumah dan suaminya. 


Sehingga tak mampu lagi mengurus anak dan suami bahkan menganggap beban yang mengganggu kewarasan seorang ibu. Kemudian adanya eksplorasi perempuan yang terjadi sehingga tidak jarang ditempat mereka bekerja yang berhadapan secara langsung dengan customer mengalami ancaman pelecehan dan kekerasan seksual. 

Sistem hari ini menjadikan kaum perempuan keluar dari kodratnya bahkan menjadikan nya sebagai ajang eksploitasi sehingga harkat dan martabat tak lagi terjaga.


Hal tersebut sangat berbeda dengan Islam. Dalam pandangan islam Allah menciptakan Laki - laki dengan perempuan dengan Kodrat serta fitra yang berbeda. Islam 

Mewajibkan suami menafkahi Istrinya termasuk anaknya sedangkan istri ,sebagaimana sabda Rasulullah dalam haditsnya 

“Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rezeki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami),'' (HR Muslim 2137). 

Sedangkan Ibu/Istri punya peran mulia dalam kehidupan, baik kehidupan rumah tangga, masyarakat dan negara. Dalam rumah tangga sosok Ibu punya peran yang sangat besar dalam mencetak generasi muslim pembangkit umat. Islam sangat detail mengatur  tentang Kewajiban - kewajiban suami, kewajiban istri, sehingga dengan aturan itu suami istri akan semangat dan berlomba - lomba dalam menjalankan kewajibanya masing - masing atas dasar keimanan kepada Allah Swt.

Post a Comment

Previous Post Next Post