Bunuh Diri Anak, Problem Serius Generasi Kapitalisme


Oleh : Sarlin

(Pemerhati Masalah Sosial)



Mengejutkan. Seorang bocah di Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya, Rabu (22/11). Dilansir dari Detik Jateng pada 23/11/2023 bahwa aksi nekad bocah SD itu diduga dipicu karena dilarang bermain HP. Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Isnovim membenarkan adanya kejadian tersebut. Isnovim mengatakan pihaknya telah menerima adanya laporan tersebut. 


Kasus ini harus menjadi perhatian mengingat usia anak yang masih belia memutuskan bunuh diri, apalagi bunuh diri hari ini sudah menjadi fenomena di tengah masyarakat. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan di antaranya apa yang menjadi penyebab bunuh diri, sumber anak mengetahui cara bunuh diri  dan juga kondisi mental anak.


Pembentukan generasi yang kuat dan tangguh tentu menjadi tanggung jawab banyak pihak, diantaranya keluarga, masyarakat dan negara. Hanya saja dalam sistem sekuler kapitalis telah mengeliminasi peran dari ke tiga pihak tersebut. Saat ini banyak keluarga yang mengawali berumah tangga tidak di sertai kesiapan menjadi orang tua, alhasil ketika memiliki anak tidak ada gambaran yang jelas karakter anak yang akan di bentuk dan bagaimana Upaya mewujudkan nya. Tren orang tua bekerja termasuk ibu sudah menggejala ditengah masyarakat, pasalnya keluarga di pandang ideal ketika bisa memenuhi gaya hidup konsumtif ala kapitalisme. Alhasil pendidikan anak yang seharusnya mampu membentuk kepribadian mulia di rumah tidak sejalan sebagaimana mestinya.


Di sisi lain masyarakat yang terbentuk hari ini adalah masyarakat sekuler kapitalis. Masyarakat sekuler kapitalis identik dengan individualisnya, mereka cenderung membiarkan kebiasaan -kebiasaan buruk yang di lakukan oleh anak saat ini, seperti bermain HP sehingga mengakses konten - konten yang tidak mengedukasi atau merusak. Anak pun tumbuh menjadi individu yang liberal dan materialis.


Peran terbesar yang mempengaruhi trend bunuh diri pada anak adalah negara. Sebab negara adalah pihak yang mengatur jalannya sistem pendidikan dan mengatur media yang di akses masyarakatnya. Kurikulum pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan sungguh telah menjauhkan generasi dari pemahaman terhadap aturan Allah SWT.


Adapun media sangat berperan dalam mempengaruhi dan mendorong seorang anak melakukan tindakan bunuh diri. Dalam beberapa kasus ada beberapa anak melihat cara bunuh diri di internet. Hal ini menunjukkan gagalnya negara dalam melakukan kontrol dan pengawasan media dalam menyebarkan informasi dan tontonan. Tentu ini sangat berperan dalam pembentukan kesehatan mental anak. 


Islam sejatinya memberikan perhatian besar pada generasi. Negara akan mengambil Islam sebagai satu-satunya aturan dalam mengatur individu, masyarakat maupun negara. Ketiga pilar ini wajib memperhatikan tumbuh kembang anak dan menjaga kesehatan mental anak.


Alhasil, tidak boleh ada satupun pilar yang mengabaikan pembentukan generasi berkualitas sebab generasi adalah estafet  peradaban. Selain itu sistem pendidikan Islam yang berasaskan akidah Islam diterapkan mulai dari tingkat dasar hingga tinggi, sehingga remaja dicetak agar berkepribadian Islam, menguasai tsaqofah Islam. Negara juga akan mengelola media sosial sehingga informasi yang beredar di masyarakat adalah perkara dakwah dan kebaikan. Informasi tentang bunuh diri dan segala sesuatu yang bertentangan dengan syariat tidak akan dibiarkan tayang.


Dengan begitu mindset generasi akan selalu tersuasanakan dengan kondisi takwa. Generasi akan paham jati dirinya sebagai hamba, ia akan beramal sesuai dengan syariat karena paham, bahwa segala hal yang ia lakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan. Mereka akan tumbuh menjadi individu yang bersyukur atas kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT, sehingga tidak terbesit sedikitpun untuk melakukan aktivitas bunuh diri, apalagi bunuh diri merupakan dosa besar yang akan diganjar dengan siksa oleh Allah SWT.

Wallahu a'lam.

Post a Comment

Previous Post Next Post