Rohingnya Dalam Mencari Suaka


Oleh : Anna Ummu Maryam

Pegiat Literasi Peduli Negeri


Polisi mengungkap aksi penyelundupan 36 pengungsi Rohingya yang baru saja mendarat di bibir pantai Aceh. Mereka diselundupkan dalam bak truk berhimpit-himpitan. 1 orang sopir truk ditangkap atas kasus tersebut.

Sopir truk yang ditangkap berinisial, KW (27). Ia mengaku diupah Rp 3 juta untuk mengangkut pengungsi Rohingya tersebut dari lokasi pendaratan mereka di Aceh Timur.


"Satu orang pelaku sudah kita tangkap dan dua orang lagi sedang kita buru," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmasyah kepada wartawan, Kamis (Detik, 23/11/2023).


Tentu bukan tanpa alasan hal ini dilakukan, mengingat bagaimana tidak adanya sebuah kepastian dengan berhasilnya kapal mereka berlabuh di Aceh. Bagaikan hidup tak bisa matipun tak bisa. Hidup terlunta-lunta di berbagai perjalan dalam mencari kedamaian hidup. Hal ini yang membuat mereka mengambil langkah-langkah lain sebagai bentuk mencari sebuah penghidupan bagi keluarga mereka.


Namun juga ada kemungkinan lain yaitu adanya orang-orang yang mengambil kesempatan untuk mengambil keuntungan dari nasib para pengungsi Rohingya. Dan yang paling buruk kemungkinannya adalah terjadinya penjualan/perbudakan manusia bahkan  organ tubuh manusia yang dijual dipasar gelap.


Tujuan wilayah yang disinggahi pengungsi Rohingya adalah wilayah terdekat dengan negara mereka yaitu  Indonesia, Malaysia begitupun Thailand. Namun lagi-lagi mereka harus kecewa bahwa negara-negara tersebut menolak mereka. 


Bahkan Pada tanggal 4 Juni 2022, angkatan laut Thailand menemukan 59 orang Rohingya – 31 pria, 23 wanita, dan 5 anak-anak – dari Myanmar terdampar di Pulau Koh Dong dekat provinsi Satun di Thailand selatan. Angkatan Laut membawa mereka ke darat dan menahan mereka di unit Polisi Patroli Perbatasan 436. 


Pejabat Thailand yang menanyai mereka mengatakan bahwa orang-orang Rohingya ini ditinggalkan oleh penyelundup, yang mengenakan biaya sekitar 60.000 baht Thailand (US$1.750) per orang untuk perjalanan ke Malaysia.


“Pemerintah Thailand harus mengakhiri kebijakannya yang langsung mengurung orang-orang Rohingya yang diselamatkan dan membuang kuncinya,” kata  Elaine Pearson , penjabat direktur Asia di Human Rights Watch. 


“Thailand harus mengizinkan badan pengungsi PBB untuk menyaring semua warga Rohingya yang tiba di Thailand untuk mengidentifikasi dan membantu mereka yang mencari status pengungsi.”


Pengungsi Rohingya Bukti Kegagalan Organisasi Dunia



Secara internasional ada Organisasi yang mengurusi para pengungsi yang terdapat diberbagai negara. Namun pada faktanya bahwa mereka tidak dapat menangani dengan cepat dan tepat serta solusi bagi para pengungsi yang mencari suaka untuk hidup lebih baik dari kekejaman Negera mereka sebelumnya.


Organisasi UNHCR adalah memberikan status kepengungsian terhadap para pengungsi dan menyediakan perlindungan bantuan kemanusiaan. IOM memfasilitasi semua kebutuhan para pengungsi, seperti perawatan medis, perumahan komunitas, hingga memulangkan para pengungsi ke negara asalnya secara sukarela.


Mengapa organisasi ini tidak mampu menampung dan menjawab permasalahan pengungsi yang terjadi diberbagai belahan dunia. Karena organisasi ini berdiri dengan asas sekular kapitalis. Yaitu organisasi ini berjalan sejalan dengan kemauan manusia bukan sebagaimana petunjuk Tuhan.


Sehingga yang terjadi adalah tidak bisa terlepas dari sesuai perintah, tekanan akan kepentingan manusia, keuntungan bagi pihak tertentu. Sehingga organisasi ini tidak bebas melakukan pertolongan kemanusia kecuali atas perintah PBB.

Maka meminta ketuntasan masalah pada peraturan  buatan manusia adalah kegagalan yang nyata dan tak akan pernah tuntas. 


Tak hanya sampai disitu, kehidupan mereka di pengungsian berlebel suaka itupun sangat miris. Dimana mereka hanya bisa menunggu makanan, minuman dan berbagai kebutuhan mereka. Sedangkan mereka tidak bebas bekerja sehingga kehidupan mereka berada dibawah kemiskinan.


Sejatinya manusia menginginkan kehidupan yang baik. Punya rumah, tercukupinya kebutuhan hidup, keamanan dalam beraktivitas sebagaimana layaknya kehidupan manusia normalnya. Namun yang terjadi pada mereka bahwa nyawa menjadi taruhan demi dapat mencapai wilayah penampungan.



Pengungsi Dalam Islam


Permasalahan dalam hidup tak pernah usai. Namun sejatinya manusia menginginkan keamanan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Namun dengan sistem yang ada yaitu Kapitalis sepertinya hal tersebut mustahil. Karena kekacauan dan peperangan menjadi keuntungan bagi para kapital.


Ibarat kata, para kapitallah yang memicunya sehingga barang jualan mereka laku keras. Dan orang yang awam akan menganggap mereka malaikat penyelamat padahal mereka adalah iblis yang berwujud manusia. 


Sungguh hal ini berbanding terbalik dengan sistem Islam. Dimana aturan yang dijalankan oleh manusia adalah berasal dari Sang Pencipta alam semesta ini. Dialah yang paling pantas untuk dipatuhi peraturan Nya. Dia lah yang paling tahu bagaimana tabiat manusia.


Islam tak pernah mengelak bahwa keadaan buruk bagi suatu wilayah dapat terjadi kapan pun. Namun hal tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang benar dan baik. Bahwa setiap manusia berhak untuk hidup dengan layak. Bahwa bumi ini adalah milik Allah SWT. Sehingga manusia dipersilahkan untuk hidup dengan baik.


Islam menjadikan iman sebagai pengikat persaudaraan dan hubungan dengan manusia yang adalah hal utama. Berbuat baik dan menolong siapapun adalah hal yang dianjurkan bahkan pada kaum kafir. Selama mereka mau taat terhadap peraturan Islam maka ibadah, keluarga, pekerjaan, perdagangan, kesehatan, pendidikan dan keamanan adalah hal yang utama untuk dijaga.


Sungguh jika kita melihat fakta bahwa sungguh masih banyak lahan kosong hingga berhektar-hektar tak terurus bahkan jadi hutan belantara yang seharusnya hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberikan kehidupan bagi siapapun. Bahkan Islam mengharamkan pemilik tanah namun tak mengelola tanahnya selama 3 tahun berturut-turut.


Islam melarang manusia bersifat tamak dan mengambilemamfaat dari kesusahan orang lain. Bahkan Islam memerintahkan memudahkan urusan orang lain. Apalagi jika itu terjadi pada sesama muslim. Maka hal itu adalah hal yang utama.


Rasulullah ﷺ bersabda, Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

 مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ كَانَ لَهُ حِجَاباً مِنَ النَّارِ. “Barangsiapa membela kehormat saudaranya (sesama Muslim), maka hal itu menjadi penghalang untuknya dari api neraka.” (HR Tirmidzi).


"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."


Maka solusi bagi pengunjungsi Rohingya adalah adalah adanya sebuah negara yang mampu memberikan kehidupan yang layak . Dan hal itu hanya ditemukan dalam sistem Islam dalam bingkai khilafah. Sebagaimana telah dijalani oleh Nabi Muhammad Saw dan para Khulafaur Rasyidin masa lalu.

Post a Comment

Previous Post Next Post