LAYANAN KESEHATAN MASIH JAUH DARI HARAPAN


Oleh Yeni Aryani


Tampaknya istilah orang miskin di larang sakit! Sangat tepat. Mengapa demikian, ragam jawaban yang tersaji jadi berpotensi membenarkan kalimat istilah atau seloroh di atas. Semisalnya biaya berobat yang mahal, pelayanan kesehatan yang kurang sigap, cepat dan tepat, akses berobat berbelit terkesan dipersulit. Inilah sekelumit pr besar bagi dinas kesehatan


Seperti yang kita ketahui bersama beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 12 November 2023 negara ini memperingatinya sebagai Hari Kesehatan Nasional yang ke-59. Perayaan hari kesehatan Nasional ini mengangkat tema "Tranformasi Kesehatan Untuk Indonesia Maju". Tema tersebut tercantum dalam logo baru.


Sepertinya yang terlihat dalam laman Kemenkes RI, Hari Kesehatan Nasional 2023 mengusung logo lambang lingkungan dan pucuk daun yang membentuk angka 59. Di logo baru ini memakai tiga warna yakni biru turquoise, hijau terang dan abu-abu. Masing masing warna tentunya mempunyai makna atau artinya sendiri begitupun lingkungan yang bulat menutupi segala sisinya adalah simbul dari konsentrasi serta fokus yang tinggi dalam menggapai tujuan. Pucuk daun yang muncul dari tunas mengartikan proses pertumbuhan dan kemajuan. Dan angka 59 berati sudah 59 kali pula negara ini memperingatinya. Biru melambangkan unsur kesehatan, kepercayaan dan integritas. Hijau terang memberikan efek ramah, hangat, semangat dalam melayani. Abu-abu memberikan kesan modern, profesional dapat dipercaya, tenang serius dan tenang.


Selain bertranformasi logo peringatan tahun ini juga melakukan transformasi ekosistem digital. Pemanfaatan ekosistem digital ini menurut Direktur Medis IHC dr Lia Gardenia Partakusuma dapat meningkatkan inovasi bisnis dan daya saing di bidang kesehatan. Menurutnya juga ekosistem digital ini mengacu pada jaringan teknologi, perangkat dan pemangku kepentingan yang saling terhubung dan bekerjasama untuk menyediakan layanan dan perawatan yang komprehensif tanpa batas. Ekosistem digital kesehatan ini juga memberikan solusi untuk mengatasi tantangan dengan menghubungkan dan mengoordinasikan sistem dan data perawatan kesehatan secara aman


Apakah biaya pengobatan akan lebih murah dan pelayanan kesehatan akan lebih jauh lebih baik dengan adanya digitalisasi bidang kesehatan ini. Jawaban sudah pasti tidak, belum tentu justru rakyat makin dipersulit urusan berbelit-belit sedangkan bagi pasien memerlukan pelayanan yang terbaik. Seharusnya upaya meningkatkan pelayanan yang jauh lebih baik tidak menjadikan kesehatan rakyat ladang meraup keuntungan. Negara seharusnya mengutamakan pelayanan, bagaimana rakyat mendapatkan pelayanan yang terbaik harga murah Bahakan gratis proses cepat sehingga rakyat tidak  ada celah mengeluh. Tidak ada lagi nyawa yang melayang karena buruknya pelayanan


Selama negara ini masih setia dengan sistem demokrasi kapitalisnya kesehatan setiap jiwa masyarakat akan terus dijadikan seperti bahan dagangan karena sistem hanya memikirkan untung rugi (materi) bukan rasa tanggungjawab. Hanya negara yang menerapkan syariat Islam untuk segala macam kepengurusan umatnya untuk mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Bukan hanya dalam bidang kesehatan tapi segala aspek kehidupan. Negara melindungi menjaga dan menjadi pelayan umat(rakyat)atau masyarakat. Menjamin keselamatan kesehatan pendidikan dan lainnya 


Islam mempunyai pos-pos pemasukan untuk negara yang menjadikan negara itu mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan murah Bahkan gratis dan berkualitas. Karena pemimpin negara yang menerapkan sistem syariat Islam taupasti jabatan hanyalah titipan dan segala kebajikan yang ambillah selama dia menjabat kelak akan di mintai pertanggungjawaban 


Wallahu a'lam, 28 November 2023

Post a Comment

Previous Post Next Post