> Menjaga, Melestarikan dan Mengembangkan Seni secara Islami - NusantaraNews

Latest News

Menjaga, Melestarikan dan Mengembangkan Seni secara Islami

 


Oleh Turmini

Aktivis Muslimah


Kabupaten Bandung, Bupati Dr. HIM Dadang Supriatna mengatakan bahwa di tengah-tengah maraknya arus budaya dari luar yang begitu mudah memengaruhi segenap lapisan masyarakat, masih ada komponen masyarakat yang tetap memantau dan menjaga serta melestarikan budaya dan kesenian tradisional. Diantaranya melalui kegiatan hajat lembur Babakan Jawa Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Kamis (27/7/2023).


"Pemerintah Kabupaten Bandung merasa bergembira atas upaya-upaya yang dilakukan masyarakat Babakan Jawa Rancaekek yang mengagas kegiatan hajat lembur," kata Bupati Bandung dalam keteranganya.


Pada pelaksanaan itu, imbuh Dadang Supriatna, di dalamnya diisi berbagai kegiatan masyarakat. Mulai kegiatan kesenian, sajian hasil bumi, dan juga kegiatan keagamaan.


Seni adalah salah satu hiburan masyarakat atau penduduk suatu tempat, Islam memperbolehkan asalkan mencintai seni tidak sampai mengalahkan rasa cinta kita kepada Allah SWT. Seni yang di dasarkan nilai Islam yakni agama dan ketuhanan yang menjadi pembeda antara seni Islami  dengan ragam seni yang lain.


Seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan bahasa yang indah serta sesuai fitrah manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. Ajaran Islam secara tidak langsung telah memberi inspirasi yang kuat bagi tumbuhnya berbagai bentuk karya seni dalam kehidupan manusia dan masyarakat. Sejak masa Rasulullah saw., karya seni tidaklah bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan Islam.


Dalam perkembangan seni, kerangka dasarnya mestilah menyeluruh dan meliputi aspek-aspek ahklak, iman, masalah keagamaan dan falsafah kehidupan manusia. Seni merupakan proses pendidikan yang positif bila dilihat dari kacamata Islam, menggerakan semangat, memimpin batin dan membangunkan akhlak. Artinya seni mestilah bersifat "Al-Amar bil Ma'ruf dan An-Nahi' an Munkar", (menyuruh berbuat baik dan mencegah kemungkaran), serta membangunkan akhlak masyarakat, bukan membawa kemungkaran dan juga bukan sebagai perusak akhlak umat.


Semua aktivitas kesenian manusia mesti ditundukan kepada tujuan terakhir yaitu (keridaan Allah dan ketakwaan). Semua nilai mustilah ditundukan dalam hubungan-Nya serta kesanggupan berserah diri. Seni juga seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan ketakwaan.


Masalah yang rumit dalam kehidupan Islami yang berkaitan antara hiburan dan seni. Karena kebanyakan manusia sudah terjebak pada kelalaian, dan seni yang memang erat hubunganya dengan parasaan, hati, akal serta fikiran. Seni yang sejalan dengan nilai -nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam berekpresi, jangan dijadikan hanya untuk seni semata, akan tetapi seni menjadikan bagian dari ibadah kepada Allah.


Munculnya ekpresi seni yang berupaya memadukan konsep seni dengan ibadah dengan munculnya kelompok-kelompok seni suara dengan Nasyid Islami. Oleh karenanya melestarikan suatu seni Islam  dengan cara memahami atau paling tidak mengetahui tentang seni itu sendiri. Mempertahankan nilai seni Islami, dengan cara mengembangkan seni Islam  tanpa mengurangi nilai Islam itu sendiri.


Wallahualam bissawab

NusantaraNews Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.