Oleh: Nurul Rabiatul Adawiyah
Di tengah bulan Ramadan ini, pasukan Israel tiba-tiba menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur ketika ribuan jamaah sedang berkumpul di masjid untuk melaksanakan sholat subuh. 158 warga dikabarkan terluka akibat kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel, tidak hanya demikian Israel juga menahan sejumlah warga yang berada di Yerusalem. (CNBC Indonesia News, Sabtu 16/04/22).
Tentu ini bukanlah kekerasan yang pertama kali dilakukan oleh Israel terhadap kaum muslim di Yerusalem melainkan hampir setiap tahun tepat dibulan Ramadan mereka melakukan kekerasan kepada kaum muslim di Palestina.
Video yang beredar online itu menunjukkan warga Palestina melempar batu dan polisi menembakkan gas air mata dan granat. Yang lain menunjukkan jamaah membarikade diri mereka di dalam masjid di tengah apa yang tampak seperti awan gas air mata.
Itu adalah kekerasan paling serius di tempat suci dalam hampir satu tahun. Warga Palestina melihat pengerahan besar-besaran polisi di Al-Aqsa sebagai provokasi.
Sedikitnya 60 ribu warga Palestina melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, beberapa jam setelah serangan pasukan Israel pada jamaah saat salat Subuh. (KumlaranNews, jum'at 15/04/22).
Al Qastal, jaringan Palestina yang khusus meliput Yerusalem, mengabarkan, tak lama setelah serangan pasukan Israel di area salat Masjid Qilbli yang berada di kompleks Al-Aqsa, masyarakat Palestina bergotong royong membersihkan masjid.
Innalillahi, kejahatan yang dilakukan Israel sudah hampir 74 tahun tidak pernah mendapatkan perhatian sedikit pun dari lembaga Internasional. Hipokrit para penguasa. Tidak hanya itu miliyaran umat muslim pun di penjuru dunia dengan jutaan tentaranya tidak mampu berhadapan dengan Israel, padahal jumlah Israel amatlah sedikit bahkan wilayahnya pun tak luas.
Tidak hanya demikian media pun membatasi postingan tentang Palestina, dunia internasional pun juga membisu. Jangan tanya kenapa bisa seperti ini karena dunia ini masih bertahan dengan sebuah aturan yang rusak, sebuah aturan yang menuhankan manusia (demokrasi), sistem ini yang telah menciptakan sekat-sekat nasionalisme pada diri kaum muslim sehingga yang di mana negara muslim tidak boleh ikut campur terhadap urusan negara lain. Dan media pun menjadi sekuler, media hanya akan menyajikan fakta tersebut adalah sebatas konflik biasa dan bukan kejahatan perang.
Apa yang menjadikan Israel begitu ditakuti sehingga tidak ada satu negara pun yang mampu menghentikannya? Bahkan lembaga internasional selevel PBB dan OKI pun hanya sekedar mengecam dan mengeluarkan resolusi yang tidak ada manfaatnya.
Kalau kita menelusuri sejarah bangsa Israel seolah menjelma menjadi entitas negara. Dan kedudukannya benar-benar istimewa. Kelahirannya dibidani oleh negara Eropa kemudian diasuh dan dilindungi oleh Amerika. Maka dari sejarah lah kita melihat, bahwa pendirian negara Israel sesungguhnya terkait dengan target negara adidaya mencengkeramkan kuku-kuku penjajahan mereka. Tidak hanya di wilayah Palestina tapi di wilayah timur tengah juga.
Dari sejarah pula seharusnya kita lihat bahwa pendirian negara Israel ada kaitannya antara peradaban barat dan juga dunia Islam. Hal ini dibuat demi menjadi duri di jantung dunia Islam. Karena kawasan ini menyimpan potensi besar untuk menjadi pusat kebangkitan peradaban cemerlang yang sebelumnya berhasil ditumbangkan.
Pada masa keemasan Islam, yakni saat kaum muslim dan tanah airnya dipersatukan dalam intitusi khilafah, entitas yahudi bukanlah siapa-siapa. Mereka hanyalah makhluk terkutuk lagi hina dan tidak disukai dimana-mana lantaran kelicikannya.
Namun semenjak kekalahan diperang salib, Inggris dan sekutunya berusaha memghancurkan khilafah dengan berbagai taktik kelicikan. Mereka meracuni pemikiran umat dengan ajaran-ajaran merekan sehingga sedikit demi sedikit umat Islam terpecah belah. Hingga mereka berhasil menghancurkan daulah Islam.
Kita mungkin bisa melihat, bahwa penjajahan Israel tak mungkin terjadi bila tidak ada dukungan dari negara adidaya dan para anteknya. Karena jika mereka mau, akan mudah membungkam kekuatan Israel dengan berbagai cara dan sumber daya yang mereka punya.
Dengan demikian tidak pantas kita mengharapkan solusi dalam menangani masalah Palestina pada mereka yang berdiri di kubu yang sama, yaitu kubu penjajah Israel. Terlebih terbukti bahwa bangsa Israel tidak mengerti bahasa manusia, melainkan hanya mengerti bahasa senjata.
Hanya jihad lah yang bisa menghentikan mereka, namun jihad defensif yang dilakukan bangsa Palestina belum cukup untuk menghancurkan dan mengusir Israel. Bangsa Palestina sungguh membutuhkan bantuan kaum muslim untuk bisa membebaskan Palestina.
Namun siapa yang bisa mewujudkan harapan mereka? Jelas bukan para penguasa, sebab mereka telah diracuni oleh pemikiran budaya barat. Harapan mereka akan terwujud jika telah muncul kepemimpinan yang tegak diatas landasan Islam di tengah umat. Yakni kepemimpinan yang akan menjadi penjaga dan mengerahkan segala daya upaya dan menghapus penjajahan. Yakni Khilafah Ala Minhaj Nubuwwah
Bila ditanya kapan khilafah ini tegak, jangan ditanya tapi apa yang menjadi janji Allah itu pasti akan terjadi, bisa jadi dengan hal ini Allah masih memberikan kita kesempatan untuk meraih pahala dari perjuangan menegakan syariatnya. Yakin lah sistem rusak ini akan segera tumbang. Semangatlah wahai para pejuang.
Wallahualam bishawab.

No comments:
Post a Comment