Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Omicron Datang, dengan Apa Dihadang?

Friday, January 28, 2022 | Friday, January 28, 2022 WIB Last Updated 2022-01-28T06:18:55Z

Oleh Ir. Dahlia Mulyani
Praktisi Pendidikan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, sistem kesehatan nasional saat ini telah siap menghadapi lonjakan kasus akibat varian Omicron. 

Namun, ia menekankan langkah preventif dari kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama untuk menekan laju penularan.

Betulkah penerapan protokol kesehatan dapat menekan laju penularan varian Omicron?

Belajar dari awal munculnya dua pasien positif Covid-19 di negeri ini pada bulan Maret 2020, yang kemudian bagai bola liar jumlah pasien Covid terus bertambah sampai saat ini.  Setelah hampir  dua  tahun berlalu bukannya hilang malah muncul varian-varian baru.

Ini menunjukkan, bahwa langkah penanggulangan  dengan  mengandalkan sediaan vaksin dan  obat-obatan semata tidaklah efektif. 

Bagaimana mungkin laju penularan bisa ditekan bila penanggulangan tidak diintegrasikan dengan mitigasi dari sektor lain seperti pariwisata dan ekonomi. 

Ironisnya pada saat varian Omicron terdeteksi di dalam negeri, tidak dilakukan penutupan jalur antar negara maupun pembatasan daerah untuk mengurangi penularan.

Beginilah jika alasan ekonomi masih menjadi prioritas dibandingkan dengan kesehatan rakyat. Tidak mengherankan hal ini terjadi pada penerapan sistem ekonomi kapitalistik, yang dalam menghadapi wabah  lebih mementingkan keuntungan materi semata. 

Berbeda dengan sudut pandang Islam dalam menangani wabah. Islam memandang Imam adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban. Imam/pemerintahan dalam Islam, menjadi pengurus bagi rakyatnya. Hubungan pemerintah dengan rakyat bukan seperti hubungan antara pembeli dan penjual. 

Bagaimana penanganan wabah dalam Islam? 
Saat terjadi wabah, Rasulullah saw. telah memerintahkan para sahabat yang berada di luar wilayah wabah untuk tidak masuk ke wilayah wabah, sebaliknya penduduk di wilayah wabah untuk tidak keluar dari wilayah wabah.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab, amirul mukminin khalifah kedua dari Khulafaur Rasyidin ketika terjadi wabah di wilayah Syam pada masa pemerintahannya.  Beliau melakukan karantina wilayah sambil tetap memenuhi  kebutuhan penduduk di wilayah wabah tersebut. Sehingga penularan yang lebih luas dapat dicegah.  

Maka, jika saat ini kita ingin menghentikan penularan Covid-19 dan varian-variannya, mari kita tentukan skala prioritas, "Apakah pertimbangan ekonomi para kapitalis ataukah kesehatan rakyat?"

Wallahu a'lam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update