Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Garingnya Harga Minyak Goreng Diserbu Emak-emak

Friday, January 28, 2022 | Friday, January 28, 2022 WIB Last Updated 2022-01-28T08:07:01Z



Oleh  Srie Rezeki

Sambutan sumringah masyarakat menyerbu minyak goreng yang dijual dengan harga Rp14 ribu per liter. Warga langsung berdatangan ke beberapa minimarket, seperti Indomaret dan Alfamart demi mendapatkan minyak goreng dengan harga murah meriah.

 Sontak gerak cepat emak-emak menyambut baik keputusan pemerintah yang mulai melakukan operasi pasar dengan mewajibkan seluruh pasar modern menjual minyak goreng seharga Rp14 ribu per liter. Salah satu warga yang bernama Dwi sempat pergi ke Indomaret untuk membeli minyak goreng setelah mendengar kabar tersebut. Sialnya, ketika sampai di lokasi, stok minyak goreng sudah habis (CNN, 19/01/2022).

Kalau di lihat dari fakta di atas dapat kita pahami betapa senangnya rakyat ketika semua bahan pokok seperti minyak goreng bisa di beli dengan harga terjangkau. Padahal minyak goreng kelapa sawit termasuk kualitas paling rendah di bandingkan dengan minyak-minyak lainnya. Namun hal ini yang berdampak pada individu-individu bahkan pada orang miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok. 

Inilah efek cengkraman gurita sistem ekonomi kapitalis liberal dimana  pemilik modal mempunyai hak bebas dalam menentukan harga. Para pemilik modal menguasai penuh perkebunan kelapa sawit sehingga mudah sekali mengendalikan harga. 

Para pemodal hanya mementingkan laba untuk dirinya dan sama sekali tidak berpihak pada rakyat. Bahkan WALHI pernah menyatakan bahwa 82% perkebunan di Indonesia dikuasai oleh pengusaha atau pemilik modal (Korporasi besar). Bahkan dalam catatan penguasaan lahan perkebunan kelapa sawit melalui hak guna usaha seluas 11,1 juta hektar belum lagi jika di tambah sistem kapitalis yang mengatur harga minyak goreng kelapa sawit bergantung dengan harga minyak kelapa sawit dunia. Inilah realita dari konsep batil ekonomi kapitalis neoliberal yang menguasai dan mengatur bahan pokok termasuk minyak kelapa sawit. 

Hal ini tentu sangat berbeda sekali di dalam Islam dimana Islam mempunyai konsep untuk mengatur ketahanan pangan demi kesejahteraan rakyat. Tentulah hal ini akan di atur secara penuh oleh negara yang berlandaskan Islam kafah. Konsep pengelolahan tanah dan perkebunan tidak akan di serahkan kepada swasta apalagi asing. Karena peran negara bertanggung jawab penuh untuk mengatur dan memastikan pengelolahan di lakukan secara cepat tepat. Inilah fungsi utama negara sebagai ra'in dan junnah bagi rakyatnya.  

Seperti hadis Rasulullah saw. sebagai berikut : 

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ 

”Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud).

Pertanian harus di atur dengan konsep sesuai syariat Islam sebagaimana yang pernah di contohkan dalam daulah Islam. Dengan pengelolahan pertanian secara benar menurut syariat Islam akan mewujudkan dua hal sekaligus yaitu ketahanan pangan dan  kesejahteraan petani.

 Dalam kebijakan Islam  akan mengatur pertanian dengan menjalankan  hukum pertanahan Islam yang mana lahan akan dikelola dengan hukum yang sahih. Negara tidak akan menyerahkan lahan hanya kepada para pengusaha tapi kepada siapa saja yang mampu mengelola lahan pertanian akan di berikan kesempatan untuk mengelola lahan. Islam akan mengambil alih lahan pertanian yang tidak di kelola atau ditelantarkan selama tiga tahun maka hak pengelolahan akan di cabut dan di berikan kepada siapa saja yang mampu mengelola lahan pertanian.

Islam memiliki tiga hukum terkait pengelolahan lahan. Hukum menghidupkan tanah mati, larangan menelantarkan tanah atau lahan kosong selama tiga tahun, dan larangan menyewakan tanah. 

Daulah akan memaksimalkan lahan yang dimiliki demi memenuhi kebutuhan rakyat. Dengan memberikan modal untuk mengelola lahan kosong menjadi lahan pertanian.  Oleh karena itu semua akan terwujud ketika Islam kafah mengelola semua aspek kehidupan manusia termasuk pertanian. Sehingga tidak ada lagi kebutuhan pokok rakyat yang di lain waktu naik dan di waktu yang lain juga turun drastis. Karena Islam akan mengatur semua kebutuhan rakyat dengan tidak menzalimi rakyat serta petani, sehingga tidak ada yang di rugikan. 
  
Sudah saatnya masyarakat menyadari betapa penting dan mendesaknya untuk kembali ke dalam Islam kafah. Karena hanya Islamlah yang akan mengembalikan kehidupan sesuai fitrahnya yaitu diatur dengan hukum Allah. Dengan memahami bahwa hanya Islam yang mampu memberikan solusi tepat dalam kehidupan. 

Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update