Aktivitas Wanita dalam Islam


Oleh: Watik Handayani, S.Pd.

Dalam Islam, ketika wanita hendak melakukan sebuah ativitas terutama di luar rumah harus berdasarkan hukum syara'. Namun, di masa lalu Islam dianggap ekstrim pada wanita. Waktu zaman kerajaan kuno, wanita hanya sebagai selir di dalam rumah, tak bisa kegiatan di luar rumah. 

Dalam hal pendidikan, hanya anak raja yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. Apalah daya pendidikan saat itu juga mahal, belajar pun ditempuh sangat jauh. Sangat jarang ada guru di sekolah. Kebanyakan guru sudah dipesan para bangsawan untuk mendidik anak-anak para abdi negara. Rakyat dibiarkan buta huruf dan khusus wanita dijadikan budak nafsu atau selir dapur dan kasur. Tak berarti wanita dibandingkan kaum laki-laki, hanya cukup dijadikan hiasan yang memuaskan hasrat. 

Namun, itu hanya fitnah belaka. Karena Islam sangatlah memuliakan seorang wanita. Wanita adalah madrasah utama di sebuah keluarga untuk mendidik anak-anak. Sebagai ibu rumah tangga penyejuk hati suami. Di dalam keluarga dibutuhkan  ayah/suami sebagai  pemimpin  dalam keluarga dan  ibu sebagai penyejuk manejemen keluarga yang menuangkan rasa kasih sayang kepada anak-anaknya. 

Bukan hanya itu, wanita memiliki kesetaraan dalam menuntut ilmu dengan laki-laki. Kepandaiannya bukan untuk menyaingi laki-laki tapi untuk melengkapi dengan membangun pendidikan lebih tinggi untuk peradaban masa depan anak muda bangsa. 

Karena wanita memiliki banyak aktivitas yang mendukung yang dibolehkan dalam membangun peradaban. Misalnya, sebagai guru, dokter, ilmuan dan lainnya. Namun, jika berhubungan dengan kepemimpinan di pemerintahan, tidak diperbolehkan karena melanggar kodratnya sebagai wanita. 

Karena Islam telah memberikan sebuah ketetapan/aturan yang harus dilaksanakan. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang Mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata” (TQS al-Ahzab: 36). 

Maka Allah turunkan aturan lengkap sebagai petunjuk hidup manusia, supaya dapat berpikir untuk menjalani hidup dengan baik dan teratur. Dan sesuai kodratnya sebagai laki-laki dan wanita untuk tunduk dan patuh. []

Post a Comment

Previous Post Next Post