Mengatasi Usia Puber Tanpa Pergaulan Bebas, Apa bisa?

By : Novia, Reyhan, Ulfalia
(Mahasiswa Unindra Jakarta)

Pergaulan bebas di usia milenial
Manusia merupakan makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah SWT. Allah SWT menciptakan manusia sedemikian rupa, manusia juga merupakan makhluk yang paling sempurna diantara ciptaan Allah SWT yang lainnya, Allah menciptakan manusia begitu sempurna karena manusia merupakan khalifah di muka bumi ini. 
Masa puber adalah masa dimana anak mulai mencari jati diri, dimana anak aktif mencari tahu apapun di sekeliling mereka. Untuk itu menjaga anak dalam lingkungan yang sehat adalah tugas bersama. Di zaman milenial seperti saat ini semua pihak mempunyai peranan penting untuk membentuk anak remaja yang sehat jasmani dan rohani nya agar terhindar dari pergaulan bebas dan kenakalan remaja lainnya.

Pengertian pergaulan bebas
Pergaulan bebas merupakan jalinan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang berlangsung dalam jangka relatif lama yang bersikap lepas dan tidak terikat  sehingga terjadi saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Namun bagaimana jika jalinan ini menjadi bebas tak terkontrol ? Itu akan membuat anak menjadi melakukan hal apapun tanpa batasan dan juga tanpa pengetahuan akan tindakan berbahaya baik secara moral maupun agama.

Kasus pergaulan bebas di zaman milenial
Berbagai macam kenakalan remaja kini semakin banyak yang meresahkan para orang tua, bukan hanya narkoba yang menjadi masalah, kasus seperti hamil diluar nikah pun kerap kita jumpai dalam dunia remaja saat ini. Dan  Allah SWT telah mengatur sedemikian rupa mengenai pergaulan antara lawan jenis. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Israa ayat 32 “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. 17:32).

Alasan pergaulan bebas bisa terjadi
Mengapa ini bisa terjadi ? Faktor yang mempengaruhi memanglah lingkungan pertemanan, namun tidak menutup kemungkinan terdapat alasan dan faktor lain yang dapat menyebabkan ini bisa terjadi diantaranya:

1. Budaya yang ke barat-baratan
Semakin berkembangnya zaman nilai-nilai dan norma sosial secara perlahan semakin memudar dimana para remaja  semakin bebas dalam bergaul dan karena aturan yang sudah dipercayai secara turun-temurun oleh nenek moyang sampai masyarakat setempat dianggap kolot dan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang yang serba modern karena mereka beranggapan kalau kita akan semakin tertinggal jika tidak mengikuti perkembangan zaman. Mereka mengikuti gaya hidup yang kebarat-baratan yang dimana dapat bebas melakukan apapun tanpa larangan.

2. Kurang Perhatian
Para remaja  pergaulan bebas merupakan anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang terutama dari orang tuanya yang mengakibatkan banyak anak yang berperilaku menyimpang, karena salah satu faktor penyebab pergaulan bebas di kalangan pelajar adalah kurang nya pengawasan dan perhatian dari orang tua.

3. Teman Dekat
Teman dekat yang menyebabkan pergaulan bebas adalah dimana pelajar ikut melakukan hal-hal seperti minum alkohol, merokok atau, melakukan hal-hal yang menyimpang lainya atas dasar ajakan teman maka pelajar cenderung mengikuti tanpa mempedulikan akibat yang ditimbulkan.

4. Media
Media yang menyebabkan pergaulan bebas karena adanya kemudahan pelajar dalam mengakses video atau sumber-sumber pornografi yang mengakibatkan kerusakan mental dan mempengaruhi otak pelajar untuk mencoba hal-hal yang dilihatnya.

Pemuda dalam pandangan islam
Al Quran sudah menggambarkan dengan indah sosok pemuda yang bisa menjadi contoh untuk para anak muda, kisah nya di record dalam Alquran sebagai pemuda pemuda yang shalih yang Allah banggakan dan Allah cintai. 

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS al-Kahfi [18]: 13).

Dan ada pula Hadits Rasulullah SAW tentang masa muda:
“Kaki anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang 5 hal; tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya darimana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang dia lakukan dengan ilmunya.” (HR.Tirmidzi)
Jadi, masa muda akan dimintai pertanggungjawaban nya bukan ?

Cara menjauhi pergaulan bebas menurut Ìslam 
Lantas adakah cara untuk menjadi pemuda yang produktif, yang dengan semangat yang membara, kekuatan fisik yang memadai menjadi ujung tombak suatu perubahan yang baik menuju bangsa yang lebih maju, dan menjadi muslim yang kuat ?
1. Bagi remaja sebagai harapan masa depan bangsa, seharusnya remaja mengetahui benar tanggung jawab dan kewajiban besar yang dibebankan di bahu mereka. Oleh karena itu, agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri maupun pihak lain, maka para remaja harus membentengi diri dengan cara memperdalam pengetahuan agama, yang bisa dilakukan dengan cara memperbanyak membaca buku keislaman, rajin mengikuti ceramah keagamaan, mengikuti kegiatan/organisasi keagamaan atau organisasi lain yang bermanfaat, bergaul dengan teman-teman yang baik. Dengan cara-cara tersebut dapat terhindar dari pengaruh buruk lingkungan yang akan menjerumuskan dalam perbuatan maksiat, yang merupakan pelanggaran terhadap agama maupun norma masyarakat. 

2. Bagi orang tua, sikap orang tua yang kurang memperhatikan anak bahkan untuk hal kecil/sepele seperti cara bergaul dan berpakaian ternyata berpengaruh terhadap perilaku pergaulan bebas. Oleh karena itu, orang tua harus meluangkan waktu untuk memperhatikan anak, serta mengontrol kegiatan mereka. Orang tua juga harus menerapkan kedisiplinan beribadah/beragama dengan cara memberi teladan yang baik. Intinya, orang tua harus senantiasa mendampingi anak, terutama pada masa perkembangan dan masa transisi (peralihan) karena pada masa itulah, anak-anak mudah sekali terpengaruh lingkungan.

3. Bagi Tokoh/Pemuka Agama, mengingat bahwa agama merupakan fondasi bagi kita untuk berperilaku, maka para tokoh agama seharusnya secara kontinyu mengadakan kajian keagamaan di tempat masing-masing, mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT, sehingga dengan bekal keagamaan yang kuat, maka kita harapkan para remaja memperoleh input yang dan dasar pondasi yang kuat untuk menjadi para remaja yang beriman yang terhindar dari pergaulan bebas.


Post a Comment

Previous Post Next Post