Negara Perisai Bagi Ibu dan Anak

Oleh : Eviyanti  
Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif

_"Kalau rakyatku kelaparan, aku ingin menjadi orang pertama yang merasakannya, kalau rakyatku kekenyangan, aku ingin menjadi orang terakhir yang menikmatinya."_ 

Itulah sepenggal kisah kepemimpinan Khalifah Umar bin khattab ketika ia  menjadi pemimpin. Tolak ukur dalam kepemimpinannya adalah keridhoan Allah Swt. Kepemimpinan yang begitu didamba umat yang saat ini sudah begitu penat dengan problematika kehidupan.

Problematika kehidupan yang rumit juga dirasakan oleh para ibu yang notabene sebagai ummun wa rabbatul bayti. Seorang ibu tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya mulai dari Pendidikan yang baik, makanan yang bergizi, lingkungan yang baik dan lain-lainnya. Tetapi itu semua tidak murah karena ketika menginginkan yang terbaik pasti kita pun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit pula.

Seperti yang dialami oleh seorang ibu di Jakarta ini, yang kisahnya menjadi viral. Dimana ibu ini seorang wanita pengemudi ojek online, Wa Ode Siti Zuhroh Badiah (32), beliau membawa ke dua anaknya yang masih berusia 4 tahun dan 1 tahun saat bekerja. Dikarenakan di rumah tidak ada yang menjaga, dan dia terpaksa bekerja karena suaminya pergi meninggalkannya dan telah menikah lagi. (TRIBUNJAKARTA.com 29/9/2018)

Peran ibu menjadi berat, inilah yang terjadi di sistem demokrasi saat ini dimana seorang ibu harus memeras otak dan keringat untuk bisa hidup layak. Selain itu seorang ibu juga harus cerdas dan tangguh dalam menghadapi masalah hidup yang semakin sulit.

Tak hanya seorang ibu, seorang anakpun selain dituntut untuk belajar, ia juga harus cerdas dalam memilih teman. Sebab saat ini, kejahatan, kenakalan remaja serta hal-hal buruk lainnya semakin merajalela.

Seperti yang terjadi di Jeneponto Makasar, sebanyak 16 pelajar dari dua sekolah berbeda, dicokok polisi karena terlibat tawuran. Mereka diberi hukuman berupa pembinaan di kantor polisi sebelum dikembalikan ke orang tua masing-masing.

Mereka saling serang di jalan Poros Jeneponto, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, jumat (6/12/2019) kemarin. Kapolsek Bangkala, Iptu Bahtiar mengatakan, aksi tawuran pelajar ini mengganggu warga sekitar. Usai ditangkap, mereka dibina biar ada efek jera. "Diduga, tawuran antar pelajar ini terjadi karena ada kesalahpahaman diantara keduanya." tandasnya. (SINDOnews.com Makasar)

Miris sebenarnya, melihat kondisi masyarakat saat ini. Maka kita sebagai orangtua terlebih seorang ibu, harus senantiasa berkomunikasi dengan baik kepada anak.  Membimbing mereka akan ketaatan kepada Allah Swt, membekali mereka dengan ilmu agama dan lain-lain.

Itulah sekelumit masalah yang terjadi pada ibu dan anak, pada faktanya masih banyak permasalahan yang terjadi diluar sana. Semua permasalahan ini akan terselesaikan oleh Islam yaitu dengan menerapkan aturan-aturan Allah dalam kehidupan,  baik dalam kehidupan  bermasyarakat ataupun dalam kehidupan bernegara. Yaitu penerapan syari'at-syari'at Nya dalam bingkai khilafah.

Allah Swt memerintahkan penguasa untuk bertanggung jawab atas seluruh urusan rakyatnya, termasuk menjamin kebutuhan pokok mereka.

Rasulullah saw bersabda: 
_" Pemimpin atas manusia adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus."_
_(HR. Al Bukhari, Muslim dan Ahmad)_

Waallahu a'lam bishshawaab

Post a Comment

Previous Post Next Post