Konferensi KL, Solusi Atau Hanya Ilusi ?

By : Tesya Ridal, ST
 (Penulis, Warga Masyarakat)

Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna, setiap problematika yang dihapapi oleh umat terjadi, karena keluarnya mereka dari pengaturan Islam. Tidak bisa disembunyikan lagi kondisi umat Islam dunia saat ini dalam keadaan sangat terpuruk. Hal ini dibuktikan dengan adanya konferensi KL yang akan diselenggarakan oleh PM Malaysia dengan tujuan untuk membahas dan menangani persoalan-persoalan yang sedang dihadapi negara-negara Muslim. Nyawa melayang dan penyiksaan keji pun tiada hentinya, begitulah sekilas gambaran kondisi umat Islam. Namun, apakah konferensi yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur adalah solusi atau hanya Ilusi?
      
Mengharapkan pertolongan pemimpin-pemimpin di negara mayoritas muslim dengan solusi yang tidak pasti tapi membuang sistem Islam yang solusinya sudah jelas dari Allah robbil 'alamiin. Hal ini diibaratkan seperti pribahasa “Mengharap hujan di langit, air tampayan ditumpahkan”.
Dikutip dari REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- " Malaysia dijadwalkan menggelar Kuala Lumpur (KL) Summit kelima pada Kamis (19/12). Setidaknya 250 perwakilan dari 52 negara Muslim dilaporkan akan berpartisipsi dalam konferensi tersebut.

Sejumlah kepala negara seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Iran Hassan Rouhani, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dipastikan menghadiri KL Summit. Dilaporkan laman Aljazirah, setidaknya terdapat lima isu yang hendak dibahas dalam konferensi tersebut.
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan perhelatan KL Summit memang bertujuan untuk membahas dan menangani persoalan-persoalan yang sedang dihadapi negara-negara Muslim. Dia menyebut saat ini umat Muslim di berbagai tempat menghadapi penindasan dan penahanan".
  
Hal yang sama juga pernah terjadi sekitar dua tahun silam di sidang darurat Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Istanbul. Pertemuan dilakukan ketika keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kemudian, apa yang bisa dilakukan para pemimpin mayoritas Muslim ? Tidak lain hanyalah mengecam keputusan Trump. Sampai saat ini pun kondisi kaum muslimin di Palestina tidak berubah dengan kecaman-kecaman yang dilontarkan para pemimpin mayoritas Muslim.
     
Dikutip dari voaindonesia.com (13/12/2017)-- “Saya mengajak negara-negara yang menghargai keadilan dan hukum internasional untuk mengakui Yerusalem yang diduduki Israel sebagai ibu kota Palestina,” kata Erdogan pada awal pertemuan itu hari Rabu (13/12).

Sebagian kecaman paling keras datang dari Mahmoud Abbas, yang mengatakan keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menurut kata-katanya, adalah sebuah kejahatan. Ia mengatakan Palestina tidak akan menerima peran Amerika dalam proses perdamaian dan mulai sekarang menuduh Amerika memihak Israel."
     
Sehingga fakta diatas dapat dengan mudahnya kita simpulkan bahwa konferensi yang akan diselenggarakan di Kuala Lumpur (KL) akan mengulang kembali sejarah yang sama dengan Organisasi Konferensi Islam (OKI) jika keputusan yang dihasilkan hanya sekedar kecaman-kecaman. Sedangkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan kasus di negeri-negeri kaum muslimin adalah dengan Jihad fisabillillah, dengan cara memerangi orang-orang kafir yang tangannya berlumuran darah kaum muslimin. Ini adalah satu-satunya solusi Islam yang berasal dari Sang Maha Pencipta lagi Maha Pengatur. Sebagai seorang beriman sudah sewajibnya  menggunakan solusi yang berasal dari Islam yang tegas dan bukan ilusi, apalagi hal ini sudah terkait nyawa dan kemulian kaum muslimin.

Allah subahanahuwata'ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
     
Jihad ini selamanya tidak akan terlaksana tanpa dipimpin oleh Khalifah (pemimpin) tentu saja pemimpin yang menerapkan seluruh syariat Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah. Inilah sistem politik Islam yang sempurna dan paripurna sebagai konsekuensi keimanan. 
Wallahualambissawab

Post a Comment

Previous Post Next Post