Ekspose Laporan Akhir Peninjauan Kembali (PK) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sarolangun 2014-2034

N3, Sarolangun - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melalui Bidang Sapras Sarolangun gelar Ekspose Laporan Akhir Peninjauan Kembali (PK) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sarolangun 2014-2034 ,di aula Bappeda Sarolangun.

Dalam Ekpose Laporan Akhir PK Rencana Tata Ruang Wilayah dibuka Bupati Sarolangun yang diwakili Asisten II Dedi Hendri, hadir juga Kepala Bappeda Sarolangun H.Lukman, Kadis PUPR Sarolangun Ibnu Ziady, Kadis Parpora M.Idrus, Kabid Sapras Bappeda Bahder Johan dan Tim kerja perwakilan OPD terkait serta narasumber dan Tenaga Ahli.

Dalam laporannya, Kepala Bappeda Sarolangun H.Lukman mengatakan jika tujuan Peninjauan Kembali RTRW ini sesuai dengan jadwal yang sudah disusun dari 55 Tim PK RTRW yang dilaksanakan selama satu hari.

Sementara dalam sambutan Bupati yang disampaikan Asisten II Dedi Hendri mengatakan jika RTRW Kabupaten Sarolangun adalah arah kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang yang berjangka waktu perencanaan selama 20 tahun dan dapat diitinjau kembali setiap 5 tahun, sesuai UU No 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah No 15 tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang yang lebih lanjut diatur dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala BPN RI No 6 tahun 2017 Tentang Tata Cara Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah.

" Sesuai dengan Pasal 4 Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala BPN RI No 6 tahun 2017 rencana RTRW Kabupaten Sarolangun pada tahun 2019 ini sudah memasuki tahap Peninjauan Kembali 5 tahun pertama," sebut Dedi Hendri.

Ditambahkannya, jika Peninjauan kembali RTRW ini adalah upaya untuk melihat kesesuaian antara RTRW dan kebutuhan pembangunan yang memperhatikan perkembangan lingkungan strategis dan dinamika pembangunan serta pelaksanaan pemanfaatan ruang.

" Saya berharap pada tim dan tenaga ahli dalam pelaksanaan Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Sarolangun ini sudah memperhatikan perkembangan lingkungan strategis serta dinamika internal pembangunan Kabupaten Sarolangun. Sehingga akan dapat menjadi perhatian kita kedepannya dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang terhadap kondisi sosial,ekonomi dan lingkungan. Dan pemanfaatan ruang sudah sesuai dengan kondisi yang ada sehingga rekomendasi Bupati hasil dari Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Sarolangun sesuai dengan yang diharapkan," harap Asisten II Dedi Hendri.

Sebagai narasumber dari Bappeda Jambi dan Dinas PUPR Jambi serta sebagai tenaga ahli perwakilan dari Universitas Sumatera Barat, Fakultas Unja dan Fakultas Bung Hatta. (SRF)

Post a Comment

Previous Post Next Post