Oleh : Iceu Nurhayati
Fenomena arus Hijrah dikalangan generasi Milenial, Artis , para pengusaha dan Banker, bergulir bak bola salju. Tak terbedung, dan terus membesar. Puluhan komunitas Hijrah mulai bermunculan, mulai yang berlevel lokal hingga nasional.
Para artis membuat komunitas pengajian MUSAWARAH (Muda Sakinah Mawadah Warahmah). Hijrahnya para artis ini begitu fenomenal. Karena para artis ini adalah public figure, apapun yang ditampilkan oleh mereka pasti berdampak luas. Paling tidak, bagi fans atau Follower mereka. Dan ini menjadi tren di semua kalangan, karena didukung perkembangan media sosial yang saat ini begitu pesat. Ditambah follower mereka yang jumlahnya ratusan ribu bahkan Jutaan.
Para pengusaha dan X –Bank juga ingin menguatkan tekad hijrahnya dengan membuat komunitas X –Bank, dan ini menjadi “ Rumah” bagi para X Bankir ataupun para pengusaha anti riba. Mereka membuat buku motivasi usaha yang berkah, Seminar, Pelatihan, Workshop dan yang sejenisnya.
Walaupun tujuan awal mereka hijrah mungkin karena ikut ikutan, karena ada teguran keras, atau karena melihat keluarga yang sudah hijrah itu lebih bahagia. Tapi yang pasti, mereka sudah berubah ke arah yang yang lebih baik yaitu kembali ke fitrah asli. Rindu pada Allah yang mencipta kan nya dan tentunya rindu pada Islam yang hanya dengan aturan ini maka hidupnya akan bahagia dan tentram.
Ternyata walaupun mereka sudah bergelimang harta tapi masih ada kehampaan dan kekosongan yang mereka rasakan. Dengan dorongan spiritual inilah mereka mencoba mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mereka hijrah dalam hal menutup aurat, Ibadah ritual yang sering diabaikan, shalat berjamaah, menjauhi riba, menambah kesibukan dengan menghafal Quran, menjauhi aqad bisnis yang bathil, dsb. Mereka pun segera membebaskan diri, keluarga, dan bisnisnya dari transaksi riba. Karena riba ini mereka terjebak dalam utang berkepanjangan sehingga tidak ada kebahagian dalam keluarga dan keberkahan dalam bisnis.
Tentu saja banyak tantangan yang mereka hadapi dalam menjalani proses hijrah ini diantaranya adalah :
1.Godaan duniawi dan ujian ekonomi. Mereka harus melawan arus yang ada, berpegang Teguh pada prinsipnya. Tidak sedikit yang akhirnya kehilangan penghasilannya setelah hijrah.
2.Tantangan sosial. Mereka sering dikatakai “Sok alim” “Bunglon” dan bullyan lainnya dari para hatter.
3. Respon negatif dari pihak yang anti atau pengidap islamphobia. Yaang benci kepada berbagai simbol, expresi keislaman, dan syiar islam. Opini kecurigaan dan kebencian mereka sampaikan.
Dengan isu dan tudingan seperti ini, jelaslah bahwa ada pihak yang kebakaran jenggot, mereka tidak suka dengan hijrahnya para kaum milenial, artis dan pengusaha X-Bank ini. Tudingan “Islam Radikal” digunakan untuk menyebut pihak pihak yang menentang sistem ideologi Barat. Mereka jadi jauh dari peradaban barat tsb. Padahal sebelumnya para artis ini adalah bagian komunitas yang sangat dekat dengan kehidupan Barat, K-POP , film yang dekat dengan pelecehan dan buka aurat, nyanyian yang melenakan , dan mereka menjadi role model bagi penggemarnya. Role model yang saat itu belum baik memberikan contoh.
Maka seharusnya kita bersikap positif terhadap gelombang hijrah ini. Mereka berhijrah semata mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Sehingga akan melahirkan ketakwaan, insyaallah akan berdampak pada perubahan masyarakat yang islami yang akan membawa keberkahan.
wallahu'alam bish shawab
No comments:
Post a Comment