Nusantara- Setelah lebih 20 tahun mati suri, turnamen sepak bola bersejarah, Piala Walikota Padang, kembali digelar awal Januari 2015 (4-8 Januari). Peserta bukan saja dari club papan atas nasional, yaitu Persib Bandung, Persiba Balik Papan tetapi juga dari luar negeri, yaitu Selangor FC dan Sarawak FA. Dari Kota Padang sendiri, PSP dan Semen Padang FC.

“Pemerintah Kota Padang berkeinginan kuat membangkitkan kembali sepak bola di Padang,” ujar Walikota Padang H. Mahyeldi dalam jumpa pers di Palanta Rumah Dinas, Ahad (28/12).

Piala Walikota Padang kembali menjadi agenda tahunan Pemko Padang setelah DPRD menyetujui penganggaran sebesar Rp. 255 juta di APBD. Tidak menutup kemungkinan juga ada partisipasi dari pihak ketiga dalam kesuksesan penyelenggaraan turnamen ini.

Menurut Mahyeldi yang juga Ketua Umum PSP ini, iven dengan multi target ini, di samping untuk menggairahkan sepak bola, juga dengan target meningkatkan kunjungan wisata. “Sekaligus menjadi solusi bagi ekonomi masyarakat karena biasanya awal tahun merupakan musim sepi kegiatan,” ulasnya.

Ia menambahkan, Pemko Padang menargetkan setiap bulan harus ada iven – iven bertaraf nasional dan internasional setiap bulannya di Kota Padang.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Piala Walikota Padang, Ainul Ridha mengatakan, sebenarnya pihaknya juga mengundang klub Seoul FC dari Korea Selatan, mengingat Kota Padang telah menandatangani “Sister City” dengan Seoul. “Namun klub yang bermain di K-League telah memiliki jadwal pra musim sendiri ke Eropa,” ungkapnya.

Dijelaskan, peserta turnamen akan terbagi dalam dua grup yang masing – masing diisi oleh tiga tim. Dimana hanya juara grup yang akan melaju ke babak grand final, sementara runner up grup bermain di perebutan tempat ketiga. “Dalam satu hari terdapat dua pertandingan, yang dimulai pukul 16.00 WIB dan pukul 19.00 WIB di Stadion Utama GOR H. Agus Salim,” jelas Ridha.

Adapun hadiah yang disediakan bagi pemenang, untuk Juara I yaitu, piala bergilir + piala tetap + medali + uang tunai Rp. 400 juta. Untuk runner up yaitu, piala tetap + medali + uang tunai Rp. 200 juta. Bagi peringkat III mendapatkan, piala tetap + medali + uang tunai Rp. 100 juta. Kemudian, bagi topscorrer dan fairplay juga mendapatkan piala dan uang tunai yang jumlahnya belum disebutkan.

Sekilas Piala Walikota Padang

Pada tahun 1980-an, Piala Walikota Padang telah dikenal sebagai turnamen bergengsi yang mempertemukan tim - tim asal Perserikatan dan galatama pada masa itu. Sekarang, setelah lebih 20 tahun terhenti, turnamen tersebut kembali akan digelar.

Turnamen ini dalam sejarahnya diawali dengan sebuah kejuaraan pada akhir masa tugas Walikota Padang Hasan Basri Durin. Makanya, saat itu disebut dengan Hasan Basri Durin Farewell Cup (1981).

Dalam tahun - tahun berikutnya, Walikota Padang Sjahrul Ujud melanjutkan turnamen tersebut dengan nama PIala Walikota Padang. Berlangsung sampai 1992. Dimana saat itu Semen Padang berhasil mempertahankan gelar tiga kali berturut - turut.

Pada tahun 1993, Walikota Zuiyen Rais tidak lagi menggelar turnamen ini. Begitu seterusnya, sampai masa Walikota Fauzi Bahar. Kini, setelah lebih 20 tahun vakum, Walikota H. Mahyeldi Ansharullah kembali menjadikan Piala Walikota sebagai agenda tetap Pemerintah Kota Padang.(mond/rel)