Penulis : Triana Handayani 
(Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas)

Kata Junk food saat ini tak asing lagi terdengar di telinga. Junk Food merupakan makanan instan atau makanan cepat saji yang kini telah berkembang pesat di persaingan perusahaan makanan, contohnya seperti KFC, McDonald’s, CFC dan lainnya. Makanan cepat saji ini bagi sebagian orang dianggap lebih efektif terhadap waktu dan mudah ditemukan. Tak hanya itu saja, makanan cepat saji juga memiliki cita rasa yang lezat dan juga harganya yang terjangkau.

Junk food sudah lama mengundang kontroversi di negara kita karena terungkapnya beberapa dampak buruk yang ia miliki. Dampak buruk tersebut disebabkan oleh kandungan zat-zat berbahaya yang ada di dalam makanan instan tersebut, contohnya seperti lilin yang ada pada mie instan. Tak berhenti disitu, nyatanya di dalam makanan cepat saji terkandung bahan pengawet dan penyedap yang saat ini disebut micin oleh masyarakat.

Fenomena kata ‘micin’ kini mendadak kerap digunakan para remaja hingga dewasa bila seseorang mengalami hal-hal yang kurang normal, biasanya disebut ‘generasi micin’ Maksud dari hal kurang normal itu contohnya seperti seseorang yang telat berpikir, lama menjawab bila diajak bicara dan lain sebagainya. Tak dielakkan, makanan cepat saji memang mengandung zat berbahaya seperti yang telah diungkapkan di atas.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa keseringan mengkonsumsi makanan cepat saji memang tidak berdampak secara langsung ke tubuh. Namun, makanan-makanan cepat saji yang dikonsumsi akan tertimbun di dalam tubuh yang kemudian hari akan menjadi penyebab penyakit mematikan seperti kanker. Tak hanya kanker, penyakit berbahaya lain yang juga mengintai misalnya stroke, usus buntu dan penyakit ginjal. 

Maka bila Anda termasuk ke dalam orang yang hobi mengkonsumsi makanan cepat saji, disarankan untuk mengurangi hal itu dan mulailah sayangi tubuh serta diri anda sendiri. Perlu diketahui bahwa salah satu kandungan di dalam makanan instan yaitu seperti lilin pada mie instan ini sulit untuk dicerna tubuh. Lilin itu menghancurkan prinsip kerja sistem pencernaan tubuh sehingga makanan yang mengandung lilin akan dicerna dengan waktu minimal dua hari.