Nn, Bukit Gado-gado~ Puncak Bukit Air Manis bukan hanya indah, namun ia juga menjanjikan surga bagi penggila olah raga paralayang di Kota Padang. Lokasi ini terletak di ketinggian yang ideal dengan bentangan laut lepas di sebelah selatannya, sungguh tempat yang pas untuk "terjun dan melayang - layang di atasnya".

Hal itu diungkapkan Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah saat menjamu makan malam Grup Paralayang asal Jepang di Palanta Rumah Dinas, Senin (27/8).

“Lokasi paralayang yang ada di Pantai Air Manis diakui belum mendapat sentuhan dari Pemko Padang dan masih alami. Namun saat ini masih terbilang baik dan memadadai. Untuk itu ke depan, diharapkan Dinas PU, Disbudpar dan Dispora untuk mampu memaksimalkan lokasi paralayang ini dengan baik,” ujar walikota.
Disamping itu, sebut Wako, atas hubungan yang terjalin baik dengan rombongan paralayang asal Jepang ini, juga memperkokoh kerja sama dari kedua belah pihak.

“Tentu tidak hanya dalam aktivitas paralayang saja. Tetapi juga berhubungan dengan penanggulangan gempa dan tsunami. Karena dilihat, antara Kota Padang dan Jepang memiliki kesamaan yaitu daerah yang rentan terjadi gempa,” tutup Wako.

Setelah menjajal kemampuan di arena paralayang Puncak Bukit Air manis pada Senin (27/4) siang, rombongan paralayang asal Jepang, juga melakukan temu ramah bersama Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah di malam harinya.

Grup Paralayang negeri matahari terbit ini, langsung disambut Walikota Padang beserta pimpinan SKPD di Pemko padang dengan jamuan makan malam.

Mr Yokota selaku pimpinan rombongan menyampaikan, ia bersama rekan-rekannya merasa puas setelah melakukan aksi paralayang di Kota Padang. Di samping itu, ia bersama rombongan mengucapkan terima kasih khususnya kepada Walikota Padang dan SKPD, karena turut mendukung kegiatan paralayangnya.
“Aktivitas paralayang yang kita lakukan kali ini, merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Kota Padang. Kami pun merasa puas dan senang ketika terbang, sambil mengekplorasi keindahan lokasi sewaktu di udara,” terang Yokota.

Yokota melanjutkan, berbicara kesamaan, sebenarnya antara Jepang dengan Indonesia khususnya Kota Padang memang memiliki persamaan yaitu daerah yang rentan terkena bencana gempa bumi. Namun, ia pun memuji, karena melihat masyarakat Padang yang bersemangat untuk bangkit dengan merekondisikan perbaikan pasca gempa 2009 lalu.

“Semoga hubungan baik yang tejalin dari kedua pihak ini, menciptakan berbagai masukan yang akan menguntungkan dari kedua belah pihak khususnya terhadap penanggulangan bencana. Kami melihat, sudah 4 tempat yang telah dikunjungi di Sumbar ini, untuk kegiatan paralayang, Kota Padanglah yang terbaik kita kunjungi. semoga kami bisa datang lagi ke sini,"tutupnya.(mond/rel)